Sabtu, 23 Mei 2026

Hari Raya Pentekosta

Teks Misa Minggu 24 Mei 2026 Hari Raya Pentekosta

Mari simak teks misa Minggu 24 Mei 2026. Teks misa lengkap renungan harian Katolik.

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Teks Misa Minggu 24 Mei 2026 Hari Raya Pentekosta
TRIBUNFLORES. COM/HO-NOVEL
GEREJA KATOLIK - Gereja Katolik Paroki Hati Yesus Yang Maha Kudus, Veteran, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Indonesia.Mari simak teks misa Minggu 24 Mei 2026. Teks misa lengkap renungan harian Katolik. 

P : Bagi para pemimpin negara. Semoga Roh Kudusmenerangi hai dan budi mereka agar demi
kesesjahteraan orang banyak, mereka melakukantugas dan pekerjaannya dengan penuh tanggungjawab. Marilah kita mohon…
P : Bagi orang yang tidak mengenal Kristus. Semogaberkat teladan hidup para pengikut Kristus, Roh
Kudus menggerakkan hati banyak orang yangbelum mengenal Kristus, agar Kerajaan Allahsemakin berkembang di tengah masyarakat.
Marilah kita mohon…
P : Bagi kita semua yang hadir di sini. Semoga peristiwaPentakosta ini mengilhami kita untuk berbicara
dengan cinta kasih sehingga mudah dimengerti olehsetiap orang dan berkenan di hati mereka. Marilah 
kita mohon…
P : Kita hening sejenak untuk menyerahkan doa dan permohonan pribadi kita masing-masing. 
[hening sejenak lalu lanjut].
P : Ya Bapa, semoga Engkau mengabulkan doa-doakami yang kami sampaikan kepada-Mu, denganpengantaraan Kristus, Tuhan kami.
U : Amin

16. KOLEKTE 

[Selanjutnya ada pengumpulan kolekte sebagai perwujudan cinta kepada Sang Sabda dan kepada sesama yang berkekurangan, diiringi lagu yang sesuai. Kolekte dikumpulkan lalu dihantar dan diletakkan di depan mimbar] diiringi lagu persembahan yang bernada Syukur Kepada Tuhan atau Ajakan Berbagi.]. 

17. DOA PUJIAN Pentekosta) 

[Sesudah Kolekte, Pemimpin membawakan Doa Pujian sambil berdiri di depan umat, menghadap ke altar dan umat berdiri dan setiap kali mendaraskan aklamasi bersama..

P : Saudara-saudari terkasih, Allah, Bapa yang mahakuasa telah mencurahkan Roh Kudus kepada 
kita. Maka marilah kita memuji Dia dengan berseru:Terpujilah Allah Roh Kudus, yang mengobarkan iman kita.
U : Terpujilah Allah Roh Kudus, yang mengobarkan iman kita.
P : Ya Allah, pada awal kelahiran Gereja, Engkau mengutus Roh Kudus kepada pada rasul dalam 
rupa lidah-lidah api. Roh Kudus yang sama Engkau berikan kepada kami, supaya kami pun giat mewartakan Kabar Gembira seperti para rasul. 
Maka kami memuji Engkau:
U : Terpujilah Allah Roh Kudus, yang mengobarkan iman kita.
P : Karena kekuatan Roh Kudus itu, kami mampu memuliakan Engkau dan menjawab cinta kasih-Mu. 
Maka kami memuji Engkau:
U : Terpujilah Allah Roh Kudus, yang mengobarkan iman kita.
P : Di dalam Roh Kudus, kami telah Engkau angkat menjadi putra-putri-Mu, sehingga kami menjadi saudara satu sama lain dan pantas menyebut Engkau: Abba, Bapa. Maka kami memuji Engkau:
U : Terpujilah Allah Roh Kudus, yang mengobarkan 
iman kita.
P : Dengan Roh Kudus-Mu, Engkau menguatkan yang lemah, mengangkat yang terjatuh, menyemangati yang letih-lesu dan berbeban berat, menyegarkan yang haus, menggairahkan yang malas, dan melunakkan hati yang keras. Maka kami memuji Engkau:
U : Terpujilah Allah Roh Kudus, yang mengobarkan iman kita.

P : Maka, Bersama seluruh umat beriman, dalam kesatuan dengan Bapa Suci Leo XIV, Bapa Uskup 
kami [nama Uskup setempat] dan Pastor Paroki kami

[nama pastor paroki setempat], dan dengan semangat yang dikobarkan oleh Roh Kudus-Mu, kami melambungkan madah pujian bagi-Mu sambil bernyanyi:

[menyanyikan satu lagu bertemakan Puji Syukur]

Menyusul Ritus Komuni. Dalam Ibadah Sabda terdapat dua kemungkinan, yaitu (1) menyambut komuni (lihat cara A), (2) tidak menyambut komuni, tetapi umat diajak menghayati komuni batin/rindu (lihat cara B). 

18A. Cara A: DENGAN KOMUNI 

Sesudah Doa Pujian, Pemimpin menuju ke altar untuk mempersiapkan komuni. Ia membentangkan kain korporale di atas altar dan kemudian mengambil Sakramen Mahakudus dari tabernakel dan diletakkan di atas kain korporale. Sesudah mempersiapkan segala yang perlu untuk Komuni Kudus, para pemandu/pengantar bersama para pelayan dan umat beriman berlutut menyembah dalam keheningan sesaat. Sesudah itu Pemimpin mengajak umat untuk menyanyikan lagu Bapa Kami sambil berdiri.
P : Saudara-saudari, meskipun kita tidak merayakan Ekaristi, pada perayaan ini kita memperoleh kesempatan menyambut Komuni Kudus, maka dalam persatuan dengan saudara-saudari se-paroki yang merayakan Ekaristi, marilah kita menyiapkan hati di hadirat Tuhan. [Hening sejenak]

19A. BAPA KAMI Berdiri 

P : Atas petunjuk Penyelamat kita dan menurut ajaran Ilahi, maka beranilah kita berdoa.
U : Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Sesudah doa Bapa Kami, dapat juga diadakan Salam damai.

20A. SALAM DAMAI DAN KOMUNI 

Bila ada Salam Damai, Pemimpin mengajak Umat, misalnya sebagai berikut:
P : Marilah kita saling memberikan salam damai. Umat memberikan salam damai kepada saudara-saudari yang berada paling dekat. Sesudah Salam Damai, Pemimpin berlutut menghormati Sakramen Mahakudus, lalu menghunjukkan hosti kudus kepada umat, sambil berkata:
P : Inilah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia. 
Hosti dan sibori ditunjukkan kepada umat:
Berbahagialah kita yang diundang ke perjamuan Nya.
Pemimpin dan Umat berdoa bersama-sama.
U : Ya Tuhan saya tidak pantas, Engkau datang pada 
saya, tetapi bersabdalah saja, maka saya akan 
sembuh. Dengan khidmat, Pemimpin menyambut Tubuh Tuhan terlebih dulu. Sesudah itu, ia melayani umat yang menyambut komuni, seraya setiap kali berkata:
P : Tubuh Kristus.
U : Amin.

Penyambutan komuni diiringi dengan nyanyian komuni.
----------------------------------------------------------------------------------------------
18B. Cara B. TANPA KOMUNI 

P : Pada perayaan ini kita tidak menyambut Komuni kudus. Meskipun demikian, marilah kita menghayati kehadiran Tuhan yang kita rindukan di dalam hati kita masing-masing.

19B. BAPA KAMI Berdiri 

P : Saudara-saudari terkasih, kita telah dipersatukan oleh iman yang sama. Maka sebagai Putra-Putri Bapa yang satu dan sama, marilah kita berdoa sebagaimana yang diajarkan oleh Putra-Nya sendiri.
U : Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.
Dapat dilaksanakan Salam Damai. 
P : Marilah kita saling memberikan salam damai.Umat memberikan salam damai kepada saudara-saudari yang berada paling dekat saja.

20B. DOA KOMUNI BATIN Berlutut/berdiri 

Pemimpin mengajak semua yang hadir untuk melaksanakan Komuni Batin dengan rumusan ajakan antara lain sebagai berikut: 
P : Kini, mari kita siapkan hati kita untuk menyambut kedatangan Tuhan di dalam hati kita.
P : Yesus bersabda, “Kamu memang sudah bersih karena Firman yang telah Kukatakan kepadamu. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.” (Yoh. 15:3-4). 
[hening sejenak]

P : Yesusku, aku percaya, Engkau sungguh hadir dalam Sakramen Mahakudus. Aku mengasihi-Mu lebih dari segalanya, dan aku merindukan kehadiran-Mu dalam seluruh jiwaku. Karena sekarang aku tak dapat menyambut-Mu dalam Sakramen Ekaristi, datanglah sekurang-kurangnya secara rohani ke dalam hatiku, meskipun Engkau selalu telah datang. Aku memeluk-Mu dan mempersatukan diriku sepenuhnya kepada-Mu, jangan biarkan aku terpisah daripada-Mu. Amin. [hening sejenak]
P : Dalam keheningan, marilah kita masing-masing menyatukan diri dengan Tuhan yang hadir saat ini di sini bersama kita. Berbicaralah dengan Dia dari hati ke hati dengan mengatakan: 
P : Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku. Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu. 
U : Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku. Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu. 
▪ Seruan di atas diulangi oleh Pemimpin dan diikuti oleh yang hadir sebanyak tiga kali. 
▪ Lalu diberi saat hening secukupnya. 
▪ Sesudah Komuni Batin, dapat dinyanyikan satu lagu Roh Kudus.

21. DOA PENYERAHAN DIRI KEPADA ROH KUDUS 

[OLEH SANTO AGUSTINUS] 

Berhembuslah dalam diriku, ya Roh Kudus,agar segala pikiranku kudus.
Bertindaklah dalam diriku, ya Roh Kudus,agar karyaku juga kudus.
Tariklah hatiku, ya Roh Kudus,agar aku mencintai hanya yang kudus.
Teguhkanlah aku, ya Roh Kudus,agar aku memperjuangkan segala yang kudus.
Peliharalah aku, ya Roh Kudus,agar aku senantiasa kudus. Amin.

22. AMANAT PENGUTUSAN 

P : Saudara-saudari, Roh Kudus adalah kekuatan Allah yang siap mendampingi dan membantu Gereja, yang telah didirikan oleh Yesus Kristus. Gereja itu ialah kita sekalian yang hadir di sini. Percayalah bahwa kita tidak dapat hidup hanya dengan mengandalkankekuatan sendiri, sebab Roh Kudus selalu ada bersama kita. Oleh karena itu, marilah kita selalu membuka hati bagi karya Roh di dalam diri kita. 

23. DOA PENUTUP 

P : Marilah kita berdoa, Ya Allah, kami telah menerima Roh Kudus yangEngkau curahkan untuk menolong kami. Kamimohon, kobarkanlah selalu api Roh-Mu dalam dirikami, agar kami selalu memancarkan cahaya kasih Mu dalam hidup kami sehari-hari.Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. 
U : Amin

24. MOHON BERKAT TUHAN 

P : Sebelum mengakhiri perayaan ini marilah kita menundukkan kepala, memohon berkat Tuhan. [hening sejenak]

P : Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal. [sambil membuat Tanda Salib pada diri sendiri]

DALAM NAMA BAPA, DAN PUTRA, DAN ROH KUDUS. 

U : Amin. 
P : Perayaan Sabda Pentakosta kita ini sudah selesai. 
U : Syukur kepada Allah. 

25. PENGUTUSAN 

P : Marilah pergi, kita diutus. 
U : Amin. 

26. LAGU PENUTUP 

LAMPIRAN LAGU-LAGU ROH KUDUS 

Roh Kudus Tamu Hatiku 

Roh Kudus tamu hatiku, cinta Allah yang abadi.
Nyalakan dalam batinku, api cinta yang ilahi.
Sudilah Kau perbarui, hati seluruh umat-Mu, 
agar berubah kiranya, wajah bumi kami ini
Berikan kami rahmat-Mu, agar hidup rukun damai 
Tak gentar menjadi saksi, cinta serta kebenaran
 
Utuslah Roh-Mu Ya Tuhan [Yubilate no. 365]
Utuslah Roh-Mu ya Tuhan, 
dan jadi baru seluruh muka bumi.
1. Allahku namaMu hendak kupuji, 
Engkau amat agung 
berdandan sinar kebesaran 
2. Ya Tuhan berselubungkan cahaya 
Bagai jubah raja 
langit Kau pasang bagai kemah 
 
Cinta Kasih Allah [Yubilate no. 378]
Cinta kasih Allah dicurahkan di dalam hati kita 
Oleh Roh Ilahi, sumber cinta kasih 
Yang dianugerahkan bagi kita 

1. Walau kaya raya dan kuasa, walau cantik indah mempesona walau pandai dan gagah perkasa, 
percumalah tanpa cinta kasih 

2. Cinta kasih itu murah hati, cinta kasih sabar dan tawakal cinta kasih tak megahkan diri, tak mencari keuntungan diri 

3. Cinta kasih menutup segala, cinta kasih selalu percaya cinta kasih mengharap segala, 
menanggung kurban dengan gembira.

(Sumber: Oleh: P. Petrus Cristologus Dhogo, SVD/kgg).

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved