Jumat, 17 April 2026

Renungan Katolik Hari Ini

Renungan Katolik Selasa 17 Maret 2026, Jangan Putus Harapan

Mari simak renungan Katolik Selasa 17 Maret 2026. Tema renungan Katolik "jangan putus harapan".

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Renungan Katolik Selasa 17 Maret 2026, Jangan Putus Harapan
TRIBUNFLORES.COM / GG
RENUNGAN HARIAN KATOLIK PATER JOHN LEWAR - Mari simak renungan Katolik Selasa 17 Maret 2026. Tema renungan Katolik "jangan putus harapan". 

Ringkasan Berita:
  • Tema renungan Katolik "jangan putus harapan".
  • Renungan Katolik ada dibagian akhir artikel ini.
  • Renungan Katolik untuk hari Selasa pekan IV Prapaskah, Perayaan fakultatif Santo Patrisius, Uskup dan Pengaku Iman, Yusuf dari Arimatea, Murid Yesus, Santa Gertrudis dari Nivelles, Pengaku Iman, dengan warna liturgi ungu.

Oleh: Pastor John Lewar SVD

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan Katolik Selasa 17 Maret 2026.

Tema renungan Katolik "jangan putus harapan".

Renungan Katolik ada dibagian akhir artikel ini.

Renungan Katolik untuk hari Selasa pekan IV Prapaskah, Perayaan fakultatif Santo Patrisius, Uskup dan Pengaku Iman, Yusuf dari Arimatea, Murid Yesus, Santa Gertrudis dari Nivelles, Pengaku Iman, dengan warna liturgi ungu.

Adapun bacaan liturgi Katolik hari Selasa 17 Maret 2026 adalah sebagai berikut:

Baca juga: Bacaan Injil Katolik Hari Ini Selasa 17 Maret 2026 dan Renungan Harian Katolik

Bacaan Pertama Yehezkiel 47:1-9.12

"Aku melihat air mengalir dari dalam Bait Suci; ke mana saja air itu mengalir, semua yang ada di sana hidup."

Kata nabi: Seorang malaikat membawa aku ke pintu Bait Suci, dan sungguh, ada air keluar dari bawah ambang pintu Bait Suci, dan mengalir menuju ke timur: sebab Bait Suci juga menghadap ke timur.

Air itu mengalir dari bawah bagian samping kanan dari Bait Suci, sebelah selatan mezbah. Lalu malaikat itu menuntun aku keluar melalui pintu gerbang utara, dan dibawanya aku berkeliling dari luar menuju gerbang yang menghadap ke timur.

Sungguh, air itu membual dari sebelah selatan. Lalu malaikat itu pergi ke arah timur dan memegang tali pengukur di tangannya. Ia mengukur seribu hasta, dan menyuruh aku masuk ke dalam air itu; dalamnya sampai di pergelangan kaki.

Ia mengukur seribu hasta lagi, dan menyuruh aku masuk sekali lagi ke dalam air itu; sekarang sudah sampai di lutut. Kemudian ia mengukur seribu hasta lagi, dan menyuruh aku ketiga kalinya masuk ke dalam air itu; sekarang sudah sampai di pinggang.

Sekali lagi ia mengukur seribu hasta, dan sekarang air itu sudah menjadi sungai di mana aku tidak dapat berjalan lagi, sebab air itu sudah meninggi sehingga orang dapat berenang; suatu sungai yang tidak dapat diseberangi lagi.

Lalu malaikat itu berkata kepadaku, “Sudahkah engkau lihat hai anak manusia?” Kemudian ia membawa aku kembali menyusur tepi sungai itu. Dalam perjalanan pulang, sungguh, sepanjang tepi sungai itu ada amat banyak pohon, di sebelah sini dan di sebelah sana.

Malaikat itu berkata kepadaku, “Sungai ini mengalir menuju wilayah timur, dan menurun ke Araba-Yordan, dan bermuara di Laut Asin, maka air laut yang mengandung banyak garam itu menjadi tawar.

Ke mana saja sungai itu mengalir, segala makhluk yang berkeriapan di dalamnya akan hidup. Ikan-ikan akan menjadi sangat banyak, sebab ke mana saja air itu sampai, air laut di situ menjadi tawar, dan ke mana saja sungai itu mengalir, semua yang ada di sana hidup.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved