Minggu, 12 April 2026

Gunung Lewotolok Status Siaga

Status Siaga, Gunung Lewotolok Lembata 19 kali Gempa Erupsi 58 Hembusan

Status Siaga, Gunung Lewotolok Lembata 19 kali Gempa Erupsi 58 Hembusan. Gunung Ili Lewotolok saat ini Level III atau Siaga.

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
Ringkasan Berita:
  • Status Siaga, Gunung Lewotolok Lembata 19 kali Gempa Erupsi 58 Hembusan. 
  • Gunung Ili Lewotolok saat ini Level III atau Siaga.
  • Pemerintah mengimbau agar masyarakat tidak mendekati kawah utama

TRIBUNFLORES.COM, LEWOTOLOK - Petugas Posmat Gunung Ili Lewotolok Lembata, Syawaludin, melaporkan kondisi gunung 6 jam terakhir, Jumat (20/2/2026) pukul 00.00 -06.00 Wita.

Gunung Ili Lewotolok saat ini Level III atau Siaga.

Gunung Api Ili Lewotolok terletak di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur dengan posisi geografis di Latitude -8.272°LU, Longitude 123.505°BT dan memiliki ketinggian 1423 mdpl.

"Gunung api tertutup Kabut 0-I hingga tertutup Kabut 0-II. Asap kawah tidak teramati. Cuaca cerah hingga berawan, angin lemah hingga sedang ke arah timur,"tulis dia dikutip dari laman magma.esdm.go.id.

Sementara berdasarkan pengamatan klimatologi Cuaca cerah hingga berawan, angin lemah hingga sedang ke arah timur. Suhu udara sekitar 25-27°C. 

Baca juga: Gunung Lewotolok 30 Kali Gempa Letusan 82 Gempa Hembusan

Gempa Letusan

Ia menyebutkan berdasarkan pengamatan kegempaan, gunung Lewotolok 19 kali gempa Letusan/Erupsi dengan amplitudo 8.8-33.9 mm, dan lama gempa 37-57 detik.

58 kali gempa Hembusan dengan amplitudo 1.6-7.6 mm, dan lama gempa 25-54 detik.

1 kali gempa Vulkanik Dalam dengan amplitudo 39.1 mm, S-P 0.5 detik dan lama gempa 18 detik.

Rekomendasi

Pihaknya mengeluarkan sejumlah rekomendasi, diantaranya:

(1) Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah radius 2 km dari pusat aktivitas G. Ili Lewotolok, dan masyarakat Desa Lamatokan, dan Desa Jontona agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya dari guguran/longsoran lava dari bagian timur puncak/ kawah G. Ili Lewotolok.

(2) Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan serta masyarakat Desa Jontona dan Desa Todanara agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah sektoral selatan dan tenggara sejauh 2,5 km pusat aktivitas G. Ili Lewotolok, dan mewaspadai potensi ancaman bahaya dari guguran/longsoran lava dari bagian, selatan dan tenggara puncak/ kawah G. Ili Lewotolok.

(3) Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan serta masyarakat Desa Amakaka agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah sektoral barat sejauh 2,5 km pusat aktivitas G. Ili Lewotolok, serta mewaspadai potensi ancaman bahaya dari guguran/longsoran lava dari bagian barat puncak/ kawah G. Ili Lewotolok.

(4) Untuk menghindari gangguan pernapasan (ISPA) maupun gangguan kesehatan Iainnya yang disebabkan oleh abu vulkanik maka masyarakat yang berada di sekitar G. Ili Lewotolok dapat menggunakan masker pelindung mulut dan hidung serta perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit.

(5) Masyarakat yang bermukim di sekitar lembah/aliran sungai-sungai yang berhulu di puncak G. Ili Lewotolok agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya lahar yang dapat terjadi terutama di saat musim hujan. (Sumber magma.esdm.go.id/kgg).

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved