Unika Santu Paulus Ruteng
Pengukuhan Dua Guru Besar, RD Manfred: Unika Ruteng Bertumbuh Jadi Komunitas Transformatif
Pengukuhan ini menjadi bukti bahwa Unika Ruteng tersebut terus bertumbuh sebagai komunitas akademis yang hidup, reflektif, dan transformatif.
Penulis: Robert Ropo | Editor: Hilarius Ninu
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Sambutan-Rektor-Unika-Ruteng-Gb.jpg)
Ringkasan Berita:
- Universitas Katolik (Unika) Santu Paulus Ruteng resmi mengukuhkan dua orang Guru Besar dalam sidang senat terbuka di Aula GUT Lantai 5, Jumat, 8 Mei 2026 pagi.
- Rektor Unika Santu Paulus Ruteng, RD Dr. Agustinus Manfred Habur, Lic.Teol, menyampaikan bahwa momen pengukuhan ini merupakan hari sukacita akademik sekaligus hari pengharapan bagi seluruh civitas akademika.
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Robert Ropo
TRIBUNFLORES.COM, RUTENG – Universitas Katolik (Unika) Santu Paulus Ruteng resmi mengukuhkan dua orang Guru Besar dalam sidang senat terbuka di Aula GUT Lantai 5, Jumat, 8 Mei 2026 pagi.
Pengukuhan ini menjadi bukti bahwa kampus tersebut terus bertumbuh sebagai komunitas akademis yang hidup, reflektif, dan transformatif.
Rektor Unika Santu Paulus Ruteng, RD Dr. Agustinus Manfred Habur, Lic.Teol, menyampaikan bahwa momen pengukuhan ini merupakan hari sukacita akademik sekaligus hari pengharapan bagi seluruh civitas akademika.
"Kita berkumpul bukan hanya untuk merayakan pencapaian pribadi, tetapi untuk meneguhkan sebuah panggilan intelektual dan spiritual: panggilan menjadi terang di tengah dunia yang semakin kompleks dan penuh ketidakpastian," ujar RD Manfred dalam sambutannya.
Baca juga: Gubernur NTT Sebut Pengukuhan Dua Profesor di Unika Ruteng Patahkan Stigma NTT Daerah Tertinggal
Dua profesor yang dikukuhkan adalah Prof. Mgr. Maksimus Regus, S.Fil., M.Si., LL.M., Ph.D., pakar sosiologi agama dan multikulturalisme, serta Prof. Dr. Sabina Ndiung, M.Pd., pakar pembelajaran dan asesmen matematika sekolah dasar.
Menurut RD Manfred, kehadiran kedua guru besar ini sangat relevan dengan tema pengukuhan yakni “Menavigasi Ketidakpastian”.
Ia menilai, ketidakpastian di era modern saat ini seharusnya tidak dipandang sebagai ancaman, melainkan sebagai ruang kreativitas dan penemuan makna.
"Di sinilah peran ilmu pengetahuan dan iman menjadi sangat penting. Bukan untuk menghapus ketidakpastian, tetapi untuk menavigasinya dengan bijaksana dan penuh harapan," lanjutnya.
Baca juga: Profil Profesor Dr Sabina Ndiung, Anak Petani saat SMP Jalan Kaki 12 KM ke Sekolah
Integrasi Iman dan Logika
Dalam pidatonya, Rektor Manfred menyoroti bagaimana kedua guru besar tersebut saling melengkapi dalam disiplin ilmu yang berbeda. Prof. Maksimus Regus membawa refleksi mendalam tentang iman sebagai energi transformasi sosial yang inklusif. Sementara itu, Prof. Sabina Ndiung menunjukkan bahwa matematika adalah fondasi berpikir jernih dan sistematis.
"Iman tanpa kejernihan berpikir dapat menjadi rapuh, sementara kecerdasan logis tanpa nilai iman dapat menjadi kering dan kehilangan arah. Karena itu, integrasi keduanya adalah sebuah keharusan," tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya aspek "menggembirakan" dalam dunia pendidikan. Ia berharap para guru besar tidak hanya menjadi sosok yang cerdas secara intelektual, tetapi juga mampu menularkan kegembiraan spiritual kepada generasi muda.
"Menjadi guru besar bukanlah titik akhir, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar sebagai penjaga nalar publik dan penuntun arah peradaban," tambahnya.
Mengakhiri sambutannya, RD Manfred menyampaikan selamat kepada kedua profesor baru tersebut. Ia berharap gelar tertinggi akademik ini semakin meneguhkan komitmen mereka dalam melayani kebenaran dan membangun peradaban kasih di tengah dunia yang penuh tantangan.
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News
Guru Besar di Unika Santu Paulus Ruteng
Pengukuhan Guru Besar Unika Ruteng
Prof. Dr. Maksimus Regus
Prof. Dr. Sabina Ndiung
RD Agustinus Manfred Habur
NTT
Manggarai
Unika Santu Paulus Ruteng
| Kisah Prof Dr Maksimus Regus, Pernah Tidak Mau Pergi Sekolah, Mama Esi Marah |
|
|---|
| Profil Profesor Dr Sabina Ndiung, Anak Petani saat SMP Jalan Kaki 12 KM ke Sekolah |
|
|---|
| Gubernur NTT Sebut Pengukuhan Dua Profesor di Unika Ruteng Patahkan Stigma NTT Daerah Tertinggal |
|
|---|
| Kepala LLDIKTI Wilayah XV Kukuhkan 2 Guru Besar Unika St Paulus Ruteng |
|
|---|