Sekolah Rusak di Sikka
Sekolah Berdinding Bambu di Sikka, SMPN 048 Sa Ate Gaikiu Rusak Berat Diterjang Angin Kencang
Kepala SMP Negeri 048 Sa Ate Gaikiu, Fransiskus Randis, mengatakan pasca kejadian tersebut kegiatan belajar mengajar
Penulis: Arnol Welianto | Editor: Nofri Fuka
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/SMPN-48-Gaikiu-Rusak-Berat.jpg)
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Arnold Welianto
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Bangunan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 048 Sa Ate Gaikiu yang terletak di Desa Bu Selatan, Kecamatan Tanawawo, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengalami kerusakan berat akibat diterjang angin kencang.
Bangunan sekolah darurat tersebut mengalami kerusakan pada bagian atap yang terlepas dan jatuh ke tanah.
Sejumlah balok kayu penyangga juga patah dan menimpa kursi serta meja belajar siswa sehingga tidak lagi aman digunakan untuk aktivitas belajar mengajar.
Kepala SMP Negeri 048 Sa Ate Gaikiu, Fransiskus Randis, mengatakan pasca kejadian tersebut kegiatan belajar mengajar (KBM) terpaksa dialihkan ke sekolah lain.
Baca juga: Imigrasi Maumere Perkenalkan Poltekpin, Dorong Pelajar SMKN 3 Maumere Tempuh Pendidikan Kedinasan
“Jumlah siswa kami 52 orang. Untuk sementara KBM dilakukan dengan meminjam ruang kelas di SD Negeri Gaikiu, sekolah terdekat,” ujar Fransiskus, Senin (2/2/2026).
Ia menjelaskan, bangunan yang roboh terdiri dari dua ruang kelas yang dibangun menggunakan rangka balok pinang dan kelapa, beratap seng, serta berdinding bambu. Kondisi bangunan yang sederhana membuatnya rentan rusak saat cuaca ekstrem.
Pihak sekolah telah melaporkan kejadian tersebut kepada Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (PKO) Kabupaten Sikka dan berharap ada penanganan cepat agar proses pembelajaran dapat kembali berjalan normal.
SMP Negeri 048 Sa Ate Gaikiu sendiri merupakan sekolah yang baru berdiri dan diresmikan pada Mei 2024. Hingga kini, bangunan sekolah masih bersifat darurat dengan kondisi berdinding bambu yang mulai lapuk atap seng berlubang serta lantai tanah yang berdebu.
Selain kerusakan bangunan, keterbatasan fasilitas juga menjadi persoalan serius. Sekolah ini hanya memiliki tiga ruangan, masing-masing satu ruang guru dan dua ruang kelas. Meja, kursi, papan tulis, hingga sarana pendukung pembelajaran lainnya sangat terbatas.
“Fasilitas belajar kami masih sangat kurang. Kami sangat membutuhkan meja, kursi, papan tulis, dan perlengkapan penunjang lainnya,” ungkap Fransiskus.
Meski berada dalam keterbatasan, proses pendidikan tetap dijalankan. Para guru bertahan demi memastikan anak-anak di wilayah Tanawawo tetap mendapatkan akses pendidikan, mengingat jarak tempuh ke sekolah lain cukup jauh, mencapai 6 hingga belasan kilometer.
Sekolah Rusak di Sikka
Angin Kencang di Sikka
SMP 048 Sa Ate Gaikiu
SMPN 48 Gaikiu di Tanawawo
Tanawawo
TribunFlores.com
| Tak Ada Jembatan Penghubung di Nita Sikka, Warga Nekat Terobos Derasnya Banjir |
|
|---|
| Gedung Darurat SMPN 48 Sa Ate Gaikiu, Potret Kegigihan Siswa dan Guru Majukan Pendidikan di Tanawawo |
|
|---|
| Sebelumnya Disegel, Gedung Kelas Jauh SDN Gaikiu di Pemo Tana Wawo Kembali Dibuka |
|
|---|
| Bangunan SMPN 048 Sa Ate Gaikiu di Tanawawo Sikka Ambruk Dihantam Angin Kencang |
|
|---|
| Penjabat Bupati Sikka Serahkan SK Pendirian Operasional SMPN 48 Gaikiu di Tanawawo |
|
|---|