Konflik Tanah di Adonara Timur
Polres Flores Timur Dirikan Dua Pos PAM Pasca Bentrok Antar Warga
Di kedua pos, personel kepolisian melakukan patroli rutin, memantau situasi, serta membangun komunikasi dengan
Penulis: Arnol Welianto | Editor: Nofri Fuka
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Pos-Flores-Timur-di-Adonara.jpg)
Ringkasan Berita:
- Polres Flores Timur menempatkan personel di Pos PAM Lewonara dan Pos PAM Bele untuk menjaga keamanan pasca ketegangan warga.
- Personel melakukan patroli, pemantauan, dan komunikasi dengan tokoh masyarakat untuk mencegah konflik susulan.
- Kapolres mengimbau masyarakat menahan diri dan menjaga situasi tetap aman, agar aktivitas masyarakat kembali normal.
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Arnold Welianto
TRIBUNFLORES.COM, LARANTUKA – Pasca ketegangan yang sempat terjadi antarwarga di Kabupaten Flores Timur, Polres Flores Timur menempatkan personel di dua pos pengamanan strategis untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif.
Dua pos tersebut berada di Pos PAM Lewonara dan Pos PAM Bele, yang menjadi titik kunci pemantauan wilayah terdampak konflik. Langkah ini dilakukan sebagai upaya preventif untuk mencegah aksi lanjutan dan memberikan rasa aman bagi masyarakat.
Di kedua pos, personel kepolisian melakukan patroli rutin, memantau situasi, serta membangun komunikasi dengan tokoh masyarakat dan warga setempat. Pendekatan ini diharapkan dapat menjaga stabilitas keamanan sekaligus meredam potensi konflik susulan.
Kapolres Flores Timur, AKBP Adhitya Octorio Putra, S.I.K., melalui Kasi Humas AKP Eliezer A. Kalelado, S.H., menegaskan bahwa penempatan personel ini merupakan komitmen Polri dalam menjaga ketertiban masyarakat.
Baca juga: Pelajar SD Dievakuasi ke Polsek Adonara Saat Bentrok Perebutan Tanah
“Personel kami ditempatkan di Pos PAM Lewonara dan Pos PAM Bele untuk memastikan situasi tetap aman dan tidak terjadi aksi lanjutan pasca ketegangan yang sempat terjadi. Kami juga mengimbau seluruh masyarakat agar menahan diri, menjaga persaudaraan, serta bersama-sama menciptakan situasi kamtibmas yang damai dan kondusif,” ujar AKP Eliezer, Sabtu (7/3/2026).
Ketegangan antarwarga sebelumnya sempat memicu kekhawatiran masyarakat dan menjadi perhatian aparat keamanan.
Dengan pengamanan yang dilakukan secara intensif, diharapkan situasi wilayah terdampak dapat pulih cepat dan aktivitas masyarakat kembali normal.
Polisi Amankan Senjata Tajam
Polres Flores Timur mengamankan sejumlah barang yang diduga digunakan dalam bentrok antarwarga di Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (6/3/2026).
Bentrok tersebut melibatkan warga Dusun Bele, Desa Waiburak, dan Dusun Lewonara, Desa Narasaosina. Konflik dipicu perbedaan persepsi terkait rencana pemanfaatan lahan di perbatasan kedua wilayah.
Kapolres Flores Timur, AKBP Adhitya Octorio Putra, mengatakan barang bukti yang diamankan antara lain ketapel, anak panah, senjata tajam jenis parang, serta beberapa alat rakitan yang diduga digunakan sebagai alat kejut.
Konflik Tanah di Adonara Timur
Konflik Lewonara-Bele di Adonara Timur
Bentrok di Adonara Timur NTT
TribunFlores.com
| Pelajar SD Dievakuasi ke Polsek Adonara Saat Bentrok Perebutan Tanah |
|
|---|
| Polisi Amankan Anak Panah, Senjata Tajam dan Alat Rakitan Pasca Bentrok Adonara Flores Timur |
|
|---|
| Bentrok Antar Kampung di Adonara Flores Timur, Warga Saling Lempar Bom Rakitan |
|
|---|
| Konflik Lewonara-Bele di Adonara Timur Memanas, Aparat Evakuasi Anak Sekolah ke Polsek |
|
|---|
| Korban Konflik Tanah di Adonara Timur NTT Jadi 5 Orang Alami Luka Tembak Senjata Rakitan |
|
|---|