Rabu, 27 Mei 2026

Kamis Putih 2026

Teks Perayaan Ekaristi Hari Raya Kamis Putih 2 April 2026

Mari simak teks perayaan ekaristi hari raya Kamis 2 April 2026.Teks perayaan ekaristi untuk Kamis Putih pekan suci .

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan

10. INJIL (Yoh. 13:1-15)  

P : Marilah kita bersama-sama mendengarkan Injil Yesus Kristus menurut Yohanes. 

Pemimpin dan semua yang hadir membuat tanda salib dengan ibu jari pada dahi, mulut, dan dada. Kemudian Pemimpin membacakan Injil.

Sebelum hari raya Paskah mulai, Yesus telah tahu bahwa saat-Nya sudah tiba untuk beralih dari dunia ini kepada Bapa. Sama seperti Ia senantiasa mengasihi murid-murid-Nya, demikianlah sekarang Ia mengasihi mereka sampai kepada kesudahannya. Mereka sedang makan bersama, dan Iblis telah membisikkan rencana dalam hati Yudas Iskariot, anak Simon, untuk mengkhianati Dia.

Yesus tahu bahwa Bapa-Nya telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya dan bahwa Ia datang dari Allah dan kembali kepada Allah. Lalu bangunlah Yesus dan menanggalkan jubah-Nya. Ia mengambil sehelai kain lenan dan mengikatkannya pada pinggang-Nya, kemudian Ia menuangkan air ke dalam sebuah basi, dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya lalu menyekanya dengan kain yang terikat pada pinggang-Nya itu.

Maka sampailah Ia kepada Simon Petrus. Kata Petrus kepada-Nya: "Tuhan, Engkau hendak membasuh kakiku?" Jawab Yesus kepadanya: "Apa yang Kuperbuat, engkau tidak tahu sekarang, tetapi engkau akan mengertinya kelak." Kata Petrus kepada-Nya: "Engkau tidak akan membasuh kakiku sampai selama-lamanya." Jawab Yesus: "Jikalau Aku tidak membasuh engkau, engkau tidak mendapat bagian dalam Aku." Kata Simon Petrus kepada-Nya: "Tuhan, jangan hanya kakiku saja, tetapi juga tangan dan kepalaku!" Kata Yesus kepadanya: "Barangsiapa telah mandi, ia tidak usah membasuh diri lagi selain membasuh kakinya, karena ia sudah bersih seluruhnya. Juga kamu sudah bersih, hanya tidak semua." Sebab Ia tahu siapa yang akan menyerahkan Dia. Karena itu Ia berkata: "Tidak semua kamu bersih."

Sesudah Ia membasuh kaki mereka, Ia mengenakan pakaian-Nya dan kembali ke tempat-Nya. Lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengertikah kamu apa yang telah Kuperbuat kepadamu? Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan. Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamupun wajib saling membasuh kakimu; sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu."

P : Demikianlah Injil Tuhan.  
U  : Terpujilah Kristus.  

11. PEMBASUHAN KAKI     

Duduk 

Dua belas orang yang telah ditentukan sebelumnya dipersilakan mengambil tempat di bagian depan. Pemimpin didampingi oleh Pemandu lainnya membasuh kaki mereka dibantu oleh misdinar atau ajuda yang membawa air dan kain pengering. Sementara itu dinyanyikan lagu-lagu yang mengungkapkan cinta persaudaraan, 
misalnya: PS 497, 498, MB 402, Yubilate: 492, dst. 

12. RENUNGAN HARIAN KATOLIK

Malam ini kita memperingati Malam Perjamuan Terakhir sebelum Yesus menderita, wafat, dan bangkit. Perjamuan ini bukanlah perjamuan biasa, karena penuh dengan wejangan dan wasiat. Mari kita timba wejangan dan wasiat Yesus ini bagi kehidupan kita.

Pertama, waspada terhadap kehadiran Iblis. Dalam Injil tadi kita mendengar bahwa ketika sedang makan, Iblis juga bekerja untuk menyebabkan Yudas mengkhianati Yesus. Di saat Yesus sedang mencurahkan cinta sehabis-habisnya, Iblis bekerja untuk meruntuhkan pertahanan iman Yudas Iskariot.

Yesus pun mengingatkan Yudas dengan kata-kata halus, yaitu, “tidak semua kamu bersih”. Yesus mencuci kaki Yudas dan berupaya menyadarkannya. Namun, seperti kita tahu, Yudas kalah dalam pertahanan dan jatuh ke dalam perangkap Iblis. Ia menyerahkan Yesus, padahal tanpa pengkhianatan Yudas, Yesus pun pasti akan ditangkap.

