Selasa, 12 Mei 2026

Renungan Katolik Hari Ini

Renungan Katolik Hari Ini Selasa 12 Mei 2026, Jika Aku Pergi

Mari simak renungan Katolik hari ini Selasa 12 Mei 2026. Tema renungan Katolik hari ini “Jika Aku pergi”.

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Renungan Katolik Hari Ini Selasa 12 Mei 2026, Jika Aku Pergi
TRIBUNFLORES.COM / HO-BRUDER
Br. Pio Hayon, SVD. Mari simak renungan Katolik hari ini Selasa 12 Mei 2026. Tema renungan Katolik hari ini “Jika Aku pergi”. 

Saudara-saudari terkasih. 

Pada bacaan ini (Kis 16:22-34) berkisah tentang Paulus dan Silas yang dipukul dan dipenjarakan karena mewartakan Injil. Tetapi mereka tetap berdoa dan menyanyikan pujian. Ketika terjadi gempa bumi dan pintu penjara terbuka. Kisah ini menegaskan dua hal: Tuhan sanggup menyelamatkan situasi yang “buntu” dan Namun yang paling mengagumkan: sang penjaga penjara justru bertanya bagaimana ia bisa diselamatkan lalu seluruh keluarganya menerima iman. Penderitaan tidak menjadi akhir; justru menjadi ruang bagi karya keselamatan. Dalam Injil (Yoh 16:5-11), kepergian Yesus memunculkan karya Roh yang menegur dunia. Dan Yesus memberi janji: kepergian-Nya berkaitan dengan kedatangan Penolong. Roh bekerja bukan untuk membenarkan kepalsuan, melainkan untuk menyadarkan dunia tentang tiga kebenaran: “Jika Aku pergi” berarti: karya Allah tidak berhenti, melainkan berpindah ke dalam hati. Kepergian Yesus tidak mengosongkan murid, tetapi memindahkan kepemimpinan rohani dari kedekatan fisik kepada kedekatan batin melalui Roh Kudus. Poin refleksi kita adalah “Yesus pergi”: bagian mana dalam hidup kita yang terasa seperti “Yesus pergi” padahal kita masih percaya? Misalnya: doa belum dijawab, keadaan belum berubah, harapan terasa tertahan. Permenungan kita: apakah kita cenderung berkecil hati, atau kita masih mencari arah Tuhan di balik ketenangan/ketidakpastian? “Respon”: saat Roh Kudus menegur tentang dosa, keadilan, dan penghakiman bagaimana respons Anda? Permenungan kita: apakah kita cepat membenarkan diri, menutup hati, atau justru mau jujur bertobat? Roh itu bukan “menghukum”, tetapi menuntun pada kebenaran yang menyelamatkan. “Konsistensi”: seperti Paulus dan Silas, bagaimana kita bisa tetap berpengharapan saat menghadapi tekanan? Permenungan kita: apa bentuk iman yang bisa kita praktikkan saat situasi sulit: doa yang konsisten, mengampuni, tidak menyebarkan kebencian, atau tetap melakukan kebaikan?

Saudara-saudari terkasih,

Pesan untuk kita, pertama,  Yesus berkata “Jika Aku pergi…” agar murid tidak merasa ditinggalkan, Yesus menjanjikan Penolong. Kedua, justru melalui kepergian-Nya, Roh Kudus datang bekerja: menegur dan menyadarkan, mengarahkan pada kebenaran, serta membuka jalan pengharapan. Kedua, marilah kita memohon agar Roh Kudus menuntun kita saat hati gelisah, meneguhkan iman ketika kita “merasa sendirian”, dan membuat kita berani bersikap seperti Paulus dan Silas tetap setia, tetap berdoa, dan tetap memuji Tuhan, sekalipun keadaan belum terang.  Tuhan memberkati kita semua. (sumber the katolik.com/adiutami.com/kgg).

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved