Minggu, 3 Mei 2026

Berita Sikka

Nelayan di Mauloo Sikka, Keluhkan Mahal dan Sulitnya Akses Solar Subsidi

“Masalah BBM ini kita harus dapat rekomendasi dari Dinas Perikanan, tapi pemakaiannya cuma satu bulan. Kadang

Tayang:
Editor: Nofri Fuka
zoom-inlihat foto Nelayan di Mauloo Sikka, Keluhkan Mahal dan Sulitnya Akses Solar Subsidi
Tribunnews.com/TRIBUNFLORES.COM/ALBERT AQUINALDO
KELUHKAN BBM - Petrus Paru, nelayan di Desa Mbengu, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka mengeluhkan mahalnya harga BBM jenis solar di pengecer. 

Ringkasan Berita:
  • Sejumlah nelayan di Mauloo mengeluhkan harga BBM Jenis Solar yang mahal
  • Solar yang dibeli di tingkat pengecer dijual dengan harga mencapai Rp 10.000 per liter
  • Masalah BBM ini  harus dapat rekomendasi dari Dinas Perikanan, tapi pemakaiannya cuma satu bulan

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Albert Aquinaldo 

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE – Sejumlah nelayan di Mauloo, Desa Mbengu, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, mengeluhkan mahalnya harga bahan bakar minyak (BBM) jenis solar yang mereka beli dari pengecer. 

Kondisi ini dinilai sangat memberatkan, terutama bagi nelayan kecil yang menggantungkan hidup dari hasil melaut.

Solar yang dibeli di tingkat pengecer dijual dengan harga mencapai Rp 10.000 per liter, jauh lebih mahal dibandingkan harga solar subsidi di SPBU yang hanya Rp 6.800 per liter. 

Namun, keterbatasan akses membuat para nelayan terpaksa membeli BBM dengan harga tinggi.

 

Baca juga: Dari Lorong Kecil di Alok Timur Sikka, Ikat Flores Creative Berbicara tentang Alam dan Tradisi

 

 

Salah satu nelayan Mauloo, Petrus Paru, mengungkapkan, untuk mendapatkan solar subsidi di SPBU, nelayan harus mengantongi surat rekomendasi dari Dinas Kelautan dan Perikanan. 

Itupun, kata dia, rekomendasi tersebut hanya berlaku untuk jangka waktu satu bulan.

“Masalah BBM ini kita harus dapat rekomendasi dari Dinas Perikanan, tapi pemakaiannya cuma satu bulan. Kadang kalau tidak ada uang di rumah, kita tidak bisa manfaatkan rekomendasi itu untuk beli solar,” kata Petrus.

Ia menjelaskan, di Desa Mbengu saat ini hanya empat nelayan yang memiliki surat rekomendasi pembelian solar subsidi. 

Ironisnya, solar yang dibeli dengan rekomendasi tersebut kerap dijual kembali kepada nelayan lain dengan harga lebih mahal.

Untuk sekali melaut, nelayan membutuhkan sekitar 30 liter solar, yang hanya mampu menjangkau jarak 20 hingga 30 kilometer. 

Jarak tersebut, menurut Petrus, kadang tidak cukup untuk mencari lokasi tangkapan ikan yang potensial.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved