Kasus Akhiri Hidup Sendiri di Ngada
Saksi Kaget dan Teriak Lihat Siswa SD Tewas di Pohon Cengkeh di Ngada
BR (11) seorang siswa kelas IV SDN Rutowaja, Desa Nenawea, Jerebuu, Ngada, NTT ditemukan meninggal dunia di pohon.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/SURAT-UNTUK-IBU-Secarik-kertas-yang-ditinggalkan-korban-untuk-sang-ibu.jpg)
Ringkasan Berita:
- BR (11) seorang siswa kelas IV SDN Rutowaja, Desa Nenawea, Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), ditemukan meninggal dunia di pohon cengkeh, Kamis (29/1/2026) siang.
- Saat ditemukan, korban tampak mengenakan baju olahraga berwarna merah.
- Informasi yang diperoleh, saat mengevakuasi korban, warga menemukan sebuah pesan tertulis yang ditujukan kepada sang ibunda.
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Charles Abar
TRIBUNFLORES.COM, BAJAWA – Kapolres Ngada AKBP Andrey Valentino melalui Kasi Humas Ipda Benediktus R. Pissort menjelaskan Polisi masih mendalami kasus meninggalnya seorang anak Sekolah Dasar yang ditemukan dalam kondisi tergantung di pohon cengkeh di wilayah Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Korban diketahui berinisial YBR (10), pelajar kelas IV SD, warga Kampung Boloji, Desa Wawowae, Kecamatan Bajawa.
Peristiwa tragis itu terjadi di kebun milik nenek korban, Welumina Nenu, yang berlokasi di Karadhara, Dusun IV, Desa Nenowea, Kecamatan Jerebuu, Kamis (29/1/2026) sekitar pukul 11.00 WITA.
Baca juga: Isi Surat untuk Mama dari Bocah yang Tewas di Pohon Cengkeh di Ngada NTT
Saksi Histeris
Berdasarkan keterangan saksi berinisial KD (59), kejadian tersebut pertama kali diketahui saat saksi hendak mengikat hewan ternak di sekitar pondok kebun.
Saat menuju pondok, saksi melihat korban sudah dalam keadaan tergantung di salah satu dahan pohon cengkeh.
"Saksi kemudian berlari ke jalan sambil berteriak meminta pertolongan, hingga warga sekitar berdatangan dan menghubungi pihak kepolisian,"jelas Ipda Benediktus kepada TRIBUNFLORES.COM Jumat (30/1/2026).
Menuju TKP
Mendapatkan laporan itu, personel Polres Ngada yang dipimpin KBO Sat Intelkam Polres Ngada IPTU Thomas Aquino Mere segera mendatangi lokasi kejadian. Petugas melakukan pengamanan tempat kejadian perkara (TKP), olah TKP, serta proses identifikasi oleh Unit Identifikasi Satreskrim Polres Ngada.
Dari hasil olah TKP, korban ditemukan dalam kondisi leher terikat dua utas tali nilon berwarna hijau. Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa tali nilon, pakaian korban, serta selembar kertas berisi tulisan tangan menggunakan bahasa daerah Bajawa yang diduga ditulis oleh korban, berisi pesan perpisahan kepada ibunya.
Setelah proses identifikasi selesai, korban diturunkan dari ikatan tali dan selanjutnya dibawa ke Puskesmas Dona Jerebuu untuk dilakukan Visum et Repertum.
Kapolres Ngada AKBP Andrey Valentino melalui Kasi Humas Ipda Benediktus R. Pissort menyampaikan pihak kepolisian masih melakukan pendalaman dengan mengumpulkan keterangan para saksi serta berkoordinasi dengan pihak keluarga guna penanganan lebih lanjut.
Ipda Benediktus juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap kondisi psikologis anak, khususnya di lingkungan keluarga dan sekolah.
Ia meminta agar masyarakat segera melaporkan kepada pihak terkait apabila menemukan indikasi permasalahan yang memerlukan pendampingan.
“Atas peristiwa ini, Polres Ngada turut menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban,” ujar Ipda Benediktus.