Berita Ngada
Kematian Bripka Maksimus di RSUD Bajawa Dilaporkan ke Polisi, Keluarga Duga Ada Kelalaian Medis
Adik kandung korban, Moris Rudju, kepada media ini mengungkapkan bahwa pihak keluarga telah melaporkan kasus
Penulis: Charles Abar | Editor: Nofri Fuka
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Dokumen-keluarga-saat-melapor.jpg)
Ringkasan Berita:
- Siswa di Desa Poma, Sikka, harus melewati jembatan bambu rusak yang rawan amblas setiap hari untuk pergi ke sekolah.
- Jembatan dibangun secara swadaya masyarakat, telah puluhan tahun digunakan, dan pernah menelan korban jiwa.
- Selain akses pendidikan, jembatan ini juga menjadi jalur evakuasi pasien saat banjir, namun belum mendapat perhatian serius dari pemerintah setempat.
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Charles Abar
TRIBUNFLORES.COM, BAJAWA – Kasus dugaan kelalaian medis kembali mencuat dan menjadi sorotan publik di Kabupaten Ngada. Seorang anggota polisi berpangkat Bripka, Maksimus Ngai Rema, meninggal dunia di RSUD Bajawa beberapa waktu lalu.
Kasus kematian Bripka Maksimus bahkan sempat dibahas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara DPRD Kabupaten Ngada dan pihak RSUD Bajawa.
Adik kandung korban, Moris Rudju, kepada media ini mengungkapkan bahwa pihak keluarga telah melaporkan kasus kematian kakaknya itu ke Polres Ngada pada Sabtu (6/3/2026).
Laporan tersebut telah teregister dengan nomor SP2HP/48/III/2026/Satreskrim/Polres Ngada/Polda NTT, dengan dugaan tindak pidana yang dilaporkan yakni tindakan yang mengakibatkan mati atau luka karena kealpaan.
Baca juga: PLN Bangun Ruang Kelas Layak di Manggarai, Dukung Peningkatan Pendidikan Sekitar PLTP Ulumbu
Moris mengatakan, meskipun istri dan keluarga besar telah menerima kenyataan bahwa almarhum meninggal dunia, namun masih ada sejumlah hal yang membuat mereka belum merasa puas.
Ia menilai, sejumlah poin klarifikasi yang disampaikan pihak RSUD Bajawa saat RDP bersama DPRD Ngada tidak sepenuhnya sesuai dengan fakta yang terjadi di lapangan. Bahkan menurutnya, masih ada sejumlah hal penting yang tidak dijelaskan secara utuh.
Moris juga menyebut bahwa beberapa klarifikasi yang disampaikan pihak rumah sakit tidak sesuai dengan kronologi kejadian.
“Istri dan keluarga besar pada dasarnya menerima kenyataan bahwa almarhum meninggal. Namun yang masih membuat istri dan keluarga belum puas adalah poin-poin klarifikasi pihak RSUD Bajawa saat RDP dengan DPRD Kamis kemarin. Masih banyak hal yang tercecer, bahkan ada fakta yang kami nilai tidak sesuai dengan kronologi kejadian. Sampai laporan kepolisian dibuat, pihak RSUD Bajawa juga belum menunjukkan itikad baik,” ungkapnya dengan nada kesal, Rabu (12/03/2026).
Atas kondisi tersebut, keluarga korban akhirnya memutuskan untuk menempuh jalur hukum dengan melaporkan kasus kematian Bripka Maksimus kepada pihak kepolisian guna memperoleh kepastian hukum.
Istri Korban Kecewa
Sebelumnya, istri korban berinisial YAB juga mengungkapkan kekecewaan mendalam atas meninggalnya sang suami. Ia menilai terdapat unsur kelalaian dari petugas medis yang menangani pasien saat itu.
Ia menceritakan kronologi peristiwa yang menurutnya membuat suaminya tidak tertolong. Atas rangkaian kejadian tersebut, keluarga menyatakan kekecewaan terhadap pelayanan yang diterima di rumah sakit.
| Polemik Sekda Ngada, Fraksi PDIP :Jangan Korbankan Kepentingan Masyarakat |
|
|---|
| Fraksi Gerindra Ngada Dorong Bupati dan Gubernur Duduk Dialog |
|
|---|
| Fraksi Golkar Ngada : Pelantikan Sekda Cacat Hukum dan Administrasi |
|
|---|
| Bukit Wolosasa Jadi Saksi Kanwil Imigrasi NTT Menyapa Seminari Tertua Mataloko Ngada |
|
|---|
| Pembangunan Gerai KMP Capai 40 Persen, Kades Kelitei di Ngada Siap Kembangkan Potensi Desa |
|
|---|