Sabtu, 9 Mei 2026

Unika Santu Paulus Ruteng

Kukuhkan 2 Guru Besar Unika Santu Paulus Ruteng, Ini Harapan Prof. Adrianus Amheka

Menurutnya, Prof. Maksimus adalah satu-satunya tokoh agama Katolik dan Kristen di NTT yang berjabatan

Tayang:
Penulis: Robert Ropo | Editor: Nofri Fuka
zoom-inlihat foto Kukuhkan 2 Guru Besar Unika Santu Paulus Ruteng, Ini Harapan Prof. Adrianus Amheka
Tribunnews.com/TRIBUNFLORES.COM/DOK.ERIK RATU
KUKUHKAN - Kepala Lembaga LLDIKTI Wilayah XV Prof. Dr. Adrianus Amheka, ST.,M.Eng, sedang mengkukuhkan 2 guru besar Unika Santu Paulus Ruteng, Jumat 8 Mei 2026. 

Ringkasan Berita:
  • LLDIKTI Wilayah XV mengukuhkan dua guru besar Unika Santu Paulus Ruteng, Prof. Maksimus Regus dan Prof. Sabina Ndiung, Jumat 8 Mei 2026.
  • Prof. Maksimus tercatat sebagai Uskup pertama di NTT bergelar profesor, sementara Prof. Sabina berkiprah di pendidikan matematika SD.
  • Pengukuhan ini menambah jumlah profesor aktif kampus menjadi lima orang dan memperkuat mutu pendidikan tinggi di NTT.
 

TRIBUNFLORES.COM, RUTENG - Kepala Lembaga LLDIKTI Wilayah XV, Prof. Dr. Adrianus Amheka, ST., M.Eng, memberikan harapan kepada dua guru besar yakni Prof. Dr. Maksimus Regus, S.Fil., M.Si. dengan ranting ilmu/kepakaran: Sosiologi Agama/Multikulturalisme, dan Prof. Dr. Sabina Ndiung, M.Pd. dengan ranting ilmu/kepakaran: Pembelajaran Matematika Pendidikan Dasar/Asesmen Pembelajaran Matematika Pendidikan Dasar.

Dalam sambutannya yang berlangsung di Aula GUT Lantai 5 Kampus Unika Santu Paulus Ruteng, Jumat 8 Mei 2026, Prof. Dr. Adrianus Amheka menyampaikan selamat bagi Prof. Dr. Maksimus Regus sebagai Profesor ke-4 dan Prof. Sabina Ndiung sebagai Profesor ke-5 di Unika Indonesia Santu Paulus Ruteng.

Menurutnya, Prof. Maksimus adalah satu-satunya tokoh agama Katolik dan Kristen di NTT yang berjabatan akademik profesor sekaligus Uskup pertama bergelar profesor di NTT.
“Ini suatu prestasi dan kebanggaan kita bersama,” ungkapnya.

Sementara itu, kata Prof. Adrianus, Prof. Sabina adalah professor yang telah memberikan dedikasi berkualitas bagi bidang ilmu Pendidikan Matematika, khususnya Asesmen Pembelajaran Matematika Sekolah Dasar yang masih tergolong sedikit di NTT.

 

Baca juga: Cetak Sejarah di NTT, Unika Santu Paulus Ruteng Lahirkan Suami-Istri Bergelar Profesor

 

 

Prof. Adrianus juga menerangkan, pengukuhan guru besar dalam bentuk Rapat Senat Terbuka telah menjadi akar tradisi akademik yang dilakukan sebagai bagian dari penghormatan terhadap jabatan tertinggi akademik seorang dosen dalam komunitasnya, termasuk di tengah masyarakat.

Sekaligus, tradisi ini untuk menjaga kewibawaan akademik kampus, salah satunya melalui orasi ilmiah yang telah disampaikan oleh Prof. Maksimus dan Prof. Sabina, yang mempresentasikan penelitian, prestasi serta fokus akademiknya ke depan sebagai bentuk pertanggungjawaban akademik profesor melalui diseminasi riset terdepan dan berdampak, yang dirujuk oleh para kolega ilmuwan dunia di bidang ilmu yang relevan dengan ranting ilmu profesor yang dikukuhkan.

Tradisi ini juga sekaligus menjaga kehormatan dan kewibawaan dunia kampus, khususnya Unika Santu Paulus Ruteng, melalui capaian karir terbaik dosen yang memberikan dampak pada mutu kelembagaan secara signifikan, serta dampak sosial berupa meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap kualitas sumber daya manusia di kampus tersebut.

Prof. Adrianus Sampaikan Terima Kasih

Prof. Adrianus juga menyampaikan terima kasih kepada Romo Rektor Agustinus Manfred beserta Ketua dan segenap anggota Senat yang telah menjaga ekosistem kualitas sumber daya dosen melalui dukungan dalam mencapai gelar akademik tertinggi. Saat ini, ditandai dengan jumlah profesor aktif terbanyak di Unika Santu Paulus Ruteng, yakni 5 orang profesor aktif sesuai ketentuan yang berlaku.

Karena itu, Prof. Adrianus berharap melalui capaian Prof. Maksimus, akan memperkaya pengetahuan mengenai agama dan kemasyarakatan dalam perilaku sosial keberagaman budaya yang saat ini sangat diperlukan dalam dinamika sosial budaya.

Sedangkan untuk Prof. Sabina, diharapkan memberikan dampak signifikan bagi pembelajaran melalui penanaman konsep dasar, logika, serta kemampuan pemecahan masalah secara sistematik yang berkaitan dengan kehidupan nyata.

Ke depan, bidang ilmu ini menjadi bagian penting dalam compact world, di mana fenomena alam ditransformasi dalam bentuk variabel untuk mengukur optimalisasi pemecahan masalah secara matematis sebagai bagian dari proyeksi sumber daya manusia yang berdampak melalui produksi manusia unggul berkualitas.

“Profesor sebagai pemimpin akademik/Academic Leader adalah dosen profesional dan ilmuwan yang bertugas mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi serta seni melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved