Berita Ngada
Pasar Rakyat Malanuza Ngada Raih Penghargaan Nasional dari BPOM
Pasar Rakyat Malanuza di Kabupaten Ngada meraih penghargaan nasional sebagai pemenang Lomba Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas yang
Penulis: Charles Abar | Editor: Ricko Wawo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Nicolaus-Noywuli.jpg)
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Charles Abar
TRIBUNFLORES.COM, BAJAWA – Pasar Rakyat Malanuza di Kabupaten Ngada meraih penghargaan nasional sebagai pemenang Lomba Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas yang digelar oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Penghargaan tersebut diserahkan dalam kegiatan Germas Sapa (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Sadar Pangan Aman) yang berlangsung di Aula Gedung Bhineka Tunggal Ika BPOM, Jalan Percetakan Negara No. 23, Jakarta Pusat, Selasa (21/10/2025).
Kepala Balai POM di Ende, Eko Agus Budi Darmawan, SF., Apt., M.Pharm, dalam surat resminya Nomor B-PM.02.04.26B.10.25.950 tertanggal 15 Oktober 2025, menyampaikan undangan kepada Bupati Ngada untuk menghadiri acara penyerahan apresiasi tersebut.
Baca juga: Status SIAGA, Gunung Lewotolok NTT 58 Kali Gempa Letusan 103 Kali Gempa Hembusan
Dalam kegiatan itu, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Ngada, Nicolaus Noywuli, hadir mewakili Bupati Ngada untuk menerima penghargaan dari BPOM.
Turut mendampingi, Elvira, Kepala Bidang Perdagangan pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Ngada, yang selama ini aktif melakukan pembinaan terhadap Pasar Rakyat Malanuza dan pasar-pasar lainnya di Kabupaten Ngada.
Asisten II Setda Ngada, Nicolaus Noywuli, menyampaikan bahwa penghargaan yang diterima Pasar Rakyat Malanuza menjadi motivasi bagi Pemerintah Kabupaten Ngada untuk terus memperkuat sistem keamanan pangan di daerah.
“Apresiasi dari BPOM RI ini memotivasi kami untuk memastikan Pemerintah Kabupaten Ngada melalui perangkat daerah terkait terus melakukan berbagai upaya dalam meningkatkan keamanan pangan berbasis masyarakat. Upaya itu meliputi edukasi dan sosialisasi, pemberdayaan masyarakat, kolaborasi antar pihak, serta pengawasan yang berkelanjutan,” ujar Noywuli.
Ia menambahkan, pembinaan dan pendampingan terhadap pasar, sekolah, kelompok tani-ternak, hingga nelayan akan terus diperkuat.
“Pendekatan ini kami dorong agar warga sekolah dan masyarakat semakin memahami praktik pangan yang aman dan sehat, sekaligus berpartisipasi aktif dalam pengawasan dan produksi pangan lokal,” jelasnya.
Lebih lanjut, Noywuli menegaskan bahwa ketahanan pangan tidak hanya berbicara soal ketersediaan bahan pangan, tetapi juga keamanan dalam setiap produk yang dikonsumsi masyarakat.
“Prioritas ketahanan pangan mengandung makna bahwa pangan harus aman. Pangan aman, Ngada kuat dan maju,” tegasnya.
| Renungan Harian Katolik Jumat 24 Oktober 2025, Membaca Tanda-tanda Zaman |
|
|---|
| Status SIAGA, Gunung Lewotolok NTT 58 Kali Gempa Letusan 103 Kali Gempa Hembusan |
|
|---|
| Injil Katolik Hari Jumat 24 Oktober 2025 Lengkap Mazmur Tanggapan |
|
|---|
| Bacaan-bacaan Liturgi Jumat 24 Oktober 2025, Pesta Santo Antonius Maria Claret, Uskup Pengaku Iman |
|
|---|