Jumat, 12 Juni 2026

Unika Santu Paulus Ruteng

Budaya Manggarai Terancam Tergerus Zaman, Ini Pandangan Mahasiswa Unika Ruteng

Namun, di tengah perkembangan zaman yang semakin pesat, budaya Manggarai menghadapi tantangan yang tidak

Tayang:
Editor: Nofri Fuka
zoom-inlihat foto Budaya Manggarai Terancam Tergerus Zaman, Ini Pandangan Mahasiswa Unika Ruteng
TRIBUNFLORES.COM / HO-YOHANES
Yohanes Darmansi, Mahasiswa Unika Santu Paulus Ruteng, Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia  

Ringkasan Berita:
  • Budaya Manggarai menghadapi tantangan akibat pengaruh teknologi dan media sosial yang membuat sebagian generasi muda mulai menjauh dari tradisi lokal.
  • Nilai-nilai budaya Manggarai seperti gotong royong, musyawarah, dan kekeluargaan tetap relevan serta penting untuk dipertahankan.
  • Pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan generasi muda, dukungan dunia pendidikan, dan perhatian pemerintah agar warisan budaya tetap lestari.
 

Oleh: Yohanes Darmansi, Mahasiswa Unika Santu Paulus Ruteng, Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 

TRIBUNFLORES.COM, RUTENG - Budaya merupakan identitas yang melekat pada suatu masyarakat dan menjadi warisan berharga yang diwariskan dari generasi ke generasi. Bagi masyarakat Manggarai, budaya tidak hanya tercermin dalam upacara adat, bahasa daerah, atau kesenian tradisional, tetapi juga dalam nilai-nilai kehidupan seperti gotong royong, musyawarah, dan rasa kekeluargaan yang masih terjaga hingga saat ini.

Namun, di tengah perkembangan zaman yang semakin pesat, budaya Manggarai menghadapi tantangan yang tidak ringan. Kemajuan teknologi dan derasnya arus informasi melalui media sosial telah membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat, terutama generasi muda.

Banyak anak muda yang lebih mengenal tren budaya populer dari luar daerah dibandingkan tradisi yang tumbuh di lingkungan mereka sendiri.

Fenomena tersebut bukanlah sesuatu yang sepenuhnya keliru. Keterbukaan terhadap perkembangan global merupakan bagian dari dinamika masyarakat modern. Namun, persoalan muncul ketika generasi muda mulai kehilangan ketertarikan terhadap bahasa daerah, adat istiadat, maupun kesenian tradisional yang menjadi bagian dari identitas mereka. 

 

Baca juga: Mahasiswi Unika Ruteng Sebut Pendidikan Berkualitas Jadi Kunci Kemajuan Bangsa

 

 

Jika kondisi ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin berbagai warisan budaya Manggarai akan semakin terpinggirkan.

Padahal, budaya Manggarai memiliki nilai-nilai luhur yang tetap relevan dalam kehidupan saat ini. Tradisi gotong royong yang dikenal kuat dalam kehidupan masyarakat Manggarai mengajarkan pentingnya kebersamaan dan solidaritas sosial. 

Demikian pula budaya musyawarah yang mengedepankan dialog dan kesepakatan bersama menjadi nilai yang sangat dibutuhkan di tengah kehidupan modern yang semakin individualistis.

Karena itu, upaya pelestarian budaya tidak boleh hanya dilakukan pada saat festival atau perayaan adat semata. Pelestarian budaya harus menjadi gerakan bersama yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, terutama generasi muda. 

Mereka perlu diberi ruang untuk terlibat langsung dalam berbagai kegiatan budaya agar tidak hanya mengenal tradisi secara teori, tetapi juga memahami makna dan nilai yang terkandung di dalamnya.

Dunia pendidikan juga memiliki peran strategis dalam menjaga keberlangsungan budaya lokal. Sekolah dapat menjadi sarana efektif untuk mengenalkan budaya Manggarai melalui pembelajaran, kegiatan ekstrakurikuler, maupun berbagai program yang mendorong siswa mencintai warisan budaya daerahnya. 

Dengan demikian, budaya tidak hanya dikenang sebagai sejarah, tetapi tetap hidup dalam kehidupan sehari-hari.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved