Selasa, 21 April 2026

Cuaca Ekstrem di Ende

Cuaca Ekstrem di Ende, BPBD Ende Terima 11 Laporan Dampak Bencana 

Meski demikian, BPBD Ende menyebut laporan kejadian masih terus berdatangan dari berbagai wilayah.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Albert Aquinaldo | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Cuaca Ekstrem di Ende, BPBD Ende Terima 11 Laporan Dampak Bencana 
TRIBUNFLORES. COM/ARNOLDUS WELIANTO
RUMAH RUSAK - Rumah rusak akibat cuaca ekstrem di Ende, Flores. NTT, Januari 2026.Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ende menerima 11 laporan resmi bencana akibat cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Ende, Jumat (23/1/2026). 

Ringkasan Berita:
  • BPBD Ende menerima 11 laporan bencana akibat hujan deras dan angin kencang pada Jumat (23/1/2026), dengan kejadian berupa atap rumah roboh dan pohon tumbang menimpa rumah warga.
  • Dampak tersebar hampir di seluruh wilayah Kabupaten Ende, menyebabkan puluhan rumah rusak berat, ternak mati tertimpa pohon, serta kerusakan bangunan di sejumlah kecamatan.
 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Albert Aquinaldo 

TRIBUNFLORES.COM, ENDE – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ende menerima 11 laporan resmi bencana akibat cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Ende, Jumat (23/1/2026).

Dampak cuaca ekstrem tersebut antara lain pohon tumbang menimpa rumah warga, atap seng rumah roboh, serta kerusakan bangunan akibat kuatnya hembusan angin. 

Meski demikian, BPBD Ende menyebut laporan kejadian masih terus berdatangan dari berbagai wilayah.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Ende, Marselus Ekleanus Meta, mengatakan hingga siang hari pihaknya telah menerima 11 laporan resmi. 

Baca juga: Korban Cuaca Ekstrem, Maria Ndeang Bersyukur dapat Bantuan dari BPBD Ende

Namun, informasi kejadian di lapangan masih terus masuk dan belum seluruhnya tercatat secara administrasi.

“Hari ini sudah 11 laporan yang masuk. Informasi kejadian terus berdatangan. Kami mengimbau masyarakat agar melaporkan secara resmi ke BPBD supaya bisa didata dengan baik. Rata-rata kejadian berupa atap rumah roboh dan pohon tumbang menimpa rumah akibat angin kencang,” ujar Marselus saat menyerahkan bantuan kepada warga terdampak di Kelurahan Paupire, Kecamatan Ende Tengah.

Marselus menyebutkan, 11 laporan bencana tersebut tersebar hampir di seluruh wilayah Kabupaten Ende. 

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem susulan.

Masyarakat diminta menebang pohon-pohon besar di sekitar rumah yang berpotensi tumbang. 

Warga yang tinggal di wilayah pesisir dan bantaran sungai juga diimbau mengamankan dokumen penting serta segera mengungsi ke tempat yang lebih aman jika kondisi cuaca memburuk.

Sepanjang Januari 2026, BPBD Kabupaten Ende mencatat 21 kejadian bencana di sejumlah kecamatan. 

Rinciannya meliputi lima kejadian longsor, satu kebakaran, dua banjir, serta bencana hidrometeorologi berupa angin kencang dan curah hujan tinggi.

Hujan lebat disertai angin kencang yang terjadi Jumat (23/1/2026) dilaporkan menyebabkan puluhan rumah warga mengalami kerusakan berat. 

Selain merusak permukiman, bencana ini juga berdampak pada hewan ternak milik warga.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved