Sabtu, 23 Mei 2026

Gunung Lewotolok Meletus

Gunung Api Lewotolok Lembata Meletus Tadi Malam, Kolom Abu Berwarna Hitam

Gunung Api Lewotolok Lembata Meletus Tadi Malam, Kolom Abu Berwarna Hitam.Saat ini Gunung Lewotolok status waspada atau level II.

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Gunung Api Lewotolok Lembata Meletus Tadi Malam, Kolom Abu Berwarna Hitam
TRIBUNFLORES. COM/MAGMA INDONESIA
GUNUNG LEWOTOLOK - Gunung Lewotolok di Lembata, Nusa Tenggara Timur, Jumat (27/2/2026). Gunung Api Lewotolok Lembata Meletus Tadi Malam, Kolom Abu Berwarna Hitam.Saat ini Gunung Lewotolok status waspada atau level II. 

Ringkasan Berita:
  • Terjadi letusan Kamis, 26 Februari 2026 pukul 19:30 WITA, kolom abu ±250 m, warna kelabu-hitam.
  • Status gunung: Waspada (Level II), radius aman 2 km, awas longsoran lava dan awan panas di beberapa sektor.
  • Masyarakat disarankan pakai masker, pelindung mata/ kulit, dan koordinasi dengan Pos Pengamatan atau Badan Geologi.

TRIBUNFLORES.COM, LEWOTOLOK - Petugas Posmat Gunung api Ili Lewotolok Lembata, Stanislaus Ara Kian, melaporkan gunung meletus, Kamis (26/2/2026) malam.

Gunung Api Ili Lewotolok terletak di Kab\Kota Lembata, Nusa Tenggara Timur dengan posisi geografis di Latitude -8.272°LU, Longitude 123.505°BT dan memiliki ketinggian 1423 mdpl.

Saat ini Gunung Lewotolok status waspada atau level II.

"Terjadi erupsi G. Ili Lewotolok pada hari Kamis, 26 Februari 2026, pukul 19:30 WITA. Tinggi kolom letusan teramati ± 250 m di atas puncak (± 1673 m di atas permukaan laut),"tulis Stanislaus dikutip dari laman magma.esdm.go.id Jumat (27/2/2026) pagi.

Baca juga: Status Siaga, Gunung Lewotolok Lembata 19 kali Gempa Erupsi 58 Hembusan

Kolom Abu Warna Hitam

Kata dia, kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas sedang hingga tebal ke arah timur. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 21.2 mm dan durasi 33 detik.

Ia menegaskan pihaknya mengeluarkan sejumlah rekomendasi diantaranya:

1. Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah radius 2 km dari pusat aktivitas G. Ili Lewotolok.

2. Mewaspadai potensi ancaman bahaya guguran/longsoran lava dan awan panas pada sektor selatan dan tenggara, sektor barat, serta sektor timur laut G. Ili Lewotolok.

3. Masyarakat yang berada di sekitar G. Ili Lewotolok diimbau menggunakan masker pelindung mulut dan hidung serta perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit serta menghindari gangguan pernapasan (ISPA) maupun gangguan kesehatan Iainnya, serta menutup tempat penampungan air bersih agar terhindar dari paparan abu vulkanik.

4. Pemerintah daerah dan masyarakat senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan G. Ili Lewotolok di Desa Laranwutun, Kecamatan Ile Ape atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi atau Badan Geologi di Bandung untuk mendapatkan informasi terkait aktivitas G. Ili Lewotolok.

5. Perkembangan aktivitas serta rekomendasi teknis G. Ili Lewotolok dapat juga dipantau melalui aplikasi/website Magma Indonesia (www.vsi.esdm.go.id atau https://magma.esdm.go.id) dan media sosial Badan Geologi, serta website Badan Geologi (www.geologi.esdm.go.id).

Kondisi 24 Jam Terakhir

Berdasarkan pengamatan visual, gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-I. 

Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang tinggi sekitar 20-50 meter dari puncak. 

Cuaca cerah hingga berawan, angin lemah hingga sedang ke arah timur. Suhu udara sekitar 27-31°C.

Sementara berdasarkan pengamatan kegempaan gunung Lewotolok 58 kali gempa Letusan/Erupsi dengan amplitudo 8.6-21.2 mm, dan lama gempa 33-47 detik.

121 kali gempa Hembusan dengan amplitudo 1.9-11.8 mm, dan lama gempa 29-43 detik.

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Goolge News

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved