Stiper Flores Bajawa
BPOM Ende Libatkan Kampus Garda Terdepan Pengawasan Obat dan Makanan
Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Ende menggelar kegiatan sosialisasi pengawasan obat dan makanan di Sekolah Tinggi Pertanian Flores
Penulis: Charles Abar | Editor: Ricko Wawo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/bpom-ende-dan-stiper.jpg)
Ringkasan Berita:
- Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Ende mengadakan sosialisasi di Sekolah Tinggi Pertanian Flores Bajawa (STIPER FB) pada 12 Desember 2025 sebagai bagian dari program nasional Si OMA Kelimutu.
- Meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya mahasiswa, tentang pentingnya memilih obat dan makanan yang aman, bermutu, dan bebas bahan berbahaya.
- Memberikan pemahaman tentang bahaya bahan berbahaya dalam makanan serta risiko penyalahgunaan obat.
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Charles Abar
TRIBUNFLORES.COM, BAJAWA – Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Ende menggelar kegiatan sosialisasi pengawasan obat dan makanan di Sekolah Tinggi Pertanian Flores Bajawa (STIPER FB), Jumat, 12 Desember 2025.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional Si OMA Kelimutu, yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya mengonsumsi obat dan makanan yang aman, bermutu, dan bebas bahan berbahaya.
Acara dibuka secara resmi oleh Ketua STIPER Flores Bajawa, Dr. Nicolus Noywuli. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kampus memiliki peran strategis dalam mendidik generasi muda agar cerdas dan kritis dalam memilih produk yang dikonsumsi.
Baca juga: Rumah Warga Rusak Terdampak Erupsi Gunung Lewotobi, BPBD Sikka Keterbatasan Anggaran
"Mahasiswa adalah kelompok yang dekat dengan informasi, sekaligus agen perubahan. Karena itu, kami mendukung penuh kerja sama dengan BPOM untuk memperkuat pemahaman mengenai keamanan pangan dan obat," ujarnya.
Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Kepala Balai BPOM Ende, Eko Agus Budi Darmawan.
Ia menjelaskan bahwa di era digital saat ini, masyarakat semakin terpapar promosi produk kesehatan dan makanan melalui media sosial, sering kali disertai klaim berlebihan dan testimoni yang menyesatkan. Kondisi ini dapat membuat masyarakat salah memilih produk, sehingga berpotensi membahayakan kesehatan.
Menurut kerangka acuan kegiatan Si OMA Kelimutu, promosi masif tanpa pengawasan serta beredarnya obat tradisional, suplemen, dan kosmetik hingga ke pelosok daerah membuat masyarakat harus lebih kritis sebelum membeli.
Ketika produk digunakan tidak sesuai aturan, dampaknya dapat membahayakan kesehatan bahkan memicu penyakit baru.
Melalui program Si OMA Kelimutu, BPOM Ende menargetkan peningkatan edukasi publik melalui pendekatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) serta pengujian cepat bahan berbahaya pada produk pangan.
Ada tiga tujuan utama program ini, yakni, pertama meningkatkan peran aktif masyarakat, termasuk mahasiswa, agar mampu memilih obat dan makanan yang aman, berkhasiat, dan bermutu.
Kedua, meningkatkan kesadaran (awareness) terhadap risiko penggunaan produk yang tidak memenuhi syarat keamanan, khasiat, dan mutu.
Ketiga, memberikan edukasi tentang bahaya bahan berbahaya dalam makanan dan risiko penyalahgunaan obat.
BPOM Ende menilai kalangan akademisi memiliki pengaruh besar dalam menyebarkan informasi yang benar terkait keamanan pangan dan obat. Karena itu, STIPER Flores Bajawa dipilih sebagai salah satu lokasi edukasi dengan harapan mahasiswa dapat meneruskan pengetahuan tersebut kepada masyarakat luas.