Minggu, 10 Mei 2026

Konflik Lahan di Adonara

BREAKING NEWS: Konflik Susulan Kembali Terjadi di Adonara NTT, 9 Rumah Terbakar

Massa dari Lewonara juga sempat melontarkan kata-kata bernada emosi dan memarahi anggota yang bertugas di pos. 

Tayang:
Penulis: Arnol Welianto | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto BREAKING NEWS: Konflik Susulan Kembali Terjadi di Adonara NTT, 9 Rumah Terbakar
TRIBUNFLORES. COM/HO-WARGA
RUMAH TERBAKAR - Rumah warga di Dusun Bele, Desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, NTT, terbakar akibat konflik yang terjadi pada Sabtu, 9 Mei 2026. 

Ringkasan Berita:
  • Konflik susulan antara warga Dusun Bele dan Dusun Lewonara kembali pecah di Adonara Timur pada Sabtu, 9 Mei 2026, dipicu ledakan bom rakitan di sekitar pos pengamanan.
  • Massa dari Desa Narasaosina menyerang warga Dusun Bele menggunakan senjata tajam, anak panah, dan bom rakitan hingga menyebabkan bentrokan meluas di Jalan Trans Adonara.
  • Sedikitnya sembilan rumah warga terbakar. Aparat gabungan dari Polres Flores Timur, Brimob, dan TNI masih disiagakan untuk mencegah konflik lanjutan.

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Arnold Welianto

TRIBUNFLORES.COM, ADONARA - Konflik susulan antara Dusun Bele, Desa Waiburak, dan Dusun Lewonara, Desa Narasaosina, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, kembali terjadi pada Sabtu, 9 Mei 2026, sekitar pukul 16.30 WITA.

Informasi yang dihimpun media ini dari sumber terpercaya menyebutkan bahwa sebelum bentrokan antarwarga terjadi, sekitar pukul 12.10 WITA, terdengar tiga kali ledakan bom rakitan di belakang Pos Lewonara, tepatnya di area tempat anggota melaksanakan pengamanan.

Pasca-kejadian tersebut, sejumlah warga Lewonara melakukan provokasi dengan menuduh aparat yang bertugas membiarkan warga Dusun Bele menyembunyikan bom rakitan di belakang pos pengamanan.

Massa dari Lewonara juga sempat melontarkan kata-kata bernada emosi dan memarahi anggota yang bertugas di pos. 

Baca juga: Konflik Lewonara-Bele di Adonara Timur Memanas, Aparat Evakuasi Anak Sekolah ke Polsek

Tidak Terpancing 

Mereka meminta aparat menghentikan penjagaan di lokasi tersebut serta mempertanyakan tugas aparat di lapangan. 

Namun demikian, personel yang bertugas tidak terpancing provokasi dan tetap melaksanakan patroli serta penjagaan sesuai SOP pengamanan.

Sekitar pukul 16.15 WITA, aparat keamanan memperoleh informasi mengenai konsentrasi massa dari Desa Narasaosina yang mulai berkumpul di sekitar gapura desa dengan jumlah sekitar 100 orang.

Massa kemudian bergerak menuju Jalan Trans Adonara sambil membawa berbagai alat, seperti senjata rakitan, senjata tajam, anak panah, serta beberapa bom rakitan.

Setibanya di lokasi perbatasan, kelompok massa dari Desa Narasaosina melakukan penyerangan terhadap warga Dusun Bele, Desa Waiburak. Serangan tersebut kemudian dibalas oleh warga setempat sehingga terjadi aksi saling serang antara kedua kelompok.

Situasi konflik semakin meluas di sepanjang Jalan Trans Adonara dan menyebabkan masyarakat sekitar panik serta meninggalkan lokasi untuk menyelamatkan diri.

Personel gabungan dari Polres Flores Timur, Polsek Adonara Timur, Brimob, dan TNI yang sedang melaksanakan pengamanan segera bergerak melakukan pengendalian massa serta upaya pemisahan terhadap kedua kelompok warga yang bertikai.

Dalam insiden tersebut, massa dari Desa Narasaosina diduga membakar sembilan unit rumah milik warga Dusun Bele, Desa Waiburak, yang mengakibatkan kerugian material cukup besar.

Aparat gabungan kemudian melakukan penyekatan dan penghalauan terhadap kedua kelompok massa hingga situasi perlahan dapat dikendalikan dan kembali kondusif.

Saat bentrokan berlangsung, personel gabungan yang melakukan pengamanan menemukan satu buah bom rakitan di sekitar lokasi konflik. Bom tersebut langsung diamankan guna mencegah ledakan dan jatuhnya korban jiwa.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved