Misa Hari Minggu
Teks Misa Minggu 12 April 2026 Minggu Kerahiman Ilahi
Mari simak teks misa Minggu 12 April 2026. Teks misa lengkap renungan harian Katolik untuk Minggu Kerahiman Ilahi.
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Gereja-Katolik-Yesus-Kerahiman-Ilahi-Aeramo-di-Kabupaten-Nagekeo.jpg)
Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan, untuk menerima suatu bagian yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar dan yang tidak dapat layu, yang tersimpan di sorga bagi kamu. Yaitu kamu, yang dipelihara dalam kekuatan Allah karena imanmu sementara kamu menantikan keselamatan yang telah tersedia untuk dinyatakan pada zaman akhir. Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagaibagai pencobaan. Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya. Sekalipun kamu belum pernah melihat Dia, namun kamu mengasihi-Nya. Kamu percaya kepada Dia, sekalipun kamu sekarang tidak melihat-Nya. Kamu bergembira karena sukacita yang mulia dan yang tidak terkatakan, Keselamatan itulah yang diselidiki dan diteliti oleh nabi-nabi, yang telah bernubuat tentang kasih karunia yang diuntukkan bagimu.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U : Syukur kepada Allah.
10. ALLELUIA (Yoh. 20:20)
P : Alleluia, Alleluia, Alleluia
U : Alleluia, Alleluia, Alleluia
P : Karena telah melihat Aku, Tomas, maka engkau percaya,* berbahagialah merka yang tidak melihat, namun percaya.
U : Alleluia, Alleluia, Alleluia
11. INJIL (Yoh. 20:19-31)
P : Marilah kita bersama-sama mendengarkan Injil Yesus Kristus menurut Yohanes.
Pemimpin dan semua yang hadir membuat tanda salib dengan ibu jari pada dahi, mulut, dan dada. Kemudian Pemimpin membacakan Injil. Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengahtengah mereka dan berkata: “Damai sejahtera bagi kamu!” Dan sesudah berkata demikian, Ia menunjukkan tangan-Nya dan lambung-Nya kepada mereka. Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan. Maka kata Yesus sekali lagi: “Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu.” Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: “Terimalah Roh Kudus. Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada.” Tetapi Tomas, seorang dari kedua belas murid itu, yang disebut Didimus, tidak ada bersama-sama mereka, ketika Yesus datang ke situ. Maka kata murid-murid yang lain itu kepadanya: “Kami telah melihat Tuhan!” Tetapi Tomas berkata kepada mereka: “Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya.” Delapan hari kemudian murid-murid Yesus berada kembali dalam rumah itu dan Tomas bersama-sama dengan mereka. Sementara pintu-pintu terkunci, Yesus datang dan Ia berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: “Damai sejahtera bagi kamu!” Kemudian Ia berkata kepada Tomas: “Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tanganKu, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah.” Tomas menjawab Dia: “Ya Tuhanku dan Allahku!” Kata Yesus kepadanya: “Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.”
Memang masih banyak tanda lain yang dibuat Yesus di depan mata murid-murid-Nya, yang tidak tercatat dalam kitab ini, tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya.
P : Demikianlah Injil Tuhan.
U : Terpujilah Kristus.
12. RENUNGAN HARIAN KATOLIK
Saudara-saudari terkasih, kita barusan mendengarkan satu dua hal dari kisah Injil ini untuk meningkatkan iman kita. Pertama, mereka semua berkumpul bersama. Ketika Yesus datang, mereka semua sedang berkumpul bersama. Kegiatan ini mereka lakukan secara rutin, karena pada hari kedelapan, mereka berkumpul lagi. Mereka saling meneguhkan dalam doa.
Kebiasaan ini membuat mereka tidak merasa sendirian. Kebersamaan seperti ini dapat kita lanjutkan di tengah kehidupan kita, karena di dalam kebersamaan, kita bisa saling mendukung dan juga bisa mendapatkan dukungan. Ketika kita merasa letih dan kebingungan, ada orang yang bisa menolong kita. Singkatnya, iman kita membuat kita hidup dan saling membantu.
Hal ini bisa kita praktikkan sejak di dalam keluarga kita. Di zaman kini, kita kurang atau jarang melihat keluarga yang berdoa bersama. Misalnya, orang tidak lagi berdoa bersama ketika makan. Orang mengurus dirinya masing-masing. Mungkin baik, kita lakukan secara bersama. Meskipun kelihatan sederhana, namun ini adalah momen kita mensyukuri kebaikan Tuhan dalam kebersamaan. Kebersamaan selalu meneguhkan, apalagi kebersamaan dalam iman.
Kedua, Thomas (dalam Bahasa Ibrani) disebut juga Didimus (dalam Bahasa Yunani), yang artinya kembar. Ia dikenal sebagai orang yang meragukan kebangkitan Yesus. Hal ini disebabkan karena ia tidak memiliki bukti. Ia tidak hadir ketika Yesus menampakkan diri kepada murid-murid yang lain. Kesalahan Thomas bukan hanya tidak percaya akan kata-kata dan janji Yesus, melainkan juga tidak percaya kepada teman-temannya. Ia tidak dapat diyakinkan dan butuh bukti langsung.
Mungkin inilah arti dari namanya yaitu kembar. Ia memiliki kepribadian ganda yang tidak mudah percaya. Boleh jadi, kisah Thomas adalah kisah hidup kita juga. Kadang kala kita memiliki kepribadian yang berseberangan dengan teman-teman atau sesama kita. Kita berjuang sendirian dan tidak peduli dengan sesama kita. Sama seperti Thomas, kita menghilang ketika ada kegiatan bersama, lalu ketika datang, kita protes terhadap keputusan bersama. Intinya, kita menjadi orang yang berada di luar komunitas.
Meskipun kita diterima oleh sesama, kita tidak merasa perlu untuk ada dalam kebersamaan. Thomas menjadi tidak percaya karena ia tidak ada dalam kebersamaan. Butuh waktu delapan hari lagi supaya dia ada dalam kebersamaan dan saat itulah Tuhan Yesus menampakkan diri lagi, khusus untuk meyakinkannya.
Kita belajar untuk terlibat aktif dalam hidup bersama, dalam kegiatan rohani, dan dalam perayaan ekaristi. Jika kita berada bersama, kita akan saling meneguhkan dan saling membantu. Semoga kita tidak menjauhkan diri dari komunitas rohani kita sehingga kita bisa memperoleh kekuatan iman dari kebersamaan kita tersebut.
Tuhan memberkati.