Berita NTT
Polda NTT Perketat Pengawasan Program Makan Bergizi Gratis
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri kembali menegaskan komitmen Polri
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/WAKAPOLRI-DI-KUPANG.jpg)
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yuan Lulan
POS-KUPANG.COM, KUPANG — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri kembali menegaskan komitmen Polri dalam mendukung kesehatan dan tumbuh kembang generasi muda.
Di SPN Polda NTT, pengawasan distribusi makanan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan kualitas gizi dan keamanan konsumsi bagi peserta didik.
SPPG yang berlokasi di Kelurahan Oebobo, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, ini telah berjalan sekitar empat bulan dan dinilai berhasil memenuhi kebutuhan gizi anak-anak secara baik dan konsisten.
Menu yang disediakan juga dinilai layak, aman, serta sesuai standar pemenuhan nutrisi.
Baca juga: Tim Peneliti UI: Penanganan Kekerasan Seksual Pada Anak di Kawasan 3T Sangat Mendesak
Kabidhumas Polda NTT, Kombes Pol Henry Novika Chandra, menegaskan bahwa Polri juga turut bertanggung jawab atas kualitas hidup masyarakat, terutama generasi muda yang menjadi penerus bangsa.
“Polri tidak hanya menjaga keamanan, tapi juga berkomitmen melindungi kesehatan anak-anak kita. Pemeriksaan menu MBG dilakukan rutin agar makanan yang disajikan benar-benar aman, sehat, dan bergizi,” tegasnya(1/12/2025).
Pengawasan makanan MBG dilakukan oleh tim medis dengan standar ilmiah yang ketat. Kabiddokkes Polda NTT, AKBP dr. Hery Purwanto, M.Si.Med., Sp.B., menjelaskan bahwa setiap menu diuji secara fisik dan kimiawi untuk memastikan tidak ada zat berbahaya seperti formalin, arsenik, sianida, maupun nitrit.
“Semua pemeriksaan dilakukan sesuai SOP agar setiap makanan yang dikonsumsi anak-anak benar-benar aman,” jelasnya.
Selain pemeriksaan menu, kebersihan dapur, bahan baku, hingga peralatan makan turut dicek.
Hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi dapur yang baik, bahan baku segar, serta ompreng dan peralatan makan yang bersih.
Hanya terdapat kerusakan ringan pada beberapa wastafel, dan Polda NTT memastikan fasilitas tersebut segera diperbaiki.
Selain memastikan keamanan menu, SPPG SPN juga mengembangkan variasi makanan yang menyesuaikan cita rasa lokal di setiap wilayah.
Pendekatan ini dirancang agar pemenuhan gizi tidak hanya fokus pada standar nutrisi, tetapi juga tetap dekat dengan budaya kuliner masyarakat setempat.
Langkah ini disambut baik oleh para orang tua dan tenaga pengawas program karena dinilai mampu membuat anak lebih mudah menerima makanan sehat tanpa merasa asing dengan rasanya.
Polda NTT menegaskan bahwa SPPG bukan sekadar tempat distribusi makanan, tetapi juga menjadi wujud kepedulian Polri terhadap masa depan anak-anak di NTT.
Pengawasan berlapis terus dilakukan agar program MBG berjalan efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat maksimal bagi tumbuh kembang peserta didik.
“Menu boleh sederhana, tetapi keamanan dan nutrisinya tidak boleh kompromi. Ini wujud Polri hadir untuk masyarakat,” tutup Kombes Henry.
Dengan komitmen ini, Polri berharap program MBG dapat menjadi fondasi kuat bagi lahirnya generasi muda NTT yang sehat, cerdas, dan siap bersaing di masa depan. (uan)
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.