Senin, 18 Mei 2026

Santo dan Santa Hari Ini

Peringatan 7 Okober: Santa Perawan Maria dari Rosario

Pesta Rosario ditetapkan Santo Pius V dengan nama “Santa Perawan Maria dari Kemenangan”, memperingati Pertempuran Lepanto 7 Oktober 1571

Tayang:
Editor: Cristin Adal
zoom-inlihat foto Peringatan 7 Okober: Santa Perawan Maria dari Rosario
TRIBUNFLORES.COM/HO-VATIKAN MEDIA
PERINGATAN ORANG KUDUS KATOLIK- Setiap tanggal 7 Oktober, umat Katolik merayakan pesta Santa Perawan Maria dari Rosario 

Kebiasaan mendaraskan sejumlah doa “Salam Maria” tertentu bermula di Ordo Kartusian. Kepala Biara Trier, Adolf dari Essen, menasihati seorang novis bernama Dominikus dari Prusia untuk mendaraskan 50 Salam Maria setiap hari, sambil merenungkan kehidupan Yesus. Dominikus menulis 50 renungan singkat atau “klausa” dalam bahasa Latin dan Jerman. Ide itu disukai oleh Prior dan disebarluaskan ke biara-biara Kartusian lain. Dominikus kemudian menyusun tiga seri 50 klausa, selaras dengan 150 Mazmur.

Beato Alanus de la Roche, dari Ordo Pengkhotbah (Dominikan), berjasa besar dalam menyebarkan devosi Rosario di kalangan umat. Pada tahun 1463, dengan persetujuan Uskup Guglielmo Filastre, ia menulis karya berjudul Psalterium Beatae Virginis Mariae (Mazmur Perawan Maria), yang kemudian dikenal sebagai Rosario Santa Perawan Maria. Saat berkhotbah di Flandria dan Lille, ia berjumpa dengan para biarawan Kartusian dan mengenal “klausa” karya Dominikus dari Prusia, yang sangat menginspirasinya.

Alanus menjadi rasul besar Rosario, dengan melakukan beberapa pembaruan:

Ia membagi 150 Salam Maria menjadi 15 peristiwa (dekade) yang dimulai dengan doa Bapa Kami, berfokus pada Inkarnasi, Sengsara, dan Kebangkitan Kristus.

Ia mengganti “klausa” dengan misteri, dan lebih memilih istilah Psalter daripada Rosario.

Ia menekankan meditasi, meski tidak menjadikannya kewajiban mutlak.

Persaudaraan Rosario pertama di Italia didirikan oleh Santo Domenico dari Kastello pada tahun 1480, dan lembaga resmi pertamanya berdiri di biara Santo Markus, Firenze, pada Mei 1481.

Beato Alanus mengaitkan asal-usul Rosario dengan Santo Dominikus, namun tidak ada bukti historis yang mendukung hal itu. Ketika kita berbicara tentang Rosario, yang dimaksud biasanya adalah sepertiga dari keseluruhan doa, yakni 50 Salam Maria.

Popularitas Rosario menyebar dengan cepat, hingga menjadi kebiasaan umum untuk membawa Rosario di saku dan mendoakannya bersama keluarga di malam hari. Banyak orang kudus yang memiliki devosi besar terhadap Rosario, antara lain:

Santo Fransiskus de Sales, Santo Yohanes Maria Vianney, Santo Louis-Marie Grignion de Montfort, Santo Alfonsus Maria de Liguori, Santo Yohanes Bosco, Santo Antonius Maria Claret, Santa Bernadette Soubirous, Santo Maksimilianus Maria Kolbe, Santo Pio dari Pietrelcina, Santo Yohanes XXIII, dan Santo Yohanes Paulus II.

Para Paus juga memberikan perhatian besar terhadap doa Rosario. Pada 1 September 1883, Paus Leo XIII mengeluarkan ensiklik Supremi Apostolatus Officio tentang doa Rosario, menyebutnya sebagai alat rohani yang ampuh melawan kejahatan masyarakat. Ia menulis beberapa ensiklik lain tentang Rosario dan dikenal sebagai “Paus Rosario”.

Paus-paus abad ke-20 seperti Pius XII, Santo Yohanes XXIII, dan Santo Paulus VI juga menulis tentang Rosario. Dalam ajarannya Marialis Cultus, Santo Paulus VI menegaskan sifat injili dan kristologis Rosario.

Sementara Santo Yohanes Paulus II menetapkan Tahun Rosario (Oktober 2002 – Oktober 2003) dan menulis surat apostolik Rosarium Virginis Mariae.

Dalam kunjungan pastoral ke Tempat Ziarah Kepausan di Pompei pada 19 Oktober 2008, Paus Benediktus XVI berkata:

“Untuk menjadi rasul Rosario, pertama-tama kita harus mengalami sendiri keindahan dan kedalaman doa ini  doa yang sederhana dan dapat diakses oleh semua orang. Kita harus membiarkan Bunda Maria memegang tangan kita untuk merenungkan wajah Kristus: wajah yang penuh sukacita, terang, dukacita, dan kemuliaan.”

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved