Berita NTT
Prof Kalvein: Bertani itu Keren
Kepala UPT Teknologi, Informasi, dan Komunikasi Undana, Prof. Kalvein Rantelobo, ST. MT mengatakan, bertani sebenarnya keren jika menggunakan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Prof-Kalvein-Rantelobo.jpg)
Adakah hal-hal di lapangan yang anda lihat sebagai tantangan di lapangan ketika mengimplementasikan penelitian ini?
Pertama tadi infrastruktur, jaringan internet masih susah. Kedua, literasi. Jadi petani kita itu belum sampai pada titik membutuhkan itu. Seharusnya mereka diberikan literasi dulu bahwa mereka butuh itu. Nah ini yang perlu disosialisasikan, disampaikan dengan baik termasuk pemangku kebijakan mulai dari lurah, termasuk Dinas Pertanian, bahwa dengan adanya teknologi ini membantu petani.
Kalau menurut pengamatan kami itu yang (harus dilakukan) segera dan semasif mungkin.
Sudah ada daerah yang menjadi contoh untuk implementasi teknologi ini?
Kami coba tahun kemarin dengan hibah PkM (Pengabdian kepada masyarakat) ada satu mitra di Kupang Barat tapi memang tidak maksimal. Tapi tahun ini kebetulan kami dapat hibah dengan badan eksekutif mahasiswa (BEM) di Manulai II, ini lagi berjalan dan besok kami di-monev secara nasional. Sekali lagi perangkat kita bisa siapkan dan daerah-daerah tersebut kan jaringan internetnya sudah ada. Tapi balik lagi, memang user dalam hal ini kelompok tani yang harus diberikan sosialisasi lebih lagi tentang penggunaan dan pemanfaatannya secara baik.
Kemudian Dinas Pertanian juga harus mengupgrade diri, knowledge mereka, jangan sampai mereka juga belum paham teknologi ini. Bagaimana mereka mau memberitahukan ke masyarakat kalau mereka sendiri belum tahu karena setahu saya belum ya di Dinas itu masih satu dua saja yang bisa dan itu mungkin masih sebatas konsep di meja, belum diturunkan. Nah ini kedepan semoga kita bisa kolaborasi. Kami kampus selalu siap, Dinas selalu siap dan terutama kalau mitra-mitra kelompok tani ini sudah mengerti, itu baru bisa kita jalankan dengan baik. Saya harap teman-teman milennial sebagaimana di tempat lain juga, bertani itu sebetulnya keren pakai fasilitas dan alat yang IoT.
Seperti apa mekanisme kerja dari prototype pertanian presisi lahan kering ini?
Jadi sederhananya ini adalah sebuah alat yang memiliki transmitter dan receiver dan ujungnya itu menangkap data dalam bentuk sensor kondisi tanah misalnya untuk pengairan, menangkap kelembaban dengan sensor dan mengirimkan ke user sesuai dengan kondisi yang kita inginkan jadi dia akan menutup atau membuka pengairan, ini otomatisasi irigasi sesuai dengan kondisi yang kita berikan, misalnya sekian derajat atau sekian kelembaban irigasi itu jalan, dia akan jalan dan itu kita bisa lihat, kita bisa pantau by system dengan handphone. Nah itu yang memudahkan. (uzu)
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News
| Di Stamford Bridge, Sinar Estevao Silaukan Lamine Yamal |
|
|---|
| Ketua TP PKK Ende : Posyandu Garda Terdepan, Kunci Pengentasan Stunting di Kecamatan Ndona |
|
|---|
| Bantuan Smart TV di SDN Todang Sikka, Pihak JNE Hadir Bersama Warga di Lokasi |
|
|---|
| Rumah Setya Novanto di Kupang Dilelang KPK, Begini Respons Direktur Novanto Center |
|
|---|