Berita Manggarai Barat
Low Cost, High Impact : BPS Manggarai Barat NTT Gaspol Persiapan Sensus Ekonomi 2026
Tak sekadar menunggu waktu pelaksanaan, BPS memilih strategi low cost, high impact dalam tahap awal persiapan: publikasi masif dengan biaya minimal
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/BPS-Mabar-NTT.jpg)
“Petugas dilatih dulu. Jadi data yang dikumpulkan nanti insya Allah akurat dan valid,” ujarnya.
Abdul Rauf menekankan, keberhasilan sensus tidak hanya ditentukan oleh petugas, tetapi juga oleh keterbukaan masyarakat. Ia mengajak warga menerima petugas sensus dan menjawab pertanyaan dengan jujur.
“Terutama usaha-usaha kecil, termasuk yang online atau rumahan. Itu sering tidak terlihat, tapi justru penting untuk dicatat,” ujarnya.
Secara aturan, memang ada sanksi bagi yang menolak pendataan. Namun, BPS mengedepankan pendekatan persuasif. Jika terjadi penolakan, dilakukan bertahap mulai dari pencacah, pengawas, hingga petugas kantor.
“Pengalaman kami di Manggarai Barat, kalau sudah dijelaskan dengan baik, masyarakat biasanya mau menerima,” ungkap Abdul Rauf.
Di akhir, Abdul Rauf menyampaikan harapan sederhana namun krusial.
“Masyarakat kami harapkan menerima petugas Sensus Ekonomi 2026 dan memberikan data yang jujur dan benar. Karena dari data itulah kebijakan dan pembangunan ekonomi bisa tepat sasaran," ujarnya.
Dengan strategi irit biaya namun tepat sasaran, BPS Manggarai Barat menargetkan satu hal data ekonomi yang lengkap, akurat, dan berpihak pada pembangunan daerah.
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News