Berita NTT
Prof Kalvein: Bertani itu Keren
Kepala UPT Teknologi, Informasi, dan Komunikasi Undana, Prof. Kalvein Rantelobo, ST. MT mengatakan, bertani sebenarnya keren jika menggunakan
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Michaella Uzurasi
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Kepala UPT Teknologi, Informasi, dan Komunikasi Undana, Prof. Kalvein Rantelobo, ST. MT mengatakan, bertani sebenarnya keren jika menggunakan teknologi Internet of Things (IoT).
Menurut dia, pertanian presisi dengan IoT sebenarnya cuma tools yang memang sudah saatnya dipakai.
"Kalau ingin betul-betul terjun sebagai petani milennial seharusnya sedini mungkin sudah membekali diri dengan teknologi. Tidak ada jalan pintas dan tidak ada yang tidak bisa kalau kita ingin maju. Tiba saatnya lahan-lahan kita di NTT ini kita olah dengan karya sendiri, tidak usah terlalu berpikir sulit yang penting ada niat untuk mencoba," katanya dalam Undana Talk, Rabu, 26/11/2025.
Berikut cuplikan wawancara eksklusif bersama Pos Kupang.
Baca juga: Di Stamford Bridge, Sinar Estevao Silaukan Lamine Yamal
Apa yang mendasari pemikiran anda melakukan penelitian ini?
Salah satunya adalah bahwa kami sebagai engineer, knowledge technology yang kami kuasai kalau tidak dimanfaatkan itu mubazir. Jadi sekecil apapun manfaat itu yang penting diimplementasikan dan bisa dirasakan karena itu kami mencoba setelah kembali dari studi doktoral, kami pikir teknologi kalau tidak dipakai ya mubazir. Nah mana kira-kira yang cocok di NTT, sehingga kami mencoba dengan beberapa teman, kami diskusi dengan teman-teman pertanian kami mengambil tema pertanian presisi.
Penelitiannya berjalan berapa lama?
Penelitiannya karena ini termasuk penelitian terapan, jadi di penelitian itu ada yang fundamental ada yang terapan. Nah kami ini kategori terapan, kami mulai mungkin sekitar empat tahun yang lalu dengan tim dan ini pekerjaan tidak gampang. Dapat dua paten juga mungkin itu adalah reward dan yang kami lakukan juga kalau dikatakan sukses, belum, karena memang apa yang kami lakukan ini butuh waktu dan kompleksitasnya diperhadapkan dengan kondisi kita di NTT.
Ada tantangan yang dihadapi ketika melakukan penelitian ini?
Yang pertama, memang kondisi kita di NTT dari sisi perangkat kita harus akui terutama bidang yang kami geluti ini, jaringan sensor nirkabel itu infrastrukturnya masih terbatas tapi syukur satu dua tahun terakhir internet kita sudah mulai membaik apalagi sejak ada internet pedesaan, sekarang lagi Pak Prabowo sudah canangkan internet rakyat. Jadi semoga kedepan infrastrukturnya semakin bagus, ini salah satu kabar baik juga bahwa dengan kondisi yang semakin baik ini, pertanian, peternakan dan bidang-bidang lain yang menggunakan wireless sensor dan IoT, seharusnya makin berkembang.
Ini memudahkan dan dari laporan survey dimanapun, akan memberikan kontribusi terhadap produksi dan kontribusi terhadap pendapatan petani.
Apa itu jaringan sensor nirkabel?
Sederhananya adalah jaringan yang menopang konektivitas perangkat atau terminal atau sensor yang paling sederhana dan itu kita hubungkan dengan jaringan internet maka lahirlah IoT. Tujuan utamanya selain memudahkan pemantauan dan monitoring oleh petani, ini memberikan kemudahan, keleluasaan untuk mengolah dan menganalisis data karena semua datanya nanti bisa kita dapatkan dalam bentuk file digital, itu kita analisa dan itu kita hubungkan dengan monitor misalnya bagaimana saat memberikan air untuk pengairan tetes dan seterusnya, atau bagaimana saat memberikan pupuk dan hal-hal lain termasuk hama, termasuk gangguan terhadap pertanian dan peternakan dan ini by system.
Berarti semua datanya sudah terintegrasi?
Iya. Seharusnya dengan data yang terintegrasi dan presisi tentunya karena kita dapatkan dari sensor yang lebih akurat dibandingkan dengan cara konvensional, data ini yang digunakan sebagai analisis untuk langkah berikutnya jadi bagaimana merencanakan musim tanam, tanaman jenis apa yang akan kita tanam, malah kita bisa kembangkan simulasikan dengan harga pasar. Misalnya daerah ini dengan parameter seperti ini cocok tanam tanaman ini karena nanti harganya seperti ini. Seperti itu.
| Di Stamford Bridge, Sinar Estevao Silaukan Lamine Yamal |
|
|---|
| Ketua TP PKK Ende : Posyandu Garda Terdepan, Kunci Pengentasan Stunting di Kecamatan Ndona |
|
|---|
| Bantuan Smart TV di SDN Todang Sikka, Pihak JNE Hadir Bersama Warga di Lokasi |
|
|---|
| Rumah Setya Novanto di Kupang Dilelang KPK, Begini Respons Direktur Novanto Center |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Prof-Kalvein-Rantelobo.jpg)