Renungan Katolik Hari Ini
Renungan Hari Ini Senin 1 Desember 2025, Iman yang Rendah Hati
Mari simak renungan hari ini Senin 1 Desember 2025. Tema renungan hari ini iman yang rendah hati.
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Tampak-depan-Gereja-Santo-Yohanes-Maria-Vianney-Magepanda-di-Sikka.jpg)
Demikian pulalah halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia. Pada waktu itu kalau ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan. Kalau ada dua orang perempuan sedang menggiling gandum, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan.
Oleh karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang. Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pada waktu mana pencuri datang waktu malam, pastilah ia berjaga-jaga, dan tidak membiarkan rumahnya dibongkar. Sebab itu, hendaklah kamu selalu siap siaga, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga.”
Demikianlah Injil Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.
Renungan Harian Katolik
Kisah Injil hari ini menantang kita untuk merenungkan soal iman dan kerendahan hati. (Ini adalah kisah tentang) yang lumpuh dan sangat menderita. Sebagai perwira, ia adalah seorang yang berkuasa dan berpengaruh. Namun, ia mengakui otoritas dan kekuasaan Yesus. Dia yakin bahwa Yesus mampu menyembuhkan hambanya hanya dengan berkata-kata. Pengakuan akan kekuatan ilahi Yesus ini adalah bukti dari imannya. Meskipun berada dalam posisi berkuasa, ia dengan rendah hati mengakui otoritas khusus yang dimiliki Yesus. Kerendahan hati adalah unsur amat penting dalam iman, yakni mengakui ketergantungan kita pada belas kasih Allah.
Seperti sang perwira, kita dipanggil untuk percaya pada kekuatan-Nya yang bisa menyembuhkan dan mengubah hidup kita. Kita dipanggil untuk menyerahkan hasrat mengontrol dan berkuasa, dan menyerahkan diri kepada otoritas Yesus, kepada kehendak dan tuntunan-Nya. Setiap kali kita merayakan Ekaristi dan menyambut tubuh Tuhan, kita berdoa, "Tuhan, saya tidak pantas Engkau datang pada saya, tetapi bersabdalah saja, maka saya akan sembuh!". Semoga ungkapan iman dan kerendahan hati yang tampak dalam doa ini menjadi pedoman dalam hidup harian kita agar kita selalu percaya akan kuasa Allah dan bergantung pada belas kasih-Nya. Tuhan, mampukanlah kami untuk selalu percaya pada kekuatan-Mu dan berserah pada belas kasih-Mu. Amin. (sumber the katolik.com/adiutami.com/kgg).
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News