Kisah ini mengajarkan kita untuk selalu waspada terhadap kerja Iblis. Kita belajar dari kisah Yudas agar tidak membuka pintu bagi kejahatan. Yudas kemungkinan tidak terlalu tahu tentang rencana Iblis, karena kemudian ia menyesal setelah mengetahui Yesus dihukum mati. Ia pun melemparkan uang hasil penjualan Yesus. Namun, apa daya, semuanya sudah terjadi. Oleh karena itu, marilah kita berusaha agar tidak membuka pintu terhadap kejahatan. Setia pada kebaikan dan kebenaran memang sulit, tetapi kesetiaan ini akan membawa keselamatan.

Kedua, membasuh kaki. Yesus melakukan pembasuhan kaki dengan cara yang berbeda. Semestinya pembasuhan itu dilakukan secara pribadi atau oleh hamba. Namun, Yesus yang adalah Tuan pesta melakukannya sendiri, tentu mengejutkan para murid-Nya. Selain itu, pembasuhan dilakukan di tengah perjamuan, padahal biasanya orang membasuh kaki sebelum perjamuan.

Tindakan ini bisa dimaksudkan untuk mengingatkan Yudas supaya membersihkan hatinya dari pengaruh Iblis. Pembasuhan kaki menjadi simbol yang amat kuat: selain menandakan kerendahan hati dan pelayanan tanpa pamrih, hal ini juga menjadi peringatan bagi para murid untuk selalu memurnikan hati mereka.

Kita pun diingatkan akan hal yang sama. Setiap kali kita datang merayakan ekaristi, sebenarnya kita datang untuk membarui diri kita. Kesediaan kita hadir dalam perayaan ekaristi adalah kesediaan untuk dibarui. Mungkin kita tidak merasa layak seperti Petrus, tetapi Tuhan tetap menjamu kita.

Ketika kita datang, Dia akan menyucikan kita dengan kekudusan-Nya. Mungkin kita tidak lagi disucikan oleh air pembasuhan, tetapi kita bisa disucikan oleh komuni kudus yang menjadi santapan bagi jiwa kita. Marilah kita membuka hati agar selalu dibasuh dan dibersihkan oleh Tuhan.

13. HENING  
14. SYAHADAT  

P : Marilah menanggapi Sabda Tuhan dan mengungkapkan iman kepercayaan kita kepada Tuhan dengan mengucapkan Syahadat. Aku percaya akan Allah, Bapa yang mahakuasa….. 

15. DOA UMAT  

P : Saudara-saudari terkasih, dengan pengantaraan Yesus yang hadir di sini, marilah kita memanjatkan doa-doa kepada Allah Bapa di surga.  
P : Bagi Bapa Suci, para Uskup dan para Imam. Kita mohon kepada Allah Bapa agar Ia mencurahkan Roh cinta kasih-Nya kepada Bapa Suci, para Uskup, dan para Imam, supaya mereka dapat menunaikan tugas pelayanan dengan penuh cinta kasih. Marilah kita mohon…. 
P : Bagi mereka yang diserahi tanggung jawab Semoga semua orang yang diserahi tanggung jawab terhadap kesejahteraan umum diterangi oleh Roh Allah. Semoga berkat penerangan Roh Allah, mereka sanggup melaksanakan tugas pelayanannya dalam cinta kasih tanpa pamrih. Marilah kita mohon…. 
P : Bagi mereka yang menderita. Kita berdoa bagi mereka yang menderita akibat penindasan, kemiskinan, penyakit dan bencana alam. Semoga mereka mendapatkan perhatian, bantuan perawatan 
dan pengobatan yang memadai dari sesamanya, dijiwai oleh cinta kasih. Marilah kita mohon…. 
P : Bagi kita yang hadir di sini. Kita juga memohon rahmat Tuhan, agar kita semua yang berkumpul di sini, menyadari bahwa kebesaran seorang kristiani terletak pada pelayanannya. Semoga persaudaraan kita sebagai umat beriman semakin nyata dalam sikap saling memaafkan dan tidak mudah terbawa oleh hasutan yang menyesatkan. Marilah kita mohon…. 
P : Demikianlah, ya Bapa, doa-doa yang kami sampaikan ke hadirat-Mu. Semoga Engkau berkenan mengabulkannya, sebab semua ini kami sampaikan kepada-Mu dengan pengantaraan 
Kristus, Tuhan kami. 
U : Amin 

16. KOLEKTE  

[Selanjutnya ada pengumpulan kolekte sebagai perwujudan cinta kepada Sang Sabda dan kepada sesama yang berkekurangan, diiringi lagu yang sesuai. Kolekte dikumpulkan lalu dihantar dan diletakkan di depan mimbar, diiringi lagu persembahan yang bernada Syukur Kepada Tuhan atau Ajakan Berbagi.]  

17. DOA PUJIAN TUBUH DAN DARAH KRISTUS    

[Sesudah Kolekte, Pemimpin membawakan Doa Pujian sambil berdiri di depan umat, menghadap ke altar dan umat berdiri dan setiap kali mendaraskan aklamasi bersama].  

P : Saudara-saudari terkasih, Allah sangat mengasihi kita. Bagi kita, yang sedang berziarah di dunia ini, Ia menyediakan Tubuh dan Darah Putra-Nya sebagai makanan dan minuman sejati. Oleh sebab itu, marilah kita memuji Dia.  
Terpujilah Engkau di surga. 
U : Terpujilah Engkau di surga. 
P : Ya Bapa, Tubuh Kristus adalah sungguh makanan, dan Darah-Nya adalah sungguh minuman. Siapa saja yang menyambut-Nya akan beroleh hidup yang kekal. Maka kami memuji Engkau: 
U : Terpujilah Engkau di surga. 
P : Karena dengan menyambut Tubuh Kristus kami dikuatkan; dengan meminum Darah Kristus, kami dimurnikan. Maka kami memuji Engkau: 
U : Terpujilah Engkau di surga. 
P : Dengan menghidangkan Tubuh dan Darah Kristus, Engkau telah menghimpun semua orang beriman menjadi satu tubuh, yakni Tubuh Kristus. Maka kami memuji Engkau: 
U : Terpujilah Engkau di surga. 
P : Dalam perjamuan malam terakhir, Yesus menyerahkan diri-Nya seutuh-utuhnya dalam rupa roti dan anggur. Dengan itu, Ia menunjukkan penyerahan diri yang ikhlas bagi kami. Maka kami memuji Engkau: 
U : Terpujilah Engkau di surga. 
P : Ya Bapa, kami bersyukur karena Yesus, Imam Agung, telah memercayakan tugas keimamatan-Nya kepada para uskup, dan para imam, maka bersama seluruh umat beriman, dalam kesatuan dengan Bapa Suci Leo XIV, Bapa Uskup [nama Uskup setempat] dan Pastor Paroki kami [nama pastor paroki setempat], kami melambungkan madah pujian bagi-Mu sambil berseru:  
(Umat menyanyikan Lagu Pujian yang sesuai, misalnya “Santapan Peziarah”PS 434). Menyusul Ritus Komuni. Dalam Ibadah Sabda terdapat dua kemungkinan, yaitu (1) menyambut komuni (lihat cara A), (2) tidak menyambut komuni, tetapi umat diajak menghayati komuni batin/rindu (lihat cara B).  

18A. Cara A: DENGAN KOMUNI 

Sesudah Doa Pujian, Pemimpin menuju ke altar untuk mempersiapkan komuni. Ia membentangkan kain korporale di atas altar dan kemudian mengambil Sakramen Mahakudus dari tabernakel dan diletakkan di atas kain korporale. Sesudah mempersiapkan segala yang perlu untuk Komuni Kudus, para pemandu/pengantar bersama para pelayan dan umat beriman berlutut menyembah dalam keheningan sesaat. Sesudah itu Pemimpin mengajak umat untuk menyanyikan lagu Bapa Kami sambil berdiri. 

P : Saudara-saudari, meskipun kita tidak merayakan Ekaristi, pada perayaan ini kita memperoleh 
kesempatan menyambut Komuni Kudus, maka dalam persatuan dengan saudara-saudari se-paroki yang merayakan Ekaristi, marilah kita menyiapkan hati di hadirat Tuhan. [Hening sejenak] 

19A. BAPA KAMI     

Berdiri 

P : Atas petunjuk Penyelamat kita dan menurut ajaran Ilahi, maka beranilah kita berdoa. 
U  : Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah namaMu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.  
Sesudah doa Bapa Kami, dapat juga diadakan Salam damai. 

20A. SALAM DAMAI DAN KOMUNI 

Bila ada Salam Damai, Pemimpin mengajak Umat, misalnya sebagai berikut: 
P : Marilah kita saling memberikan salam damai.  Umat memberikan salam damai kepada saudara-saudari yang berada paling dekat. Sesudah Salam Damai, Pemimpin berlutut menghormati Sakramen Mahakudus, lalu menghunjukkan hosti kudus kepada umat, sambil berkata: 

P : Inilah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia.  Hosti dan sibori ditunjukkan kepada umat: Berbahagialah kita yang diundang ke perjamuanNya. 
Pemimpin dan Umat berdoa bersama-sama. 
U : Ya Tuhan saya tidak pantas, Engkau datang pada saya, tetapi bersabdalah saja, maka saya akan sembuh.  Dengan khidmat, Pemimpin menyambut Tubuh Tuhan terlebih dulu. Sesudah itu, ia melayani umat yang menyambut komuni, seraya setiap kali berkata: 
P : Tubuh Kristus. 
U : Amin. 

Penyambutan komuni diiringi dengan nyanyian komuni. ---------------------------------------------------------------------------

18B. Cara B. TANPA KOMUNI 

P : Pada perayaan ini kita tidak menyambut Komuni kudus. Meskipun demikian, marilah kita menghayati 
kehadiran Tuhan yang kita rindukan di dalam hati kita masing-masing.

19B. BAPA KAMI     

Berdiri 

P : Saudara-saudari terkasih, kita telah dipersatukan oleh iman yang sama. Maka sebagai Putra-Putri Bapa yang satu dan sama, marilah kita berdoa sebagaimana yang diajarkan oleh Putra-Nya sendiri. 
U  : Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah namaMu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di 
atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.  Dapat dilaksanakan Salam Damai.  
P : Marilah kita saling memberikan salam damai. Umat memberikan salam damai kepada saudara-saudari yang berada paling dekat saja.

20B. DOA KOMUNI BATIN    

Berlutut/berdiri 

Pemimpin mengajak semua yang hadir untuk melaksanakan Komuni Batin dengan rumusan ajakan antara lain sebagai berikut:  
P : Kini, mari kita siapkan hati kita untuk menyambut kedatangan Tuhan di dalam hati kita. 
P : Yesus bersabda, “Kamu memang sudah bersih karena Firman yang telah Kukatakan kepadamu. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.” (Yoh. 15:3-4).  [hening sejenak] 
P : Yesusku, aku percaya, Engkau sungguh hadir dalam Sakramen Mahakudus. Aku mengasihi-Mu lebih dari segalanya, dan aku merindukan kehadiran-Mu dalam seluruh jiwaku. Karena sekarang aku tak dapat menyambut-Mu dalam Sakramen Ekaristi, datanglah sekurang-kurangnya secara rohani ke dalam hatiku, meskipun Engkau selalu telah datang. Aku memeluk-Mu dan mempersatukan diriku sepenuhnya kepada-Mu, jangan biarkan aku terpisah daripada-Mu. Amin. [hening sejenak] 
P : Dalam keheningan, marilah kita masing-masing menyatukan diri dengan Tuhan yang hadir saat ini di sini bersama kita.  Berbicaralah dengan Dia dari hati ke hati dengan mengatakan:  
P : Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku.  Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.  
U  : Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku.  Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.  
▪ Seruan di atas diulangi oleh Pemimpin dan diikuti oleh yang hadir sebanyak tiga kali.  
▪ Lalu diberi saat hening secukupnya.  
▪ Sesudah Komuni Batin, dapat dinyanyikan satu lagu yang berhubungan dengan tema KASIH, atau lagu AKU RINDU AKAN TUHAN (Ps 423). 

21. MENYANYIKAN LAGU BAHASA CINTA  
22. AMANAT PENGUTUSAN 

P : Saudara-saudari terkasih, peristiwa pembasuhan kaki dan penyerahan diri Yesus secara utuh dalam rupa roti dan anggur, telah kita rayakan. Hari ini dapat kita katakan sebagai hari ulang tahun Ekaristi, hari ulang tahun imamat, bahkan juga hari ulang tahun perkawinan, karena perkawinan adalah sakramen cinta kasih. Mari kita bergembira karena pengudusan hidup kita dalam Dia.  

23. DOA PENUTUP  

P : Marilah kita berdoa,  Ya Bapa di surga, kami memuji Engkau, karena kami Engkau perkenankan ikut serta dalam mengenangkan Perjamuan Paskah Yesus Kristus, Guru dan Tuhan kami. Semoga karena perayaan misteri kudus ini, kami semakin terdorong untuk mengamalkan perintah baru yang diberikan-Nya kepada kami, yakni mengasihi sesama seperti Dia telah mengasihi kami. Semoga sesudah hidup dengan penuh cinta kasih di dunia ini, kami kelak berbahagia dalam perjamuan abadi di surga.   Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami.  
U : Amin 

24. MOHON BERKAT TUHAN  

P : Sebelum mengakhiri perayaan ini marilah kita menundukkan kepala, memohon berkat Tuhan.  
[hening sejenak] 

P : Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal.  

[sambil membuat Tanda Salib pada diri sendiri]  

DALAM NAMA BAPA, DAN PUTRA, DAN ROH KUDUS.  

U : Amin.  

P : Perayaan Sabda mengenangkan Perjamuan Akhir Tuhan kita ini sudah selesai.  

U  : Syukur kepada Allah.  

25. PENGUTUSAN  

P : Marilah pergi, kita diutus Tuhan untuk menjadi saksi cinta-Nya dengan saling melayani.  
U  : Amin.  

26. LAGU PENUTUP. (sumber P. Petrus Cristologus Dhogo, SVD/kgg).

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved