Jumat, 10 April 2026

Santo dan Santa Hari Ini

Peringatan 7 Okober: Santa Perawan Maria dari Rosario

Pesta Rosario ditetapkan Santo Pius V dengan nama “Santa Perawan Maria dari Kemenangan”, memperingati Pertempuran Lepanto 7 Oktober 1571

Tayang:
Editor: Cristin Adal
zoom-inlihat foto Peringatan 7 Okober: Santa Perawan Maria dari Rosario
TRIBUNFLORES.COM/HO-VATIKAN MEDIA
PERINGATAN ORANG KUDUS KATOLIK- Setiap tanggal 7 Oktober, umat Katolik merayakan pesta Santa Perawan Maria dari Rosario 

TRIBUNFLORES.COM- Setiap tanggal 7 Oktober, Gereja Katolik merayakan Pesta Santa Perawan Maria dari Rosario. 

Perayaan ini ditetapkan oleh Paus Pius V pada tahun 1571 dengan nama awal “Santa Maria dari Kemenangan”, untuk mengenang Pertempuran Lepanto, di mana armada Liga Suci meraih kemenangan atas Kekaisaran Ottoman. Umat Katolik pada waktu itu mempersembahkan doa Rosario memohon perlindungan Bunda Maria sebelum pertempuran dimulai, dan kemenangan tersebut diyakini sebagai buah dari doa itu.

Setahun kemudian, Paus Gregorius XIII mengubah nama pesta itu menjadi “Santa Perawan Maria dari Rosario”. Pesta ini kemudian ditetapkan bagi seluruh Gereja pada tahun 1716, dan Paus Pius X menetapkan 7 Oktober sebagai tanggal tetapnya.

Pesta Rosario ditetapkan oleh Santo Pius V dengan nama “Santa Perawan Maria dari Kemenangan”, untuk memperingati Pertempuran Lepanto yang terjadi pada 7 Oktober 1571, ketika armada Liga Suci mengalahkan armada Kekaisaran Ottoman. Kemenangan tersebut dikaitkan oleh umat Kristiani dengan perlindungan Santa Perawan Maria, yang telah mereka mohonkan melalui doa Rosario sebelum berangkat berperang.

 

Baca juga: Peringatan Santo Hari Ini, Senin 6 Oktober 2025: Santo Bruno, Pendiri Ordo Kartusian

 

 

 

 

Menurut tradisi, ketika pertempuran berlangsung di Lepanto, Santo Pius V, seorang Dominikan, mendapat penglihatan tentang kemenangan dan segera berlutut untuk mengucap syukur kepada Bunda Maria. Pada tahun 1572, beliau menetapkan jumlah dan daftar misteri serta menganjurkan umat untuk mendaraskan Rosario. Dengan demikian, beliau berperan besar dalam penyebaran devosi Rosario, yang kemudian menjadi salah satu doa paling dicintai oleh para kaisar, pangeran, uskup, biarawan-biarawati, dan umat biasa.

Penerusnya, Paus Gregorius XIII, mengubah nama pesta itu menjadi “Santa Perawan Maria dari Rosario”. Perayaannya kemudian diperluas ke seluruh Gereja Universal pada tahun 1716, dan pada tahun 1913, Santo Pius X menetapkan 7 Oktober sebagai tanggal tetap pesta tersebut.

Kata Rosario berarti “mahkota mawar”, mengingatkan pada kebiasaan abad pertengahan untuk menghiasi patung Bunda Maria dengan karangan bunga mawar. Dari sinilah muncul ungkapan dalam bahasa Italia recitare le corone — “mendaraskan mahkota” — untuk mempersembahkan sekumpulan doa rohani kepada Maria.

Akar devosi ini sangat kuno. Para petapa Timur dahulu menggunakan batu kecil untuk menghitung jumlah doa yang mereka ucapkan. Pada Abad Pertengahan, para bruder awam di biara, yang tidak wajib mendaraskan Mazmur karena tidak berbahasa Latin, menggantinya dengan serangkaian doa Bapa Kami (Paternoster). Santo Beda Venerabilis menganjurkan agar doa-doa itu dihitung dengan butiran yang dirangkai menjadi kalung.

 

Baca juga: Novena kepada Santa Rita dari Cascia, Doa Harian Umat Katolik

 

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved