Konflik Lahan di Adonara
Pasca Bentrok Warga di Adonara Timur NTT, Aktivitas Masyarakat Mulai Normal
Situasi keamanan di Adonara Timur berangsur kondusif pasca kerusuhan antara warga Dusun Bele (Desa Waiburak), Dusun Lewonara (Desa Narasaosina).
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/NONGKRONG-Sejumlah-warga-sedang-nongkrong-di-Adonara-Timur-Pulau-Adonara.jpg)
Ringkasan Berita:
- Situasi keamanan di Kecamatan Adonara Timur berangsur kondusif pasca kerusuhan antara warga Dusun Bele (Desa Waiburak) dan Dusun Lewonara (Desa Narasaosina).
- Polisi melakukan patroli dan pengamanan 24 jam di sejumlah titik rawan untuk mencegah konflik susulan.
- Bantuan kemanusiaan mulai disalurkan kepada warga terdampak, sementara proses hukum dan penyelesaian adat tetap berjalan.
TRIBUNFLORES.COM, ADONARA TIMUR - Situasi keamanan pasca kerusuhan antara warga Dusun Bele, Desa Waiburak dengan warga Dusun Lewonara, Desa Narasaosina, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, dilaporkan berangsur kondusif.
Hingga Jumat, 13 Maret 2026 sekitar pukul 01.30 Wita, aktivitas masyarakat di sekitar lokasi kejadian telah kembali berjalan normal.
Kerusuhan yang sebelumnya terjadi di Jalan Lewonara, Desa Narasaosina itu kini berada dalam pengawasan ketat aparat kepolisian guna mencegah terjadinya aksi susulan.
Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko., S.I.K., M.Si melalui Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H menyampaikan pihak kepolisian terus melakukan langkah-langkah preventif untuk menjaga stabilitas keamanan di wilayah tersebut.
Baca juga: Bentrok Warga 2 Desa di Adonara, Pemkab Flores Timur Mediasi Secara Terpisah
Situasi Kondusif
“Pasca kejadian tersebut, situasi di lokasi saat ini terpantau kondusif dan masyarakat sudah kembali menjalankan aktivitasnya secara normal. Namun demikian, aparat kepolisian tetap melakukan patroli dan pengamanan secara intensif untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan,” ujar Kombes Pol Henry Novika Chandra.
Ia menjelaskan bahwa patroli rutin dilaksanakan selama 1x24 jam dengan fokus pada sejumlah titik yang dianggap rawan, di antaranya Jalan Desa Narasaosina yang menjadi lokasi kejadian, Rumah Suku Dusun Bele di Desa Waiburak, kawasan pemukiman warga Desa Narasaosina, serta jalan utama Trans Waiwerang–Sagu.
Menurutnya, sempat terdapat sekitar 30 warga Dusun Bele yang berkumpul di Rumah Suku Bele.
Namun hingga pukul 01.00 Wita, warga tersebut telah membubarkan diri secara tertib dan hanya tersisa empat orang yang berjaga di Poskamling.
“Situasi ini terus kami pantau. Personel di lapangan juga aktif melakukan pendekatan kepada masyarakat untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif,” tambahnya.
Selain patroli, aparat kepolisian juga melakukan upaya penggalangan dan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) sebagai bagian dari strategi cooling system guna meredam potensi konflik lanjutan.
Di sisi lain, bantuan kemanusiaan juga mulai disalurkan kepada warga terdampak. Pada pukul 12.02 Wita, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Flores Timur tiba di Kantor Desa Narasaosina untuk menyerahkan bantuan kepada Kepala Desa Narasaosina bagi warga yang terdampak akibat peristiwa tersebut.
Terkait beredarnya isu di masyarakat mengenai adanya rencana penyerangan lanjutan dari warga Dusun Bele terhadap warga Dusun Lewonara, pihak kepolisian memastikan bahwa informasi tersebut tidak benar.
“Tim deteksi di lapangan telah melakukan pengecekan dan memastikan bahwa isu tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan. Unit intelijen juga telah memberikan pemahaman kepada kedua belah pihak sehingga masyarakat yang sempat berkumpul akhirnya membubarkan diri,” jelas Kabidhumas.
Dalam penanganan kasus ini, aparat kepolisian telah melakukan sejumlah langkah, antara lain pemeriksaan terhadap saksi-saksi dari pihak Desa Narasaosina, patroli keamanan secara berkesinambungan selama 24 jam, serta pendekatan kepada sejumlah tokoh masyarakat.
Tokoh-tokoh yang telah diajak berkoordinasi di antaranya Kepala Desa Waiburak Mohamad Saleh, Ketua BPD Narasaosina Domi Daton, serta tokoh pemuda Otas yang merupakan putra Ketua BPD Narasaosina.
Trauma Gegara Konflik Lahan di Adonara
Konflik Lahan di Adonara NTT
Konflik Lahan di Adonara
Rumah Ludes Terbakar saat Konflik Lahan di Adonara
Aktivitas Masyarakat Mulai Normal
Bentrok Warga di Adonara Timur NTT
Warga di Adonara Timur
Konflik Lewonara-Bele di Adonara Timur
Bentrok di Adonara Timur NTT
Polsek Adonara Timur
Kecamatan Adonara Timur
Tribun Flores.com
| Pemkab Nagekeo dan Undana Kolaborasi, Siap Aktifkan Kembali Kampus Garam di Nagekeo |
|
|---|
| Bentrok Warga 2 Desa di Adonara, Pemkab Flores Timur Mediasi Secara Terpisah |
|
|---|
| Personel TNI-Polri Siaga di Sejumlah Titik Rawan di Pulau Adonara Pasca Bentrok |
|
|---|
| Bentrok Antar Kampung di Adonara Flores Timur, Warga Saling Lempar Bom Rakitan |
|
|---|