Rabu, 13 Mei 2026

Konflik Lahan di Adonara

Bentrok Warga di Pulau Adonara NTT, 5 Orang Terluka 12 Bangunan Ludes Terbakar

Sebanyak 12 bangunan mengalami kerusakan berat akibat konflik tersebut, terdiri atas 10 rumah warga, satu apotek, dan satu kios.

Tayang:
Penulis: Arnol Welianto | Editor: Gordy Donovan

Ringkasan Berita:
  • Konflik antarwarga di Adonara Timur menyebabkan lima orang terluka dan 12 bangunan terbakar.
  • Bangunan yang rusak berat terdiri atas 10 rumah warga, satu apotek, dan satu kios.
  • Aparat TNI–Polri mengerahkan 157 personel gabungan untuk menjaga keamanan dan mencegah bentrokan susulan.

TRIBUNFLORES.COM, ADONARA - Konflik antarwarga kembali terjadi di Dusun Bele, Desa Waiburak dan Desa Narasaosina, Kecamatan Adonara Timur, Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (9/5/2026)sore.

Akibat insiden tersebut, lima orang dilaporkan terluka dan 12 bangunan ludes terbakar.

Para korban luka telah dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.

Sebanyak 12 bangunan mengalami kerusakan berat akibat konflik tersebut, terdiri atas 10 rumah warga, satu apotek, dan satu kios.

Kapolres Flores Timur, Adhitya Octorio Putra melalui Kasi Humas Eliezer A. Kalelado menyampaikan pihak kepolisian bersama unsur TNI terus melakukan langkah pengamanan, pendekatan persuasif, serta koordinasi intensif dengan seluruh pihak terkait guna memastikan situasi tetap aman, damai, dan kondusif.

Baca juga: 157 Personel Gabungan TNI-Polri Dikerahkan ke Adonara Optimalkan Pengamanan 

Jaga Keamanan

“Hingga saat ini, pengamanan terus dilakukan dengan melibatkan 157 personel gabungan yang terdiri atas BKO Brimob Ende, BKO Brimob Kupang, BKO Jibom Brimob, personel Polres Flores Timur, personel polsek jajaran, serta personel Koramil 1624-02 Adonara,”ujar Eliezer, Minggu sore.

Pihak kepolisian juga mengajak seluruh tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh perempuan, serta seluruh elemen masyarakat untuk menjadi penyejuk dan penguat persaudaraan di tengah situasi yang berkembang.

Dengan semangat kebersamaan, kekeluargaan, dan budaya musyawarah yang telah lama hidup di tanah Adonara, diharapkan setiap persoalan dapat diselesaikan secara damai dan bermartabat, serta tetap menjaga persatuan demi terciptanya stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat yang berkelanjutan di wilayah Kabupaten Flores Timur.

Kronologi Kejadian

Sebelumnya, warga Dusun Bele, Desa Waiburak, dan Dusun Lewonara, Desa Narasaosina, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, kembali terlibat konflik.

Konflik susulan itu terjadi. Sabtu (9/5/2026) sekitar pukul 16.30 Wita.

TRIBUNFLORES.COM memperoleh kronologi kejadian dari sumber terpercaya Sabtu malam.

Sebelum terjadi bentrokan sekitar pukul 12.10 Wita, terdengar tiga kali ledakan di belakang Pos Lewonara, tepatnya di area tempat anggota melaksanakan pengamanan.

Ledakan itu diduga kaut merupakan bom rakitan. 

Pasca ledakan itu terjadi, sejumlah warga Lewonara melakukan provokasi dengan menuduh aparat yang bertugas membiarkan warga Dusun Bele menyembunyikan bom rakitan di belakang pos pengamanan.

Massa dari Lewonara juga sempat melontarkan kata-kata bernada emosi dan memarahi anggota yang bertugas di pos. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved