Bandara Frans Seda Ditutup
Terdampak Erupsi Gunung Lewotobi, Empat Rute Penerbangan di Bandara Frans Seda Maumere Dibatalkan
Aktivitas penerbangan Bandara Frans Seda Maumere Bandara Frans Seda Maumere, ditutup sementara akibat erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki.
Penulis: Arnol Welianto | Editor: Gordy Donovan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/bandara-maumere-kembali-ditutup.jpg)
Ringkasan Berita:
- Aktivitas penerbangan di Bandar Udara Frans Seda Maumere Bandara Frans Seda Maumere, Kabupaten Sikka, NTT, ditutup sementara akibat dampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Kamis (23/4/2026).
- Penutupan ini dilakukan menyusul adanya sebaran abu vulkanik di ruang udara dan landasan Bandara Frans Seda Maumere yang dapat membahayakan keselamatan penerbangan.
- Bandara ditutup sementara hingga Jumat, 24 April 2026 pukul 06.00 WITA,
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Arnold Welianto
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Aktivitas penerbangan di Bandar Udara Frans Seda Maumere Bandara Frans Seda Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), ditutup sementara dampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Kamis (23/4/2026).
Penutupan ini dilakukan menyusul adanya sebaran abu vulkanik di ruang udara dan landasan Bandara Frans Seda Maumere yang dapat membahayakan keselamatan penerbangan.
Kepala Bandara Frans Seda Maumere, Partahian Panjaitan, menjelaskan bahwa penutupan merujuk pada NOTAM Nomor C0487/26 NOTAMN.
"Bandara Frans Seda ditutup dikarenakan dampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki sampai dengan 24 April 2026 pukul 06.00 WITA," ujar Partahian dalam keterangan tertulis, Kamis pagi.
Baca juga: Gunung Lewotobi Meletus Kamis Pagi, Tinggi Kolom Abu 1,8 Kilometer di Atas Puncak
Empat Rute Penerbangan Terdampak
Data pengelola bandara mencatat sedikitnya 122 calon penumpang terdampak akibat pembatalan jadwal terbang.
Adapun empat rute penerbangan yang berhenti beroperasi sementara di antaranya, IW1941 (Maumere-Makassar, IW1940 (Makassar-Maumere), IW1829 (Kupang-Maumere), IW1828 (Maumere-Kupang).
Tinggi kolom abu 1,8 kilometer
Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Lewotobi Laki-laki, erupsi terjadi pada Kamis pagi pukul 07.21 WITA. Gunung api setinggi 1.584 mdpl itu memuntahkan kolom abu setinggi 1.800 meter di atas puncak.
"Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat daya. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22,2 mm dan durasi 103 detik," jelas petugas PGA, Emanuel Rofinus Bere, melalui aplikasi MAGMA Indonesia.
Dalam enam jam terakhir, teramati telah terjadi sembilan kali letusan. Aliran lava juga dilaporkan telah mencapai jarak 3.800 meter ke arah barat-barat laut dan 4.340 meter ke arah timur laut dari pusat erupsi.
Baca juga: Gunung Lewotobi Meletus Tadi Malam, Semburkan Abu 1.700 Meter
Status Waspada
Hingga saat ini, tingkat aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki masih berada pada Level II (Waspada).
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) merekomendasikan masyarakat maupun wisatawan agar tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius 4 kilometer dari pusat erupsi.
Masyarakat juga diimbau mewaspadai potensi banjir lahar hujan di sungai-sungai yang berhulu di puncak gunung, terutama saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi.
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News