Rabu, 6 Mei 2026

Unika Santu Paulus Ruteng

Kisah Astika, Anak Penyuling Moke, Lulus Cum Laude di Unika Santu Paulus Ruteng

Astika menuturkan, proses perkuliahan hingga wisuda di Uinka St Paulus Ruteng bukanlah sesuatu

Tayang:
Editor: Nofri Fuka
zoom-inlihat foto Kisah Astika, Anak Penyuling Moke, Lulus Cum Laude di Unika Santu Paulus Ruteng
Tribunnews.com/TRIBUNFLORES.COM/HO-UNIKA RUTENG
Vincensia Astika, wisudawati dari program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Unika Ruteng dengan IPK : 3,58. 

Ringkasan Berita:
  • Vincensia Astika, anak dari seorang penyuling moke lulus dengan predikat Cum Laude di Unika Ruteng
  • Astika ceritakan pengalamannya selama berkuliah dengan kondisi ekonomi orang tua yang pas pasan
  • Ia merasa bahagia bisa lulus tepat Waktu di Unika Ruteng

TRIBUNFLORES.COM, RUTENG – Unika Santu Paulus Ruteng, Kabupaten Manggarai, NTT, mewisudakan 1.304 wisudawan-wisudawati pada Sabtu (6/12/2025). 

Dari ribuan wisudawan/i, ada sekitar ratusan yang memperoleh predikat Cumlaude.  Salah satunya adalah Vincensia Astika. Ia merupakan wisudawati dari program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dengan IPK : 3,58. 

Menariknya, Astika bukanlah anak dari pegawai kantoran pun pengusaha sukses. Ayahnya bekerja sebagai penyuling moke, sedangkan mama sebagai pekebun. 

Namun, latar belakang orang tua itu tak menjadi masalah bagi dia untuk menggapai mimpi yakni lulus tepat waktu dan meraih predikat cum laude di Unika St. Paulus Ruteng, Manggarai. 

 

Baca juga: FPP Unika Santu Paulus Ruteng Dorong Kemandirian Pangan di Wae Munde Lewat Program Bina Desa

 

 

Astika menuturkan, proses perkuliahan hingga wisuda di Uinka St Paulus Ruteng bukanlah sesuatu yang mudah baginya. Terutama faktor latar belakang ekonomi orangtua yang serba pas-pasan. Orangtuanya bekerja sebagai petani dan pengrajin moke tentu tidak mempunyai penghasilan tetap setiap bulan. 

“Tantangan terbesar datang dari kondisi ekonomi keluarga. Penghasilan orangtua tidak selalu tetap. Ada kalanya uang kiriman untuk biaya hidup dan membayar registrasi terlambat. Di saat-saat seperti itu, saya harus benar-benar menghemat, menahan keinginan, dan mencari cara agar kebutuhan kuliah tetap terpenuhi,” tutur Astika, di Ruteng, pada Selasa (9/12/2025). 

Ia mengaku, kuliah  di Unika St Paulus Ruteng dimulai dengan perbedaan pilihan antara dirinya dan orangtua. Ia sendiri sebenarnya menginginkan kuliah di tempat lain. 

“Saat semester awal yaitu ketakutan akan kemungkinan gagal selalu menghantui. Karena pemilihan kampus sebenarnya bukanlah pilihan saya melainkan pilihan orang tua. Perbedaan pilihan ini pun dikarenakan saya merasa ragu dengan kemampuan orang tua,” katanya.

Ia mengaku, setiap hari dipenuhi dengan kekhawatiran akan gagal pun pupus di tengah jalan.  Namun, seiring berjalannya waktu ia menerima keputusan tersebut dengan pikiran positif. Ia mulai meyakinkan diri bahwa setiap keputusan pasti memiliki tujuan baik. 

“Ketika perkuliahan berjalan, saya melihat kerja keras orang tua dalam membiayai kuliah saya, dan hal itu menjadi motivasi besar untuk belajar sungguh-sungguh. Sehingga pada akhirnya saya mampu menyelesaikan studi saya tepat 4 tahun dengan hasil yang sangat memuaskan,” ungkap dia. 

Ia pun bisa akhirnya bisa menyelesaikan studi tepat waktu dengan predikat cum laude. Untuk meraih predika itu, ia belajar dengan sungguh-sungguh dan mengurangi aktivitas yang kurang produktif serta berusaha untuk membangun jejaring dengan dosen dan teman-teman agar mudah berkonsultasi ketika menghadapi kendala akademik.

“Sangat bersyukur bisa meraih predikat cum laude dari ribuan orang yang diwisudakan kemarin. Apalagi anak petani, saya pribadi merasa syukur dan bangga atas pencapaian ini,” akunya. 
 
Sebagai anak petani, ia pun berpesan kepada semua anak muda agar tidak takut bermimpi. Seburuk apapun latar belakang ekonomi keluarga tidak boleh dijadikan alasan untuk berhenti bermimpi. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved