Sabtu, 2 Mei 2026

Universitas Nusa Cendana Kupang

Diskusi Publik Pengembangan Geothermal di Flores Warnai Dies Natalis Undana

Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Nusa Cendana (Undana) menggelar diskusi publik bertajuk “Pengembangan

Tayang:
Editor: Ricko Wawo
zoom-inlihat foto Diskusi Publik Pengembangan Geothermal di Flores Warnai Dies Natalis Undana
POS-KUPANG.COM/ONONG BORO
DISKUSI-Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Nusa Cendana (Undana) menggelar diskusi publik bertajuk “Pengembangan Geothermal di Pulau Flores” di Aula Rektorat Lantai 3 Undana, Kamis (4/9/2025). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Eugenius Suba Boro

POS-KUPANG.COM, KUPANG —  Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Nusa Cendana (Undana) menggelar diskusi publik bertajuk “Pengembangan Geothermal di Pulau Flores” di Aula Rektorat Lantai 3 Undana, Kamis (4/9/2025).

Kegiatan ini merupakan rangkaian perayaan Dies Natalis Undana ke-63 dan menghadirkan sejumlah pakar energi, akademisi, serta pemangku kepentingan di bidang energi terbarukan.

Diskusi publik ini membahas beberapa topik penting, antara lain roadmap pengembangan geothermal di Pulau Flores, teknologi eksplorasi dan pemanfaatan panas bumi, kajian lingkungan, serta aspek sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat Flores terhadap pengembangan energi panas bumi.

 

Baca juga: Pekerja Rentan Kota Kupang Terima Kartu BPJS Ketenagakerjaan dan Buku Rekening Bank NTT

 

 

Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, dalam sambutannya sekaligus membuka acara, menekankan bahwa energi panas bumi merupakan salah satu sumber energi baru terbarukan (EBT) yang strategis bagi masa depan.

“Panas bumi memiliki keunggulan dibandingkan energi lain seperti air, angin, maupun surya, karena mampu menyediakan pasokan energi secara berkelanjutan. Pemanfaatan energi panas bumi adalah langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil serta mendukung pencapaian target Net Zero Emission (NZE),” ujarnya.

Asadoma berharap diskusi ini mampu menghasilkan rekomendasi konkret untuk tata kelola pengembangan geothermal di Flores.

“Oleh karena itu, melalui diskusi publik ini kita berharap bisa menemukan solusi agar tata kelola pengembangan panas bumi di Flores semakin baik, transparan, serta memperhatikan aspek sosial, budaya, dan ekologi,” tambahnya.

Ia juga mengajak seluruh pihak untuk bersinergi. “Mari kita bersama-sama mendorong agar pemanfaatan panas bumi dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan,” tutup Asadoma.

Rektor Undana, Prof. Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M.Sc, dalam sambutannya menyebut kegiatan ini sebagai wujud nyata dari tagline “Undana Berdampak.”

“Perguruan tinggi tidak hanya fokus pada pengembangan akademik, lebih daripada itu harus menjadi agen perubahan, terutama di wilayahnya. Kita harus hadir sebagai solusi bagi berbagai permasalahan dan tantangan yang ada,” ungkapnya.

Diskusi publik ini menghadirkan sejumlah pembicara utama, yakni Gigih Udi Atmo, S.T., M.EPM., Ph.D (Direktur Panas Bumi Kementerian ESDM), Ir. Pri Utami, M.Sc., Ph.D., IPM (ahli geologi dan geothermal UGM), Ir. M. Ali Ashat Dipl. Geothermal, En. Tech (dosen Teknik Geothermal ITB), Valens Dulmin, S.S., S.H., M.H (peneliti dan koordinator advokasi JPIC OFM), serta Dr. Felix Baghi, SVD (dosen Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif Ledalero).

Diskusi turut dipandu panelis Dr. Rudi Rohi, S.H., M.Si (dosen FISIP Undana).

Hadir dalam kesempatan itu Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, S.Si., Apt., yang hadir secara online, Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma, Forkopimda NTT, sivitas akademika Undana, mahasiswa FST, LSM, serta sejumlah undangan lainnya. (uge)

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Sumber: Pos Kupang
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved