Unika Santu Paulus Ruteng
Rektor Unika Santu Paulus Ruteng Dorong Kader Sinergoy Berwawasan Populorum Progressio
Rektor menegaskan bahwa Populorum Progressio memandang pembangunan secara menyeluruh, tidak hanya berorientasi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Unika-Ruteng-Dorong-Kader-Sinergoy.jpg)
TRIBUNFLORES.COM, RUTENG – Rektor Universitas Katolik Indonesia (Unika) Santu Paulus Ruteng mendorong para kader Sinergoy St. Paulus untuk membangun diri sebagai mahasiswa yang berwawasan Populorum Progressio, yakni mahasiswa yang memiliki kepekaan sosial, solidaritas global serta komitmen kuat terhadap pembangunan manusia seutuhnya.
Hal tersebut disampaikan Rektor Unika Santu Paulus Ruteng, Dr. Agustinus Manfred Habur, Lic.Theol., dalam kegiatan kaderisasi Sinergoy Unika Santu Paulus Ruteng Angkatan III yang berlangsung di Rumah Novisiat St. Klaus Kuwu, Senin (26/1/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Rektor mengajak para kader untuk mendalami gagasan-gagasan utama ensiklik Populorum Progressio (1967) karya Paus Paulus VI sebagai fondasi etis dan spiritual dalam pembentukan karakter mahasiswa Katolik di tengah tantangan zaman.
Rektor menegaskan bahwa Populorum Progressio memandang pembangunan secara menyeluruh, tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada pengembangan seluruh dimensi kemanusiaan.
Baca juga: Mahasiswa 2024C Prodi PBSI Unika Santu Paulus Ruteng Baksos di Gereja Michael Kumba
“Populorum Progressio mengajarkan kepada kita bahwa pembangunan sejati bukan sekadar pertumbuhan ekonomi, melainkan pembangunan manusia seutuhnya seluruh pribadi dan semua orang,” tegas Rektor.
Menurutnya, pendidikan tinggi memiliki peran strategis sebagai proses pemanusiaan yang membentuk intelektualitas, nurani, serta tanggung jawab sosial mahasiswa secara utuh dan berkelanjutan.
Mahasiswa Dipanggil Keluar dari Menara Gading Akademik
Dalam pemaparannya, Rektor juga menekankan pentingnya solidaritas global sebagaimana ditegaskan dalam ensiklik tersebut.
Di tengah dunia yang semakin saling terhubung, mahasiswa dituntut memiliki kepekaan terhadap persoalan ketimpangan, kemiskinan, dan ketidakadilan sosial.
“Mahasiswa tidak boleh hidup dalam menara gading akademik. Mahasiswa harus hadir, peduli, dan terlibat langsung dalam realitas masyarakat,” ungkapnya.
Ia menilai, wawasan Populorum Progressio membantu mahasiswa membaca persoalan sosial secara kritis sekaligus mendorong keterlibatan nyata dalam upaya transformasi sosial.
Progressus est Pax: Pembangunan sebagai Jalan Perdamaian
| Mahasiswa 2024C Prodi PBSI Unika Santu Paulus Ruteng Baksos di Gereja Michael Kumba |
|
|---|
| Mahasiswa Teologi Unika Santu Paulus Ruteng Mengabdi Saat Perayaan Natal 2025 |
|
|---|
| Mahasiswa Unika Santu Paulus Ruteng Asistensi Natal 2025 di Tiga Keuskupan Besar di Flores |
|
|---|
| Mahasiswa PBSI 2025 A Unika Santu Paulus Ruteng Rayakan Buku Aku Karya Arcangela |
|
|---|
| Penampakan Gedung Gereja Katolik Baru Unika Santu Paulus Ruteng Kini Berdiri Megah |
|
|---|