Kamis, 30 April 2026

Misa Hari Minggu

Teks Misa Minggu 21 September 2025 Lengkap Renungan Harian Katolik

Mari simak teks misa Minggu 21 September 2025.  Teks misa pekan biasa XXV tahun C lengkap renungan harian katolik.

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Teks Misa Minggu 21 September 2025 Lengkap Renungan Harian Katolik
TRIBUNFLORES.COM / HO-CICI DARUS
GEREJA ROH KUDUS MATALOKO - Gereja Paroki Roh Kudus Mataloko di Ngada, NTT.Mari simak teks misa Minggu 21 September 2025.  Teks misa pekan biasa XXV tahun C lengkap renungan harian katolik dengan warna liturgi hijau. 

P : Hari ini kita merayakan Hari Minggu Keduapuluh lima dalam Masa Biasa. Bacaan-bacaan suci mengajak kita untuk memakai barang-barang duniawi dengan bijak agar kita tidak tersesat dan 
orang lain pun dituntun kepada kebenaran. Bacaan pertama mengisahkan kecaman Nabi Amos atas praktik yang tidak benar dan merugikan orang lain. Mereka yang kuat menginjak-injak yang lemah dan merugikan orang-orang sederhana. Tuhan akan membalas kejahatan mereka.Dalam bacaan kedua, kita diingatkan oleh Paulus untuk melaksanakan tugas pewartaan kita sebagaimana yang telah dipraktikkannya. Tugas ini akan menolong sesama mengarahkan seluruh dirinya kepada Tuhan. Dalam bacaan Injil, kita akan mendengarkanperumpamaan tentang bendahara yang tidak jujur. Ia tidak jujur dalam mengelola keuangan. Ketika hendak dipecat, ia pun mencari cara agar ia bisa tetap hidup. Semoga kita selalu jujur dalam kehidupan kita sehingga tidak disusahkan oleh ketidakjujuran kita.[hening sejenak] 

03. TOBAT DAN PERMOHONAN AMPUN 

P : Marilah kita mengakui bahwa kita berdosa terutama karena kita meragukan kehadiran Tuhan dalam hidup kita. Kita mohon pengampunan agar hati kita menjadi layak untuk perayaan Sabda ini.
U : Saya mengaku kepada Allah yang Mahakuasa, dan kepada saudara sekalian, bahwa saya telah berdosa,dengan pikiran dan perkataan, dengan perbuatan dan kelalaian. Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa. Oleh sebab itu saya mohonkepada Santa Perawan Maria, kepada para malaikat dan orang kudus dan kepada saudara sekalian, supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita. 
P : (dengan tangan terkatup) Semoga Allah memandang dan memperhatikan kita. Semoga Ia menunjukkan kerelaan hati-Nya serta memberikan pengampunan dosa dan damai sejahtera kepada kita. 
U : Amin. 

04. MENYANYIKAN LAGU KEMULIAAN 

[Dianjurkan untuk memakai Madah Kemuliaan di bawah ini] 

P : Kemuliaan kepada Allah di surga 
U : dan damai di bumi kepada orang yang berkenan pada-Nya. 
P : Kami memuji Dikau, 
U : Kami meluhurkan Dikau. 
P : Kami menyembah Dikau, 
U : Kami memuliakan Dikau.
P : Kami bersyukur kepada-Mu, karena kemuliaan-Mu yang besar. 
U : Ya Tuhan Allah, raja surgawi, Allah Bapa yang Mahakuasa. 
P : Ya Tuhan Yesus Kristus, Putera yang tunggal. 
U : Ya Tuhan Allah, Anak Domba Allah, Putera Bapa. 
P : Engkau yang menghapus dosa dunia, kasihanilah kami. 
U : Engkau yang menghapus dosa dunia, kabulkanlah doa kami. 
P : Engkau yang duduk di sisi Bapa, kasihanilah kami. 
U : Karena hanya Engkaulah kudus. 
P : Hanya Engkaulah Tuhan. 
U : Hanya Engkaulah Mahatinggi, ya Yesus Kristus. 
P : bersama dengan Roh Kudus, 
U : dalam kemuliaan Allah Bapa. Amin.

05. DOA PEMBUKA 

P : Marilah kita berdoa, [hening sejenak]Ya Tuhan, kami berterima kasih karena Engkau selalu melimpahi hidup kami dengan rezeki yang secukupnya bagi kehidupan kami. Semoga kami tahu mengelola barang-barang duniawi agar kami selalu dekat kepada-Mu dan tidak dijauhkan oleh penggunaan yang salah dari barang-barang tersebut.Demi Kristus, Tuhan kami dan Pengantara kami, yang hidup dan berkuasa, bersama dengan Dikau, dalam persatuan dengan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. 
U : Amin. 

06. AJAKAN MENDENGARKAN SABDA TUHAN 

P : Marilah kita membuka hati kita untuk mendengarkan Sabda Tuhan dan menerimanya 
agar Sabda Tuhan menjadi pelita iman kita dan tongkat penuntun jalan hidup kita. 

07. BACAAN PERTAMA (Am. 8:4-7) 

L : Bacaan dari Kitab Amos

Dengarlah ini, kamu yang menginjak-injak orang miskin, dan yang membinasakan orang sengsara di negeri ini dan berpikir: "Bilakah bulan baru berlalu, supaya kita boleh menjual gandum dan bilakah hari Sabat berlalu, supaya kita boleh menawarkan terigu dengan mengecilkan efa, membesarkan syikal, berbuat curang dengan neraca palsu, supaya kita membeli orang lemah karena uang dan orang yang miskin karena sepasang kasut; dan menjual terigu rosokan?" TUHAN telah bersumpah demi kebanggaan Yakub: "Bahwasanya Aku tidak akan melupakan untuk seterusnya segala perbuatan mereka! 
Demikianlah Sabda Tuhan.
U : Syukur kepada Allah. 

08. MENDARASKAN MAZMUR TANGGAPAN 

Refren (Mzm. 113:1a,7b) 

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved