Berita NTT

Gencarkan Kampanye Anti Kekerasan, PKK NTT Dorong Perempuan Berdaya dan Berani Bersuara

Ketua TP PKK Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Mindrivari Astiningsih Laka Lena menegaskan bahwa isu perlindungan perempuan dan a

Editor: Ricko Wawo
POSKUPANG.COM/YUAN LULAN
FOTO - Ketua TP PKK Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Mindrivari Astiningsih Laka Lena. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yuan Lulan

POS-KUPANG.COM, KUPANG – Ketua Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Mindrivari Astiningsih Laka Lena menegaskan bahwa isu perlindungan perempuan dan anak juga menjadi fokus utama kerja PKK di daerah. 

Menurutnya, kekerasan yang dialami perempuan kerap berakar pada masalah ekonomi dan minimnya keberanian korban untuk bersuara.

“PKK mendorong agar perempuan memiliki kemandirian finansial. Kalau perempuan berdaya secara ekonomi, mereka akan punya kepercayaan diri dan berani speak up ketika mengalami kekerasan. Kalau diam, biasanya korban berikutnya akan bermunculan. Lebih baik bersuara dan ambil sikap,” ujar Asti.

 

Baca juga: Solidaritas Grab di Kupang, Bakar Lilin Kenang Pengemudi Ojol yang Dilindas Mobil Polisi

 

 

PKK NTT bersama organisasi perempuan dan CSO telah melakukan kampanye masif, termasuk pada peringatan Hari Kartini dan 17 Agustus.

Selain itu, PKK juga aktif melakukan advokasi di DPRD serta menjalin komunikasi dengan berbagai lembaga untuk memperkuat perlindungan perempuan dan anak.

“Kita lakukan edukasi di semua lini, mulai dari lembaga pendidikan, organisasi keagamaan, sampai calon pengantin. Semua harus paham soal pencegahan kekerasan, karena ini bagian dari membentuk ketahanan keluarga,” jelasnya.

Ia menambahkan, PKK terbuka bekerja sama dengan berbagai pihak, baik pemerintah, non-pemerintah, hingga lembaga keuangan dan koperasi. 

Dukungan CSR maupun bentuk lain dari institusi swasta diharapkan bisa membantu menguatkan program perlindungan perempuan dan anak di NTT.

“PKK tidak hanya bergerak di bidang kesehatan dan ekonomi, tapi juga sosial. Kita ingin perempuan NTT semakin sadar akan haknya, berani bersikap, dan mampu melindungi dirinya serta anak-anaknya,” pungkas Asti. (Uan)

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved