Jumat, 1 Mei 2026

Gunung Lewotolok Meletus

Gunung Lewotolok NTT 524 Kali Gempa Erupsi 210 Kali Gempa Hembusan 

Gunung Lewotolok NTT 524 Kali Gempa Erupsi 210 Kali Gempa Hembusan.Gunung Ili Lewotolok saat ini Level III atau Siaga

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Gunung Lewotolok NTT 524 Kali Gempa Erupsi 210 Kali Gempa Hembusan 
TRIBUNFLORES. COM/MAGMA INDONESIA
GUNUNG LEWOTOLOK - Gunung Lewotolok di Lembata, NTT, Rabu (21/1/2026).Gunung Lewotolok NTT 524 Kali Gempa Erupsi 210 Kali Gempa Hembusan.Gunung Ili Lewotolok saat ini Level III atau Siaga 

Ringkasan Berita:
  • Status Siaga (Level III): Gunung aktif dengan 524 gempa letusan dan 210 gempa hembusan dalam 24 jam terakhir.
  • Larangan Aktivitas: Masyarakat dan wisatawan dilarang memasuki radius 2–2,5 km dari kawah di semua sektor berbahaya.
  • Waspada Bahaya Tambahan: Risiko guguran lava, abu vulkanik, dan lahar, gunakan masker dan hindari aliran sungai saat hujan.

TRIBUNFLORES.COM, LEWOTOLOK - Petugas Posmat Gunung Ili Lewotolok Lembata, SYeremias Kristianto Pugel, melaporkan kondisi gunung 24 jam terakhir pukul 00.00-24.00 Wita, Selasa (20/1/2026).

Gunung Ili Lewotolok saat ini Level III atau Siaga.

Gunung Api Ili Lewotolok terletak di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur dengan posisi geografis di Latitude -8.272°LU, Longitude 123.505°BT dan memiliki ketinggian 1423 mdpl.

"Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-III. Teramati asap kawah utama berwarna putih dan kelabu dengan intensitas tipis hingga sedang tinggi sekitar 20-100 meter dari puncak. Cuaca cerah hingga hujan, angin lemah hingga kencang ke arah timur dan tenggara,"tulis dia dikutip dari laman magma.esdm.go.id Rabu (21/1/2026) pagi.

Baca juga: Gunung Lewotolok NTT 130 Kali Gempa Letusan 73 Kali Gempa Hembusan

Sementara berdasarkan pengamatan klimatologi cuaca cerah hingga hujan, angin lemah hingga kencang ke arah timur dan tenggara. Suhu udara sekitar 24-29°C.

Gempa Letusan

Ia menyebutkan berdasarkan pengamatan kegempaan gunung Lewotolok 524 kali gempa Letusan/Erupsi dengan amplitudo 18.2-38.1 mm, dan lama gempa 39-196 detik.

210 kali gempa Hembusan dengan amplitudo 3.4-21.8 mm, dan lama gempa 22-60 detik.

3 kali Harmonik dengan amplitudo 6.6-10.5 mm, dan lama gempa 104-182 detik.

10 kali Tremor Non-Harmonik dengan amplitudo 2-7.8 mm, dan lama gempa 82-180 detik.

2 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 4.8-7.3 mm, S-P 18 detik dan lama gempa 91-168 detik..

Pihaknya mengeluarkan sejumlah rekomendasi, diantaranya:

(1) Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah radius 2 km dari pusat aktivitas G. Ili Lewotolok, dan masyarakat Desa Lamatokan, dan Desa Jontona agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya dari guguran/longsoran lava dari bagian timur puncak/ kawah G. Ili Lewotolok.

(2) Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan serta masyarakat Desa Jontona dan Desa Todanara agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah sektoral selatan dan tenggara sejauh 2,5 km pusat aktivitas G. Ili Lewotolok, dan mewaspadai potensi ancaman bahaya dari guguran/longsoran lava dari bagian, selatan dan tenggara puncak/ kawah G. Ili Lewotolok.

(3) Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan serta masyarakat Desa Amakaka agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah sektoral barat sejauh 2,5 km pusat aktivitas G. Ili Lewotolok, serta mewaspadai potensi ancaman bahaya dari guguran/longsoran lava dari bagian barat puncak/ kawah G. Ili Lewotolok.

(4) Untuk menghindari gangguan pernapasan (ISPA) maupun gangguan kesehatan Iainnya yang disebabkan oleh abu vulkanik maka masyarakat yang berada di sekitar G. Ili Lewotolok dapat menggunakan masker pelindung mulut dan hidung serta perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit.

(5) Masyarakat yang bermukim di sekitar lembah/aliran sungai-sungai yang berhulu di puncak G. Ili Lewotolok agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya lahar yang dapat terjadi terutama di saat musim hujan. (Sumber magma.esdm.go.id/kgg).

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved