Berita Manggarai Barat
Fakta Perairan Selat Padar di TN Komodo, Arus Laut Kuat dan Perairan Sempit Berisiko Tinggi
Selat Pulau Padar di kawasan Taman Nasional Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), dikenal sebagai salah satu perairan
Penulis: Cristin Adal | Editor: Ricko Wawo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/evakuasi-jasad-korban-kapal-tenggelam-labuan-bajo.jpg)
Ringkasan Berita:
- Selat Padar di Taman Nasional Komodo dikenal sebagai perairan sempit dengan arus pasang surut yang ekstrem dan cepat berubah, sehingga berisiko tinggi bagi pelayaran.
- Selat ini membentang sekitar 5 km dengan lebar 400–500 meter, semakin sempit di bagian utara, diperparah oleh pertemuan arus kuat antara Pulau Padar dan Pulau Rinca.
- Arus deras terbentuk karena posisi Nusa Tenggara di jalur pertemuan Samudra Hindia dan Pasifik, sekaligus menjadikan kawasan kaya ekosistem laut.
Laporan Reporter TribunFlores.Com, Kristin Adal
TRIBUNFLORES.COM, LABUAN BAJO- Selat Pulau Padar di kawasan Taman Nasional Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), dikenal sebagai salah satu perairan sempit dengan dinamika laut yang ekstrem.
Dilansir dari laman komodonationalpark.org, permukaan perairan di sekitar Pulau Padar kerap tampak tenang. Namun, arus pasang surut di selat ini dapat bergerak sangat kuat dan berubah dengan cepat, sehingga menjadikannya jalur berisiko tinggi bagi aktivitas pelayaran.
Secara geografis, Selat Padar membentang sekitar lima kilometer dengan lebar berkisar 400 hingga 500 meter. Di bagian utara, selat terlihat lebih sempit sebelum melebar ke arah selatan.
Baca juga: Pencarian Korban KM Putri Sakinah, Keluarga WN Spanyol Bertemu Tim SAR Gabungan di Pulau Padar
Karakter sempit ini diperparah oleh pertemuan arus laut yang kuat di antara Pulau Padar dan Pulau Rinca.
Perairan Taman Nasional Komodo didominasi laut dengan kedalaman 100 hingga 200 meter. Sementara itu, selat-selat sempit di antara pulau-pulau, termasuk Selat Padar dan Selat Lintah, memiliki kedalaman relatif dangkal, sekitar 30 hingga 70 meter, namun dikenal memiliki arus pasang surut yang sangat kuat.
Kuatnya arus di kawasan ini tidak terlepas dari posisi wilayah Nusa Tenggara yang berada di jalur pertemuan massa air Samudra Hindia dan Samudra Pasifik. Pertukaran massa air tersebut tidak hanya membentuk arus deras, tetapi juga menjadikan perairan Taman Nasional Komodo kaya akan ekosistem laut, seperti terumbu karang, padang lamun, dan hutan mangrove.
Di sisi lain, kondisi ini sekaligus menciptakan tantangan serius bagi navigasi kapal, terutama di selat-selat sempit.
Pulau Padar sendiri merupakan pulau terbesar ketiga di kawasan Taman Nasional Komodo. Pulau ini terkenal dengan bentang alam perbukitan serta teluk-teluk dalam yang menjadi daya tarik wisata unggulan. Namun, kondisi perairan di sekitarnya menuntut kewaspadaan tinggi, khususnya bagi kapal wisata yang melintas.
Kondisi tersebut kembali menjadi sorotan setelah sebuah kapal wisata pinisi KM Putri Sakinah dilaporkan tenggelam di perairan Selat Padar, Jumat (26/12/2025). Kapal wisata itu diketahui mengangkut pelatih Tim B sepak bola putri Valencia CF bersama anggota keluarganya.
Saat kejadian, perairan Selat Padar tidak menunjukkan gelombang tinggi. Namun, arus laut di dalam selat dilaporkan bergerak deras. Beberapa unit perahu karet bermesin milik tim SAR gabungan bahkan harus menjaga posisi saat melintas di sekitar lokasi kejadian akibat kuatnya arus.
Upaya pencarian korban dan bangkai kapal melibatkan tim penyelam profesional dari Perkumpulan Penyelam Profesional Komodo (P3Kom) Labuan Bajo.
Sebanyak lima penyelam melakukan penyelaman hingga kedalaman 20 meter di perairan Pulau Padar, Selasa (30/12/2025), untuk mencari tiga warga negara asing (WNA) asal Spanyol yang menjadi korban tenggelamnya KM Putri Sakinah.
| Pencarian Korban KM Putri Sakinah, Keluarga WN Spanyol Bertemu Tim SAR Gabungan di Pulau Padar |
|
|---|
| Gunung Api Egon di Sikka Mengalami Peningkatan Kegempaan, Masih Level Normal |
|
|---|
| Terima SK P3K Paruh Waktu di Sikka, Eman: Ini Menjadi Motivasi Untuk Melayani Masyarakat |
|
|---|
| Melihat Kemampuan ABK di Pelabuhan Larantuka Saat Layani Arus Mudik Liburan |
|
|---|