Kamis, 28 Mei 2026

Unika Santu Paulus Ruteng

FIKES Unika Ruteng Seminar Nasional, Angkat Topik Kesehatan Generasi Muda

Panitia menggelar kegiatan secara hybrid melalui Zoom Meeting dan tatap muka di Aula Gedung Utama Timur (GUT) Lantai 5 pada Senin, 25 Mei 2026.

Tayang:
Editor: Hilarius Ninu
zoom-inlihat foto FIKES Unika Ruteng Seminar Nasional, Angkat Topik Kesehatan Generasi Muda
TRIBUNFLORES.COM/HO-UNIKA SANTU PAULUS RUTENG
Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng (Unika St. Paulus Ruteng) sukses menyelenggarakan Seminar Nasional (SemNas) bertajuk “Survive The Scroll: Harmonisasi Teknologi dan Kesehatan Mental Menuju Generasi Muda yang Resilien di Era Hiperkonektivitas”.  

Narasumber pertama, Prof. Dra. R.A. Yayi Suryo Prabandari, membawakan materi bertajuk “Gaming Disorder, Judi Online & Krisis Kesehatan Mental-Kognitif Generasi Digital.”

Dalam paparannya, ia menyoroti meningkatnya fenomena adiksi digital di kalangan generasi muda, mulai dari kecanduan game online, internet addiction, hingga judi dan pinjaman online.

Ia menjelaskan bahwa penggunaan gawai dan internet secara berlebihan berdampak langsung pada kesehatan mental, kualitas tidur, performa akademik, dan relasi sosial generasi muda.

Prof. Yayi juga menekankan pentingnya promosi kesehatan mental melalui pendekatan multi-level, baik di lingkungan individu, keluarga, kampus, komunitas, maupun pemerintah.

“Generasi muda membutuhkan dukungan lingkungan yang sehat agar mampu lebih resilien menghadapi tekanan dunia digital,” jelasnya.

Guru Besar UI Bahas Hoaks Kesehatan dan Cyberbullying

Narasumber kedua, Prof. Dr. Budi Anna Keliat, membawakan materi “Navigasi Cerdas AI untuk Generasi Muda & Hoaks Kesehatan, Cyberbullying, serta Peran Nakes sebagai Digital Health Communicator.”

Ia menjelaskan bahwa era digital membentuk generasi yang sangat terhubung dengan teknologi, tetapi juga rentan mengalami kecemasan, depresi, kesepian, hingga phubbing atau kecenderungan mengabaikan interaksi sosial karena fokus pada gawai.

Menurutnya, tenaga kesehatan memiliki peran strategis sebagai komunikator kesehatan digital yang mampu memberikan edukasi sehat dan melawan penyebaran hoaks kesehatan di ruang digital.

“Tenaga kesehatan perlu hadir sebagai pendamping dan edukator agar generasi muda mampu menggunakan teknologi secara sehat, kritis, dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara koneksi digital dan kehadiran nyata dalam kehidupan sosial sehari-hari.

Dosen FIKes Unika Ruteng Bahas Digital Wellbeing di Manggarai

Sementara itu, narasumber ketiga, Dr. Oliva Suyen Ningsih, membawakan materi “Digital Wellbeing di Manggarai: Realitas Lokal & Peran Nakes” dengan subtema “The Impact of Digital Culture on Sleep, Physical Activity, And Nutrition Among Younger Population: An Evidence-Based Perspective.”

Dalam presentasinya, ia menjelaskan bagaimana budaya digital memengaruhi pola tidur, aktivitas fisik, dan nutrisi generasi muda.

Menurutnya, penggunaan teknologi digital secara berlebihan dapat memicu perilaku sedentari, gangguan tidur, obesitas, hingga masalah kesehatan mental.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved