Renungan Katolik Hari Ini
Renungan Hari Ini Jumat 26 September 2025, Bukan Kata Mereka, Tetapi Kataku
Mari simak renungan hari ini Jumat 26 September 2025. Tema renungan hari ini bukan kata mereka, tetapi kataku.
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/PATER-JOHN-Pater-John-Lewar-SVD.jpg)
Ketika Yesus bertanya langsung kepada para murid, Siapakah Aku ini?
Petrus dengan tegas menjawab, "Mesias, Kristus dari Allah!". Pernyataan
Petrus ini adalah pengakuan yang fundamental tentang identitas
Yesus. Namun, pesan Yesus kepada para murid agar tidak
menceritakannya kepada siapa pun menunjukkan bahwa pengakuan ini
belum lengkap atau belum dipahami sepenuhnya.
Setelah pengakuan Petrus, Yesus justru mengungkapkan kebenaran
tentang takdir-Nya. Ia menyatakan bahwa diri-Nya, Anak Manusia, harus
mengalami banyak penderitaan, ditolak oleh para pemimpin agama,
dibunuh, dan bangkit pada hari ketiga. Pengakuan iman Petrus
menunjukkan bahwa ia mengenal Yesus lebih dari sekadar orang biasa.
Bagi Petrus, Yesus adalah Mesias, sang Penyelamat yang dijanjikan.
Pengakuan ini sangat penting karena merupakan dasar dari iman Kristen.
Kita mengenal dan percaya bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juru Selamat
kita.
Bagi Petrus, Yesus adalah Mesias, sang Penyelamat yang dijanjikan.
Bagi kita, pertanyaan ini akan selalu relevan: Siapakah Yesus bagi kita?
Apakah kita mengenal Dia hanya sebagai tokoh sejarah? Ataukah kita
menerima Dia sebagai Juru Selamat yang mengubah hidup kita?
Pengakuan iman kita kepada Yesus adalah fondasi hidup Kristen kita. Kita
diajak untuk terus memperdalam pengenalan kita akan diri-Nya.
Gereja dipanggil untuk berdiri teguh di atas pengakuan iman Petrus.
Tidak ada kekuatan apa pun yang dapat menggoyahkan Gereja yang
dibangun di atas batu karang iman ini. Dalam perjalanan hidup kita pun,
kita diajak untuk menjadi bagian dari Gereja yang setia pada iman yang
benar dan menjadi saksi kasih Allah bagi dunia. Tuhan Yesus
menghendaki para murid mengenal diriNya secara pribadi dan mendalam,
sesuai pengalaman dan pemahaman mereka dan bukan berdasarkan apa
kata orang. Petrus tampil dan memberikan jawaban yang sesungguhnya
bahwa Yesus adalah Mesias, Anak Allah yang hidup. Atas dasar itu Yesus
mengingatkan para murid bahwa perananNya sebagai Mesias tidak
terwujud dalam kemewahan dan kekuasaan, melainkan melekat kuat
pada salib dan penderitaan. Para murid harus siap menghadapi
konsekwensi itu.
Hidup kekristenan kita ditentukan oleh pengenalan dan relasi dengan
Kristus. Yesus sendiri menuntut pengakuan iman pribadi, yang
mengandalkan pengenalan pribadi tentang siapakah Dia bagiku. Sebagai
murid Kristus, kita pun perlu menegaskan iman dan relasi pribadi yang
amat personal denganNya. Iman kita tidak cukup dengan pengenalan dan
relasi yang bersifat umum saja dengan Yesus. Relasi pribadi dengan Yesus akan dihayati oleh setiap orang secara pribadi dan dipertanggungjawabkan secara pribadi di hadapan Bapa. Setiap orang
akan mempertanggungjawabkan imannya.
Mengikuti Yesus bukan mau mencari enaknya sendiri, tetapi mau
menanggung kesulitan bersamaNya demi keselamatan banyak orang.
Mari kita berusaha dari hari ke hari mengenal Yesus secara menyeluruh,
termasuk panggilan kita untuk memikul salib bersama Dia. Kita bertanya
diri, sejauh mana pengenalan kita akan Yesus? apakah kita sungguh
mengenal Yesus?
Doa:
Ya Tuhan Yesus, Engkau telah berkenan menyatakan rahasia kehendakMu
kepadaku. Bantulah aku agar bisa membalas cintaMu itu dengan hidup
lebih baik sebagai muridMu...Amin.
Sahabatku yang terkasih. Selamat Hari Jumat. Salam doa dan berkatku
untukmu dan keluarga di mana saja berada. Bapa dan Putera dan Roh
Kudus...Amin. (sumber the katolik.com/adiutami.com/kgg).
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News