Berita Ngada
Festival Gayain Ngada Bahas Titik Temu Modernisasi dan Tradisi
Ia menekankan, cara terbaik menghadapinya bukan dengan melarang melainkan dengan memperbanyak konten positif yang kreatif dan membangun.
Penulis: Charles Abar | Editor: Hilarius Ninu
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Dialog-budaya.jpg)
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM,Charles Abar
TRIBUNFLORES.COM, BAJAWA – Dialog publik bertema “Modernisasi vs Tradisi Mencari Titik Temu” dalam rangkaian Festival Gayain Ngada 2025, Minggu (28/9/2025) menghadirkan pandangan budaya adalah pilar hidup masyarakat yang harus terus dijaga di tengah arus digitalisasi dan perubahan zaman.
Dialog yang berlangsung di Kampung Adat Beiposo, Desa Beiwali, Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada, NTT ini dihadiri masyarakat adat, pelaku budaya, generasi muda serta pejabat pemerintah pusat dan daerah.
Direktur Film Musik dan Seni Kementerian Kebudayaan RI, Syaifullah Agam, menyoroti tantangan era digital yang dipenuhi konten negatif mulai dari ujaran kebencian hingga pornografi.
Ia menekankan, cara terbaik menghadapinya bukan dengan melarang melainkan dengan memperbanyak konten positif yang kreatif.
Baca juga: Wisuda Ke-21 Politeknik Santu Wilhelmus Boawae, Direktur Tekankan Integritas, Inovasi dan Pengabdian
| Wisuda Ke-21 Politeknik Santu Wilhelmus Boawae, Direktur Tekankan Integritas, Inovasi dan Pengabdian |
|
|---|
| Dosen Unipa Maumere Teliti Lebon Motong dan Tulang Ikan Tuna, Inovasi Atasi Stunting |
|
|---|
| Material Letusan Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur NTT 3 Juta Ton Kubik |
|
|---|
| Sebelum Gigit Bocah 4 Tahun di Manggarai, Anjing Rabies Berkeliaran 1 Minggu di Tiga Desa |
|
|---|