Senin, 27 April 2026

Misa Hari Minggu

Teks Misa Minggu 12 April 2026 Minggu Kerahiman Ilahi  

Mari simak teks misa Minggu 12 April 2026. Teks misa lengkap renungan harian Katolik untuk Minggu Kerahiman Ilahi.

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Teks Misa Minggu 12 April 2026 Minggu Kerahiman Ilahi  
TRIBUNFLORES.COM / HO-ARJAN
RENUNGAN HARIAN KATOLIK - Gereja Katolik Yesus Kerahiman Ilahi, Aeramo di Kabupaten Nagekeo.Mari simak teks misa Minggu 12 April 2026. Teks misa lengkap renungan harian Katolik untuk Minggu Kerahiman Ilahi. 

13. SYAHADAT  

P : Marilah menanggapi Sabda Tuhan dan mengungkapkan iman kepercayaan kita kepada 
Tuhan dengan mengucapkan Syahadat. Aku percaya akan Allah, Bapa yang mahakuasa….. 

14. DOA UMAT  

P : Saudara-saudari terkasih, kita tidak pernah melihat Yesus, namun mempercayai Dia sebagai Putra Allah. Dengan penuh iman, marilah kita sampaikan doa-doa kepada Bapa, dengan pengantaraan Yesus, Putra-Nya terkasih.  
P : Rasul Tomas merindukan kehadiran Yesus agar dapat mempercayai kebangkitan-Nya. Semoga kita bertumbuh dalam iman dan mampu mengenali Yesus dalam roti dan anggur yang kita terima, sebagai tanda kehadiran Allah di tengah umat-Nya. 
Marilah kita mohon…. 
P : Banyak orang di zaman sekarang yang terlalu mengandalkan akal budinya dan tidak 
mempercayai peran Allah dalam hidup mereka. Semoga hati mereka digerakkan oleh Roh Allah untuk mampu melihat tanda-tanda keagungan Allah yang mengendalikan kehidupan mereka. Marilah kita mohon…. 
P : Yesus tidak hanya mengajarkan indahnya pengampunan. Ia sendiri mengampuni orang-orang yang menista-Nya. Semoga kita tidak mudah putus asa untuk selalu mau berusaha mengampuni siapa pun yang menyakiti kita, sehingga kita dapat menikmati kedamaian hati. Marilah kita mohon…. 
P : Umat Gereja perdana sudah mengamalkan cinta kasih dan peduli satu sama lain. Semoga kita pun menaruh perhatian yang tulus kepada sesama kita yang membutuhkan doa dan kemurahan hati kita. 
Marilah kita mohon…. 
P : Kita hening sejenak untuk menyerahkan doa dan permohonan pribadi kita masing-masing.  
[hening sejenak lalu lanjut]. 
P : Ya Bapa, dalam pembaptisan kami telah mati bersama Kristus dan bangkit bersama Dia. Semoga kami selalu berupaya menaati perintah-perintah Pura-Mu agar kelak dapat menikmati kehidpan Ilahi yang Engkau janjikan. Sebab Dialah Tuhan dan Pengantara kami. 
U : Amin 

15. KOLEKTE  

[Selanjutnya ada pengumpulan kolekte sebagai perwujudan cinta kepada Sang Sabda dan kepada sesama yang berkekurangan, diiringi lagu yang sesuai. Kolekte dikumpulkan lalu dihantar dan diletakkan di depan mimbar] diiringi lagu persembahan yang bernada Syukur Kepada Tuhan atau Ajakan Berbagi.  

16.  DOA PUJIAN  

[Sesudah Kolekte, Pemimpin membawakan Doa Pujian sambil berdiri di depan umat, menghadap ke altar dan umat berdiri dan setiap kali mendaraskan aklamasi bersama.] 

P : Saudara-saudari yang terkasih! Allah sungguh setia akan janji-Nya dengan membangkitkan Yesus, Ia telah membarui hidup kita, sehingga kita pantas hidup sebagai manusia baru. Sebagai orang yang telah diselamatkan, maka marilah kita memuji Dia dengan berseru: 

Pujilah Allah, alleluia, alleluia.  

U : Pujilah Allah, alleluia, alleluia. 
P : Bapa di surga, kami telah berdosa dan terpisah jauh dari-Mu. Tetapi Engkau berkenan mendekati kami, bahkan merangkul kami dalam cinta kasih kebapaan-Mu dan memperbaiki cacat cela kami. Maka kami berseru kepada-Mu: 
U : Pujilah Allah, alleluia, alleluia. 
P : Kami menjadi domba yang tersesat dan terceraiberai, karena mau mengikuti kehendak sendiri. Tetapi Engkau telah menghimpun kami kembali menjadi satu kawanan dan satu Gembala, yakni 
Kristus Tuhan. Maka kami berseru kepada-Mu: 
U : Pujilah Allah, alleluia, alleluia. 
P : Yesus Kristus, Putera-Mu, telah menyerahkan diri seutuhnya sebagai kurban penebusan atas dosa dan pelanggaran kami, sehingga kami layak menjadi putera-puteri-Mu. Maka kami berseru 
kepada-Mu: 
U : Pujilah Allah, alleluia, alleluia. 
P : Kebangkitan-Nya dari alam maut telah memberi kami harapan yang kokoh akan jaminan abadi dalam kehidupan bersama Dikau. Maka kami berseru kepada-Mu: 
U : Pujilah Allah, alleluia, alleluia. 
P : Maka, bersama seluruh umat beriman, dan dalam kesatuan dengan Bapa Suci Paus Leo XIV, Bapa Uskup kami [nama Uskup setempat] dan Pastor Paroki kami [nama pastor paroki setempat], kami melambungkan madah pujian bagi-Mu dengan bernyanyi: [menyanyikan satu lagu bertemakan Puji Syukur atau lagu Masa Paskah] Menyusul Ritus Komuni. Dalam Ibadah Sabda terdapat dua kemungkinan, yaitu (1) menyambut komuni (lihat cara A), (2) tidak menyambut komuni, tetapi umat diajak menghayati komuni batin/rindu (lihat cara B).  

17A. Cara A: DENGAN KOMUNI 

Sesudah Doa Pujian, Pemimpin menuju ke altar untuk mempersiapkan komuni. Ia membentangkan kain korporale di atas altar dan kemudian mengambil Sakramen Mahakudus dari tabernakel dan diletakkan di atas kain korporale. Sesudah mempersiapkan segala yang perlu untuk Komuni Kudus, para pemandu/pengantar bersama para pelayan dan umat beriman berlutut menyembah dalam keheningan sesaat. Sesudah itu Pemimpin mengajak umat untuk menyanyikan lagu Bapa Kami sambil berdiri. 
P : Saudara-saudari, meskipun kita tidak merayakan Ekaristi, pada perayaan ini kita memperoleh 
kesempatan menyambut Komuni Kudus, maka dalam persatuan dengan saudara-saudari se-paroki yang merayakan Ekaristi, marilah kita menyiapkan hati di hadirat Tuhan. [Hening sejenak] 

18A. BAPA KAMI     

Berdiri 

P : Atas petunjuk Penyelamat kita dan menurut ajaran Ilahi, maka beranilah kita berdoa. 
U  : Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah namaMu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Sesudah doa Bapa Kami, dapat juga diadakan Salam damai. 

19A. SALAM DAMAI DAN KOMUNI 

Bila ada Salam Damai, Pemimpin mengajak Umat, misalnya sebagai berikut: 
P : Marilah kita saling memberikan salam damai.  Umat memberikan salam damai kepada saudara-saudari yang berada paling dekat. Sesudah Salam Damai, Pemimpin 
berlutut menghormati Sakramen Mahakudus, lalu menghunjukkan hosti kudus kepada umat, sambil berkata: 
P : Inilah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia.  Hosti dan sibori ditunjukkan kepada umat: Berbahagialah kita yang diundang ke perjamuanNya. 
Pemimpin dan Umat berdoa bersama-sama. 
U : Ya Tuhan saya tidak pantas, Engkau datang pada saya, tetapi bersabdalah saja, maka saya akan sembuh.  Dengan khidmat, Pemimpin menyambut Tubuh Tuhan terlebih dulu. Sesudah itu, ia melayani umat yang menyambut komuni, seraya setiap kali berkata: 
P : Tubuh Kristus. 
U : Amin. 

Penyambutan komuni diiringi dengan nyanyian komuni. ---------------------------------------------------------------------------------------------- 
17B. Cara B. TANPA KOMUNI 

P : Pada perayaan ini kita tidak menyambut Komuni kudus. Meskipun demikian, marilah kita menghayati kehadiran Tuhan yang kita rindukan di dalam hati kita masing-masing. 

18B. BAPA KAMI     

Berdiri 

P : Saudara-saudari terkasih, kita telah dipersatukan oleh iman yang sama. Maka sebagai Putra- Putri Bapa yang satu dan sama, marilah kita berdoa sebagaimana yang diajarkan oleh Putra-Nya sendiri. 
U  : Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah namaMu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.  Dapat dilaksanakan Salam Damai.  
P : Marilah kita saling memberikan salam damai. Umat memberikan salam damai kepada saudara-saudari yang berada paling dekat saja. 

19B. DOA KOMUNI BATIN    

Berlutut/berdiri 

Pemimpin mengajak semua yang hadir untuk melaksanakan Komuni Batin dengan rumusan ajakan antara lain sebagai berikut:  
P : Kini, mari kita siapkan hati kita untuk menyambut kedatangan Tuhan di dalam hati kita. 
P : Yesus bersabda, “Kamu memang sudah bersih karena Firman yang telah Kukatakan kepadamu. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.” (Yoh. 15:3-4).  [hening sejenak] 
P : Yesusku, aku percaya, Engkau sungguh hadir dalam Sakramen Mahakudus. Aku mengasihi-Mu lebih dari segalanya, dan aku merindukan kehadiran-Mu dalam seluruh jiwaku. Karena sekarang aku tak dapat menyambut-Mu dalam Sakramen Ekaristi, datanglah sekurang-kurangnya secara rohani ke dalam hatiku, meskipun Engkau selalu telah datang. Aku memeluk-Mu dan mempersatukan diriku sepenuhnya kepada-Mu, jangan biarkan aku terpisah daripada-Mu. Amin. [hening sejenak] 
P : Dalam keheningan, marilah kita masing-masing menyatukan diri dengan Tuhan yang hadir saat ini di sini bersama kita.  Berbicaralah dengan Dia dari hati ke hati dengan mengatakan:  
P : Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku.  Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.  
U  : Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku.  Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.  
▪ Seruan di atas diulangi oleh Pemimpin dan diikuti oleh yang hadir sebanyak tiga kali.  
▪ Lalu diberi saat hening secukupnya.  
▪ Sesudah Komuni Batin, dapat dinyanyikan satu lagu Paskah  

20. MENDOAKAN MAZMUR 148  

[lalu mendoakan Mzm 148, sedapat mungkin bersamasama. Yang ada Alkitab, bisa membuka Mzm 148] 
Haleluya!  
Pujilah TUHAN di sorga,  
pujilah Dia di tempat tinggi! 
Pujilah Dia, hai segala malaikat-Nya,  
pujilah Dia, hai segala tentara-Nya! 
Pujilah Dia, hai matahari dan bulan,  
pujilah Dia, hai segala bintang terang! 
Pujilah Dia, hai langit yang mengatasi segala langit, hai air yang di atas langit! 
Baiklah semuanya memuji nama TUHAN,  sebab Dia memberi perintah,  maka semuanya tercipta. 
Dia mendirikan semuanya  untuk seterusnya dan selamanya,  dan memberi ketetapan yang tidak dapat dilanggar. Pujilah TUHAN di bumi,  hai ular-ular naga dan segenap samudera raya; hai api dan hujan es, salju dan kabut,  angin badai yang melakukan firman-Nya; hai gunung-gunung dan segala bukit,  
pohon buah-buahan dan segala pohon aras: hai binatang-binatang liar dan segala hewan, binatang melata dan burung-burung yang bersayap; hai raja-raja di bumi dan segala bangsa, pembesar-pembesar dan semua pemerintah dunia; hai teruna dan anak-anak dara,  orang tua dan orang muda! 

Biarlah semuanya memuji-muji TUHAN,  sebab hanya nama-Nya saja yang tinggi luhur, keagungan-Nya mengatasi bumi dan langit. Ia telah meninggikan tanduk umat-Nya,  menjadi puji-pujian  bagi semua orang yang dikasihi-Nya,  bagi orang Israel, umat yang dekat pada-Nya. Haleluya!

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus, seperti pada permulaan, sekarang, selalu,  dan sepanjang segala abad. Amin 

21. AMANAT PENGUTUSAN  

P : Saudara-saudari, komunitas perdana mengajarkan kita untuk hidup bersama dan saling meneguhkan. Kita bisa saling berbagi kehidupan kita. Kita memulainya dari dalam keluarga kita. Kita luangkan waktu untuk berdoa bersama, misalnya doa bersama sebelum dan sesudah makan, mensyukuri kebaikan Tuhan secara bersama. Itulah cara kita saling mendukung kehidupan iman kita. Semoga kita bisa membentuk komunitas iman yang hidup dalam keluarga dan dalam komunitas kita. 

22. DOA PENUTUP  

P : Marilah kita berdoa,  Ya Tuhan, kami bersyukur telah merenungkan Sabda-Mu dalam perayaan ini. Semoga kami selalu dikuatkan untuk menghidupi teladan hidup iman dari jemaat perdana dalam keluarga dan komunitas kami. Dengan pengantaraan Kristus,Tuhan kami yang meraja bersama Dikau dan Roh Kudus, kini dan sepanjang masa.  
U : Amin 

23. MOHON BERKAT TUHAN  

P : Sebelum mengakhiri perayaan ini marilah kita menundukkan kepala, memohon berkat Tuhan.  [hening sejenak] 

P : Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal. [sambil membuat Tanda Salib pada diri sendiri]  

DALAM NAMA BAPA, DAN PUTRA, DAN ROH KUDUS.  

U : Amin.  
P : Perayaan Sabda Hari Minggu Paskah kita ini sudah selesai, Alleluia, Alleluia. 
U  : Syukur kepada Allah, Alleluia, Alleluia. 

24. PENGUTUSAN  

P : Marilah pergi, kita diutus Tuhan untuk menjadi saksi kebangkitan-Nya.  
U  : Amin.  

25. LAGU PENUTUP. (kgg).

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved