Longsor di Ngada
Hujan Deras Akibatkan Longsor, Akses ke Tiga Kecamatan di Ngada Lumpuh Total
Intensitas hujan yang tinggi melanda Kabupaten Ngada, NTT, menyebabkan akses jalan utama di tiga kecamatan, mengalami lupuh
Penulis: Charles Abar | Editor: Ricko Wawo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Longsor-di-Ngada-Regency.jpg)
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM,Charles Abar
TRIBUNFLORES.COM, BAJAWA- Intensitas hujan yang tinggi melanda Kabupaten Ngada, NTT, menyebabkan akses jalan utama di tiga kecamatan, mengalami lumpuh total sejak Senin hingga Selasa, 9 September 2025.
Tiga kecamatan yang mengalami dampak yang cukup parah, terjadi di Kecamatan Golewa Selatan, Golewa dan Kecamatan Jerebuu.
Beberapa titik akses jalan utama antar Kecamatan tepat di Laja-Maumbawa Kecamatan Golewa Selatan tertimbun longsor yang menyebabkan akses lumpuh hingga pagi ini.
Baca juga: Gunung Lewotobi 2 Kali Gempa Guguran 1 Kali Gempa Hembusan
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ngada, Emanuel Kora, mengatakan, tiga kecamatan itu yang mengalami dampak longsor yang cukup besar, berada di Kecamatan Golewa tepat Malanuza, Laja-Maumbawa Golewa Selatan dan Jerebuu menuju Kecamatan Inerie.
Untuk penanganan darurat yang dilakukan kata Eman, pihaknya sudah di melakukan sejak tadi malam dengan menurunkan alat berat.
“Untuk penanganan darurat kita sudah kerjakan sejak tadi malam sampai tengah malam di Malanuza, hari ini kita bergeser ke Laja,” ungkap Eman Kora, kepada TRIBUNFLORES.COM, Selasa (09/09/2025).
Beberapa titik yang paling parah kata Eman, terjadi di Laja menuju Maumbawa, Kecamatan Golewa selatan menyebabkan akses terputus.
“Hari ini kita melakukan pembersihan di Laja, akses tutup karena material longsor dari tebing menutup jalan,” ungkap Eman.
Hingga saat ini, kata dia, belum ada korban jiwa. Namun, beberapa fasilitas umum seperti sekolah dan rumah warga juga turut berdampak longsor di Kecamatan yang rawan terjadi longsor.
Adapun kondisi cuaca buruk yang melanda beberapa wilayah di Flores kata Eman, merupakan, dampak dari musim kemarau basa. BMKG memprediksi akan terjadi hingga akhir tahun 2025.
Ia menghimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada baik warga yang tinggal di daerah rawan longsor maupun pengendara yang melintasi daerah rawan longsor.
| Hari Ini, Mahasiswa dan Pemuda NTT Gelar Aksi Tolak Tunjangan DPRD |
|
|---|
| Injil Katolik Hari Rabu 10 September 2025 Lengkap Mazmur Tanggapan |
|
|---|
| Bacaan-bacaan Liturgi Rabu 10 September 2025, Pesta Fakultatif Santo Theodardus, Martir |
|
|---|
| Prospek Cuaca 9-15 September 2025, BMKG: Waspada Peningkatan Curah Hujan Sebagian Wilayah Indonesia |
|
|---|