Senin, 18 Mei 2026

Misa Sore Hari Minggu

Teks Misa Sore Minggu Palma 29 Maret 2026, Kisah Sengsara Tuhan

Mari simak teks misa sore Minggu 29 Maret 2026. Teks misa sorelengkap renungan harian Katolik.

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Teks Misa Sore Minggu Palma 29 Maret 2026, Kisah Sengsara Tuhan
POS-KUPANG.COM/EKLESIA MEI
PERSIAPAN MISA- Mari simak teks misa sore Minggu 29 Maret 2026. Teks misa sorelengkap renungan harian Katolik. 

Berdiri 

P : Allah yang kekal dan kuasa, sudilah memberkati daun palma ini. Kami hendak menggunakannya untuk menghormati Kristus yang datang dalam nama-Mu. Semoga seluruh hidup kami pun merupakan penghormatan kepada Kristus, agar sesudah pengabdian di dunia ini, kami boleh bergabung dengan himpunan para kudus yang tak henti-hentinya mengelu-elukan Kristus di kota surgawi. Sebab Dialah Tuhan dan Pengantara kami. 
U : Amin 

Pemimpin memerciki daun palma dengan air suci, diiringi lagu Hormat Puji dan Sembah (Puji Syukur no. 493) atau lagu yang sesuai. Jika daun Palma belum ada di tangan, maka para pembantu Pemimpin Perayaan bisa membagi-bagikan daun Palma kepada umat yang hadir.  

Selanjutnya, menyusul PEMBACAAN INJIL, sebagai berikut: 

04. BACAAN INJIL SEBELUM PERARAKAN [Mat. 21:1-11] 

Bacaan dibacakan dari Alkitab atau Buku Bacaan. 

Dengan tangan terkatup, Pemimpin mengajak umat: 

P : Marilah kita bersama-sama mendengarkan Injil Yesus Kristus menurut Matius.

Ketika Yesus dan murid-murid-Nya telah dekat Yerusalem dan tiba di Betfage yang terletak di Bukit Zaitun, Yesus menyuruh dua orang murid-Nya dengan pesan: “Pergilah ke kampung yang di depanmu itu, dan di situ kamu akan segera menemukan seekor keledai betina tertambat dan anaknya ada dekatnya. Lepaskanlah keledai itu dan bawalah keduanya kepada-Ku. Dan jikalau ada orang menegor kamu, katakanlah: Tuhan memerlukannya. Ia akan segera mengembalikannya.”Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi: “Katakanlah kepada puteri Sion: Lihat, Rajamu datang kepadamu, Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda.”Maka pergilah murid-murid itu dan berbuat seperti yang ditugaskan Yesus kepada mereka. Mereka membawa keledai betina itu bersama anaknya, lalu mengalasinya dengan pakaian mereka dan Yesus pun naik ke atasnya.Orang banyak yang sangat besar jumlahnya menghamparkan pakaiannya di jalan, ada pula yang memotong ranting-ranting dari pohon-pohon dan menyebarkannya di jalan.Dan orang banyak yang berjalan di depan Yesus dan yang mengikuti-Nya dari belakang berseru, katanya: “Hosana bagi Anak Daud, diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, hosana di tempat yang mahatinggi!”Dan ketika Ia masuk ke Yerusalem, gemparlah seluruh kota itu dan orang berkata: “Siapakah orang ini?”Dan orang banyak itu menyahut: “Inilah nabi Yesus dari Nazaret di Galilea.”

Demikianlah Injil Tuhan. 
U : Terpujilah Kristus. 

05. HOMILI SINGKAT  

Saudara-saudari terkasih, hari ini Gereja memperingati Yesus memasuki Yerusalem dan disambut secara meriah oleh orang banyak. Ada tiga cara mereka menyambut Yesus Kristus.

Pertama, mereka melambai-lambaikan dedaunan. Biasanya seorang raja disambut dengan panji-panji yang melambangkan kehadiran kelompok pendukung sang raja. Dalam konteks Yesus, Ia disambut dengan lambaian daun-daun. Tindakan ini menunjukkan bahwa semua orang tidak dikotak-kotakkan ke dalam kelompok-kelompok tertentu. Semuanya sama. Tidak ada nama kelompok karena semuanya memakai daun-daun dan ranting seadanya. Di dalam Tuhan, kita pun menjadi sama. Entah kita miskin ataupun kaya, memiliki posisi atau rakyat jelata, kita semua sama. Kita dapat menyambut Yesus dengan apa yang kita miliki.

Kedua, mereka menghamparkan pakaian mereka di jalan seperti yang dikatakan dalam Injil tadi. Yesus berjalan dengan keledainya di atas hamparan pakaian-pakaian mereka. Seorang raja biasanya disambut dengan bentangan permadani merah. Namun, Yesus disambut bukan dengan permadani, melainkan dengan hamparan pakaian. Ini adalah simbol dari orang-orang kecil. Mereka tidak memiliki apa-apa. Yang bisa dibuat adalah menghamparkan kain seadanya, termasuk pakaian mereka. Umumnya, orang memakai dua lapis pakaian, dengan lapisan luar berfungsi sebagai mantel. Itulah yang dihamparkan. Dengan ini, kita diajak untuk memberikan seluruh diri kita dalam menyambut Tuhan. Mungkin kita tidak memiliki hal-hal yang besar dan mewah, tetapi ketika hati kita bersedia menerima Tuhan, maka itulah harta terbesar yang bisa kita berikan kepada-Nya.

Ketiga, mereka memuji Allah dengan menyebutkan Yesus sebagai Raja yang datang dalam nama Tuhan, yang membawa damai. Perkataan mereka ini mengungkapkan apa yang mereka rindukan. Mereka menantikan seseorang yang membawa damai bagi mereka. Para penginjil yang lain mengatakan bahwa mereka berteriak “Hosanna” yang berarti “selamatkanlah!”. Kita pun diundang untuk memuji Tuhan atas segala hal yang telah Ia buat dalam hidup kita. Kita juga tetap memohon agar kita diselamatkan oleh Tuhan.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved