Selasa, 14 April 2026

Bantuan Presiden Prabowo di Sikka

Ironi Smart TV Bantuan Prabowo untuk SDN Todang: Terhambat Internet dan Jalan Rusak

Smart TV dengan berat paket LCD sekitar 56 kilogram dan 23 kilogram aksesori tambahan yang diperkirakan seharga

Tayang:
Penulis: Arnol Welianto | Editor: Nofri Fuka
zoom-inlihat foto Ironi Smart TV Bantuan Prabowo untuk SDN Todang: Terhambat Internet dan Jalan Rusak
TRIBUNFLORES. COM/HO-NIKOLAUS
PIKUL - Bantuan Smart TV dari Presiden Prabowo Subianto, dipikul guru dan orang tua menuju SDN Todang di Desa Hokor, Kecamatan Bola, Kabupaten Sikka, NTT. 

Ringkasan Berita:
  • SDN Todang juga mendapatkan bantuan Smart TV dari Presiden Prabowo
  • Oleh karena terhambat akses jalan yang rusak TV itu dipikul oleh guru dan orang tua murid
  • Tak hanya itu, sekolah tersebut juga kesulitan mengakses internet sehingga TV tersebut terancam tak digunakan secara efektif

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Arnold Welianto

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Bantuan Smart TV dari Presiden Prabowo Subianto untuk SDN Todang, Desa Hokor, Kecamatan Bola, Kabupaten Sikka, NTT, justru memunculkan ironi. 

Perangkat yang seharusnya mendukung proses belajar mengajar itu terpaksa dipikul bergantian oleh guru dan orang tua murid karena akses jalan menuju sekolah yang rusak berat.

Smart TV dengan berat paket LCD sekitar 56 kilogram dan 23 kilogram aksesori tambahan yang diperkirakan seharga 25 hingga 30 juta itu diangkut secara manual melewati jalan setapak berbatu sejauh kurang lebih 1 kilometer. Jalur tersebut tidak bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Kondisi jalur menuju sekolah tampak seperti jalan setapak yang menanjak dipenuhi semak belukar yang rimbun.

 

Baca juga: Bantuan Smart TV Presiden Prabowo Tiba di Hokor Sikka, Jaringan Listrik Tidak Ada

 

 

Kepala SDN Todang, Nikolaus Helder, mengungkapkan bahwa upaya memikul bantuan tersebut dilakukan secara gotong royong oleh para guru dan orang tua murid.

“Kami pikul dari lokasi Kali Mati Napung Gete ke SDN Todang, jaraknya kurang lebih 1 km mendaki. Berat paket LCD 56 kg dan aksesori lain 23 kg. Kami pikul bergantian,” jelasnya.

Tak Ada Listrik, Mengandalkan Genset

Setibanya di sekolah, Smart TV itu pun belum bisa digunakan secara optimal. SDN Todang tidak memiliki jaringan listrik, sehingga pihak sekolah harus mengandalkan genset.

“Kami masih pakai genset. Sebenarnya potensi terbaik adalah tenaga surya,” tambah Nikolaus.

Internet dan Infrastruktur Sangat Terbatas

Selain listrik, SDN Todang juga tidak memiliki jaringan internet dan fasilitas pendukung seperti komputer. Kondisi ini membuat kegiatan belajar berbasis teknologi, termasuk pelaksanaan ujian online, sangat sulit dilakukan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved