Senin, 18 Mei 2026

Berita Manggarai

Empat Puluh Napi Kelas II B Ruteng Diberi Pelatihan Kepemimpinan Administrator

Sebanyak 40 orang Narapidana atau warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Ruteng mengikuti

Tayang:
Penulis: Robert Ropo | Editor: Ricko Wawo
zoom-inlihat foto Empat Puluh Napi Kelas II B Ruteng Diberi Pelatihan Kepemimpinan Administrator
Tribunnews.com/TRIBUNFLORES.COM/HO-RUTANG RUTENG
Kegiatan PKA bagi para WBP yang diselenggarakan oleh Rutan Kelas II B Ruteng.  

Ringkasan Berita:
  • Sebanyak 40 narapidana di Rutan Kelas IIB Ruteng mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan dan meningkatkan kualitas layanan pemasyarakatan.
  • PKA membangun jejaring dengan UPTD SKB Randong dan Elite Jaya Meubel yang menyediakan instruktur dan pendampingan teknis tanpa bergantung pada anggaran negara. 
  • Selama ini pelatihan keterampilan terkendala anggaran.

 


Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Robert Ropo

TRIBUNFLORES.COM, RUTENG-Sebanyak 40 orang Narapidana atau warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Ruteng mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas kepemimpinan dan mendorong kualitas layanan pemasyarakatan yang lebih profesional, modern, dan berdampak. 

Kegiatan pelatihan ini diangkat dengan tema 'Penguatan Jejaring Kerja dan Organisasi dalam Pembinaan Kemandirian Produktif di Rutan Kelas IIB Ruteng'. 

Kepala Rutan Ruteng, Saiful Buchori, kepada TRIBUNFLORES.COM, Kamis 11 Desember 2025 menerangkan, program ini menjadi jawaban atas tantangan tidak tersedianya anggaran pembinaan kemandirian yang selama ini menyebabkan pelaksanaan pelatihan keterampilan bagi WBP di Rutan belum berjalan maksimal. 

Padahal, Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan menegaskan bahwa WBP berhak mendapatkan pembinaan kepribadian dan kemandirian sebagai bagian dari proses reintegrasi sosial.

Dalam rangka mewujudkan mandat tersebut, kata Saiful, melalui aksi Perubahan PKA berhasil membangun jejaring kerja strategis dengan dua mitra utama, yaitu UPTD SKB Randong dan Elite Jaya Meubel.

Baca juga: Gunung Lewotolok Lembata 35 Kali Gempa Hembusan 24 Jam Terakhir

 

Kedua mitra ini memberikan dukungan instruktur serta pendampingan teknis tanpa bergantung pada anggaran negara, sejalan dengan Asta Cita Presiden poin ke-3 yakni menciptakan lapangan kerja yang layak dan meningkatkan produktivitas masyarakat.

Selain itu, aksi perubahan ini juga sejalan dengan Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Nomor 3 yaitu Penguatan dan Peningkatan Pendayagunaan Warga Binaan untuk Menghasilkan Produk UMKM. Sinergi ini menegaskan komitmen Rutan Ruteng dalam mengembangkan pembinaan kemandirian yang produktif, berdaya saing, dan bernilai ekonomi.

Saiful juga menerangkan, pelaksanaan aksi perubahan dilakukan melalui tahapan sistematis, mulai dari konsultasi mentor, inventarisasi masalah pembinaan, sosialisasi kepada petugas dan WBP, asesmen minat keterampilan, hingga pemetaan mitra eksternal. 

'Hasilnya, beberapa pelatihan produktif terlaksana dengan baik, seperti barbershop, tata rias, yoga dan pertukangan/meubel.

Instruktur dari SKB Randong dan Elite Jaya Meubel terlibat langsung dalam proses pembelajaran, sementara petugas Rutan bertindak sebagai fasilitator,"Ujarnya.

Pelatihan ini menghasilkan peningkatan keterampilan WBP sekaligus output berupa karya meubel dan hasil praktik rias yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.

Dikatakan Saiful, aksi perubahan ini merupakan komitmen nyata untuk menghadirkan pembinaan yang relevan dan berkelanjutan. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved