Selasa, 5 Mei 2026

3 Siswi Tenggelam di Malaka

Cerita 2 Pemuda Selam Evakuasi 3 Siswi SMP yang Tewas di Bendung Halibot Malaka 

Tragedi: Tiga siswi tenggelam di Bendung Halibot saat mandi/bermain air. Aksi heroik: Osin dan Noven berani menyelam dan berhasil

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Cerita 2 Pemuda Selam Evakuasi 3 Siswi SMP yang Tewas di Bendung Halibot Malaka 
POS-KUPANG.COM
BENDUNG HALIBOT - Bendung Halibot di Desa Sisi, Kecamatan Kobalima, Malaka yang merupakan lokasi tenggelamnya tiga remaja SMPN 1 Kobalima, Jumat (17/4/2026).  

 

Ringkasan Berita:
  • Tragedi: Tiga siswi tenggelam di Bendung Halibot saat mandi/bermain air.
  • Aksi heroik: Osin dan Noven berani menyelam dan berhasil menemukan serta mengangkat ketiga korban.
  • Pelajaran: Perlu pengamanan lokasi (pagar, peringatan) dan kewaspadaan saat beraktivitas di area berisiko.

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Kristoforus Bota

TRIBUNFLORES.COM, BETUN - Di tengah kepanikan warga saat tiga siswi tenggelam di Bendung Halibot, Desa Sisi, Kecamatan Kobalima, Kabupaten Malaka, pada Rabu (15/4/2026), muncul keberanian dua pemuda setempat yang nekat turun ke dasar bendung untuk mencari korban. 

Kedua pemuda itu adalah Osin dan Noven, warga Halibot, Desa Sisi.

Keduanya menjadi sosok penting dalam proses evakuasi korban setelah banyak warga yang berada di lokasi tidak berani masuk ke air karena takut isu adanya buaya di bendung tersebut.

Saat ditemui POS-KUPANG.COM di Desa Sisi, Jumat (17/4/2026), Osin menceritakan detik-detik sebelum kejadian tragis itu terjadi.

Baca juga: Hendak Cari Siput, Robertus Neja Tewas Tenggelam di Pantai Mausui, Manggarai Timur

Sempat Melarang Korban

Osin mengaku sebelum peristiwa nahas itu, dirinya bersama sejumlah teman sedang bermain biliar di kampung. 

Saat itu ia melihat tujuh remaja perempuan saling menelepon dan saling mengajak untuk segera berkumpul lalu pergi bersama.

Menurut Osin, ketujuh remaja tersebut berjalan kaki tanpa menggunakan kendaraan.

“Saya lihat mereka saling telepon dan saling ajak cepat datang supaya jalan sudah. Mereka tidak pakai kendaraan, hanya jalan kaki menuju arah kebun mente,” ujarnya mengunakan bahasa tetun (bahasa daerah setempat) yang diterjemahkan POS-KUPANG.COM. 

Ia mengaku sempat menegur mereka, namun saat itu belum mengetahui tujuan rombongan remaja tersebut.

“Waktu itu saya belum tahu pasti mereka mau ke mana. Sekitar jam dua siang mereka kumpul lalu pergi,”katanya.

Beberapa jam kemudian, tepatnya sekitar pukul 16.25 Wita, warga datang berteriak memberi kabar bahwa ada anak-anak tenggelam di Bendung Halibot.

Mendengar kabar itu, Osin langsung teringat kepada tujuh remaja perempuan yang sebelumnya ia lihat berjalan bersama.

“Saya langsung curiga jangan-jangan adik-adik yang tadi saya lihat itu. Setelah ditanya ternyata benar mereka,” ungkapnya.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved