Gempa di Flores Timur
Gempa Kembali Guncang Adonara NTT, Rumah Roboh Warga Panik
Gempa Bumi mengguncang wilayah Desa Terong, Kecamatan Adonara Timur, Nusa Tenggara Timur, Sabtu 11 April 2026 pagi.
Penulis: Arnol Welianto | Editor: Gordy Donovan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/WARGA-PANIK-Gempa-Bumi-Magnitudo-23-mengguncang-wilayah-Desa-Terong.jpg)
Ringkasan Berita:
- Gempa bumi mengguncang Desa Terong, Adonara Timur, Nusa Tenggara Timur, membuat warga panik dan berhamburan keluar dari tenda pengungsian.
- Warga tidak berani masuk rumah karena bangunan sudah retak dan masih terjadi gempa susulan.
- Ratusan rumah rusak di beberapa wilayah, BPBD BPBD telah menyalurkan bantuan kepada korban terdampak.
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Arnold Welianto
TRIBUNFLORES.COM, LARANTUKA - Gempa Bumi mengguncang wilayah Desa Terong, Kecamatan Adonara Timur, Nusa Tenggara Timur, Sabtu 11 April 2026 pagi.
Warga di wilayah itu panik saat merasakan getaran gempa bumi yang melanda wilayah itu. Warga yang merasakan getaran gempa barlari keluar dari tenda pengungsian dan memilih berada di lokasi yang jauh dari bangunan.
Sementara itu, beberapa warga lainnya tanpak tetap berada di dalam tenda yang dibangun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Flores Timur.
Astuti Mahing, Warga Desa Terong, mengaku panik ketika merasakan getaran gempa bumi yang terus menerus melanda wilayah itu.
Baca juga: Gempa Magnitudo 2,6 Guncang Flores Timur NTT Sabtu Pagi
Tidak Berani Masuk Rumah
Tak hanya itu, warga tak berani masuk ke dalam rumah untuk mengambil perlengkapan untuk kebutuhan di tenda pengungsian.
Ia khawatir, apabila terjadi gempi bumi lagi, rumah warga akan roboh karena saat ini, kondisi rumah sudah retak-retak.
"Panik juga, masih rasa takut jadi masih panik-panik, rumah belum bisa ditempati, kalau gempa besar lagi rumah bisa roboh, kami tidak berani masuk rumah, masih takut, trauma, gempa susulan terus terjadi setiap hari, tadi juga masih gempa" Kata Astuti Mahing, Warga Desa Terong, Sabtu pagi.
Sejak Sabtu pagi, sudah terjadi dua kali gempa bumi sehingga warga tetap waspada dan siaga di depan rumah mereka masing-masing dan di posko pengungsian.
Hingga kini, Ratusan rumah di Desa Terong, Lamahala Jaya dan rumah warga di Pulau Solor mengalami kerusakan. Sejumlah warga dilaporkan terluka akibat tertimpa reruntuhan bangunan saat gempa.
BPBD setempat sudah melakukan pendistribusian bantuan kepada warga terdampak gempa bumi. (awk)
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News