Jumat, 1 Mei 2026

Unika Santu Paulus Ruteng

Mahasiswa Unika Ruteng Ubah Sampah Jadi Estetika, Kerajinan Bunga dari Plastik Kresek

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat dalam mengolah sampah plastik kresek menjadi kerajinan

Tayang:
Editor: Hilarius Ninu
zoom-inlihat foto Mahasiswa Unika Ruteng Ubah Sampah Jadi Estetika, Kerajinan Bunga dari Plastik Kresek
TRIBUNFLORES.COM/HO-UNIKA SANTU PAULUS RUTENG
Kerajinan bunga kamboja dari sampah plastik hasil karya mahasiswa Unika Santu Paulus Ruteng 

Ringkasan Berita:
  •  Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat dalam mengolah sampah plastik kresek menjadi kerajinan bunga kamboja 

ABSTRAK

Sampah plastik merupakan permasalahan lingkungan yang memerlukan penanganan berbasis partisipasi masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat dalam mengolah sampah plastik kresek menjadi kerajinan bunga kamboja yang bernilai estetika dan fungsional. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui kegiatan pelatihan dan pendampingan kepada ibu-ibu di Ngencung, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai. Kegiatan dilakukan melalui praktik langsung pembuatan bunga kamboja dari plastik kresek. Data dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan dan kreativitas peserta serta meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah plastik. Kegiatan ini berkontribusi dalam pengurangan sampah plastik dan berpotensi dikembangkan sebagai upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis lingkungan.

Kata kunci: sampah plastik; pemberdayaan masyarakat; kerajinan bunga; pengabdian kepada masyarakat

PENDAHULUAN

Sampah merupakan salah satu permasalahan kompleks yang dihadapi baik oleh negara-negara berkembang maupun negara-negara maju di dunia. Masalah sampah merupakan masalah yang umum dan telah menjadi fenomena universal diberbagai negara di dunia. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, sampah adalah barang atau benda yang dibuang karena tidak terpakai lagi dsb; kotoran seperti daun, plastik, dan kertas. Sejalan dengan pengertian di atas, sampah menurut pasal 1 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengolahan Sampah adalah sisa kegiatan sehari-hari manusia dan atau proses alam yang berbentuk padat (Linda, 2016). Sampah tersebut menjadi permasalahan lingkungan karena kuantitas maupun tingkat bahayanya mengganggu kelangsungan makhluk hidup. Oleh karena itu dengan mengubah sampah plastik menjadi barang yang dapat digunakan kembali dapat membantu mengurangi pencemaran lingkungan.

Saat ini plastik telah menjadi material yang penting di kehidupan modern dan banyak digunakan untuk berbagai macam. Penggunaan plastik ini akan terus meningkat sejalan dengan waktu yang akan datang mengingat kelebihan yang dimilikinya antara lain ringan dan kuat, tahan terhadap korosi, transparan, mudah diwarnai dan sifat insulasinya yang cukup baik ((Novia, 2021).

 

 

 

Baca juga: Penampakan Gedung Gereja Katolik Baru Unika Santu Paulus Ruteng Kini Berdiri Megah

 

 

 

 

Pada era saat ini tidak dapat dipungkiri bahwa kita hidup berdampingan dengan bahan sintetis seperti plastik. Plastik merupakan salah satu bahan baku di setiap barang yang hampir sering kita temui mulai dari alat makan (sendok, garpu, piring, mangkuk, gelas, dan lain-lain), botol minum, kantong plastik, pembungkus makanan (mika), pipa, plastik mika laminating, hingga mainan anak-anak. Menurut para peneliti, penggunaan plastik secara berlebihan dapat menyebabkan gangguan pada kesehatan dan dapat menjadi ancaman bagi lingkungan ((Nizar et al., 2025).

Kreativitas pemanfaatan sampah plastik menjadi kerajinan tangan adalah solusi yang cukup baik untuk mengubah sampah plastik menjadi menjadi barang yang berguna kembali, bahkan memiliki nilai jual serta dapat dikreasikan menjadi barang yang mempunyai nilai estetika. Kreativitas dalam diri seseorang dapat ditumbuhakan melalui banyak cara, salah satunya yaitu dengan membuat kerajinan tangan. Sampah plastik dapat dibuat kerajinan tangan seperti tas belanja, hiasan kamar, dompet, lampu hias, tempat pensil, keranjang, bunga, dan lainnya ((Nasution et al., 2018). 

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved