Berita Manggarai Timur
Longsor Besar Tutup Akses Jalan Elar-Elar Selatan, Lalu Lintas Lumpuh Total
Hujan lebat yang menguyur wilayah Kabupaten Manggarai Timur, Minggu 14 Desember 2025 mengakibatkan terjadi tanah longsor yang sangat besar
Penulis: Robert Ropo | Editor: Ricko Wawo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/longsor-di-elar-selatan.jpg)
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Robert Ropo
TRIBUNFLORES.COM, BORONG-Hujan lebat yang menguyur wilayah Kabupaten Manggarai Timur, Minggu 14 Desember 2025 mengakibatkan terjadi tanah longsor yang sangat besar memutuskan ruas jalan Kabupaten Elar-Lempang Paji.
Dampak material longsor tersebut, akses lalu lintas yang menghubungkan wilayah Kecamatan Elar Selatan dan Kecamatan Elar itu lumpuh total.
Camat Elar Selatan, Herman Agas, kepada TRIBUNFLORES.COM, Senin 15 Desember 2025, menerangkan, longsor itu tepatnya di Wolo Noa wilayah Desa Golo Munde Kecamatan Elar perbatasan kedua wilayah Kecamatan itu. Longsor terjadi akibat hujan lebat, Minggu 14 Desember 2025.
Baca juga: Kampung Adat Kawa di Nagekeo, Suguhkan Pesona Budaya dan Alam yang Asri
Volume longsor diperkirakan sekitar 50 meter. Material berupa tanah berlumpur, batu dan pohon-pohon besar menghalangi badan jalan.
Herman mengatakan, longsor itu memutuskan badan jalan, dan material longsor menutupi badan jalan, sehingga menyebabkan arus lalu lintas di dua wilayah Kecamatan itu putus total.
"Lumpuh total, sementara tidak bisa lewat, baik kendaraan roda dua, maupun roda empat," ujar Herman.
Herman mengatakan, terkait dengan longsor itu, ia juga sudah menghubungi pihak PT Indoraya Jaya Perkasa untuk membantu alat berat melakukan evakuasi material longsor tersebut.
"Saya barusan lakukan koordinasi dengan pemilik alat berat/Eksavator dari PT. Indoraya Perkasa yang sekarang lagi kerja jalan hotmix di Elar Selatan, dan jawabannya mereka siap bantu untuk lakukan evakuasi terhadap longsor tersebut,"ujar Herman.
Herman berharap agar longsor itu segera diatasi sehingga akses lalu lintas kembali normal. Sebab jalan itu sangat strategis bagi warga masyarakat di dua kecamatan tersebut untuk mengangkut hasil pertanian dan lain sebagainya, termasuk jalan itu juga merupakan akses warga dari dan menuju Kabupaten Ngada. (rob)
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News
| Kampung Adat Kawa di Nagekeo, Suguhkan Pesona Budaya dan Alam yang Asri |
|
|---|
| Renungan Harian Katolik Selasa 16 Desember 2025, Pertobatan yang Nyata: Dari Kata ke Tindakan |
|
|---|
| Lexy Armanjaya Minta Pemkab Manggarai Bentuk Komunitas Super Diaspora Atasi Krisis Anggaran |
|
|---|
| Hari Ini Kardinal Ignatius Suharyo Akan Tahbiskan Gereja Lurasik |
|
|---|