Senin, 4 Mei 2026

Berita Manggarai Timur

Hasil Bumi Menurun, Petani Manggarai Timur NTT Minta Batalkan Kenaikan BBM

Warga Kabupaten Manggarai Timur mengeluh hasil bumi/hasil pertanian mereka seperti kakao, cengkeh dan kemiri menurun drastis alias produksi berkurang

Tayang:
Penulis: Robert Ropo | Editor: Hilarius Ninu
zoom-inlihat foto Hasil Bumi Menurun, Petani Manggarai Timur NTT Minta Batalkan Kenaikan BBM
TRIBUNFLORES. COM/ROBERT ROPO
SPBU---Salah satu SPBU di Kota Borong Kabupaten Manggarai Timur, gambar diambil, Selasa 31 Maret 2026. 

Ringkasan Berita:Warga Kabupaten Manggarai Timur mengeluh hasil bumi/hasil pertanian mereka seperti kakao, cengkeh dan kemiri menurun drastis. 

 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Robert Ropo

TRIBUNFLORES.COM, BORONG----Warga Kabupaten Manggarai Timur mengeluh hasil bumi/hasil pertanian mereka seperti kakao, cengkeh dan kemiri menurun drastis. 

Henderikus Doni, Warga Desa Pong Ruan, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur kepada TRIBUNFLORES.COM, Selasa 31 Maret 2026, mengatakan tanaman kakao/coklat miliknya mengalami produksi hasil yang menurun secara drastis. Hal ini ini dikarena buah kakao mengalami busuk saat buah kakao sudah memasuki usia matang. 

Hendrikus mengatakan, penyakit itu ada obatnya, namun karena keterbatasan ekonomi, ia tidak bisa membeli obat untuk membasmi penyakit tersebut. Karena itu, selama ini ia hanya mengandalkan obat tradisional untuk membasmi penyakit itu, namun tidak mempan. 

"Saya punya biasa panen sampai 20 kg lebih, tapi kali ini sedikit sekali, ini karena penyakit ini," ujarnya. 

 

 

Baca juga: Waspada Banjir Rob di Pesisir Pulau Flores-Alor NTT 1-8 April 2026

 

 

 

Selain itu, kata Hendrikus, harga kakao sangat menurun drastis. Kini harga kakao hanya Rp 30.000/kg, sedangkan harga sebelumnye mencapai Rp 100.000/kg.

Karena itu, Hendrikus berharap agar informasi ada rencana kenaikan harga BBM perlu dipertimbangkan kembali oleh pemerintah dan pihak Pertamina. 

"Harapan kami agar kalau betul informasi ada kenaikan harga BBM itu, perlu dipertimbangkan kembali untuk bisa dibatalkan karena posisi kami sudah sulit ditambahkan lagi harga BBM naik, tentu ini sangat menderita bagi kami,"ujarnya.

Hal senada disampaikan oleh warga lainya, Mikael Abel. Ia mengaku bukan hanya kakao, tetapi cengkeh juga mengalami penurunan hasil produksi, begitu juga harga juga ikut menurun dari biasanya Rp 100.000/kg.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved