Berita NTT
Bulog NTT Pastikan Stok Beras Aman Jelang Natal dan Tahun Baru
Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, Perum Bulog Kantor Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) menegaskan bahwa stok beras di
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Kepala-Perum-Bulog-Kanwil-NTT-Arrahim-K-Kanam-Baju-Biru.jpg)
Ringkasan Berita:
- Menjelang Natal dan Tahun Baru 2025, Bulog NTT menegaskan stok beras aman dan mencukupi hingga tahun depan.
- Penyaluran SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) hingga awal Desember: 29.270 ton melalui berbagai kanal distribusi.
- Kerja sama dengan Pemda, Satgas Pangan, dan mitra untuk mencegah penimbunan, spekulasi harga, serta gangguan distribusi akibat cuaca ekstrem.
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tari Rahmaniar
POS-KUPANG.COM, KUPANG — Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, Perum Bulog Kantor Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) menegaskan bahwa stok beras di wilayah NTT berada pada posisi aman dan sangat mencukupi.
Penegasan ini menjadi penting di tengah kecemasan masyarakat terhadap lonjakan permintaan yang lazim terjadi pada akhir tahun.
Kepala Perum Bulog Kanwil NTT, Arrahim K. Kanam, menyampaikan bahwa cadangan beras pemerintah pada akhir November secara nasional mencapai 3,8 juta ton, sementara stok untuk NTT dipastikan kuat dan stabil.
“Bulog memastikan bahwa stok beras untuk kebutuhan Provinsi NTT berada dalam kondisi aman dan sangat mencukupi bahkan hingga tahun depan, cukup untuk menghadapi momentum Natal dan Tahun Baru serta Lebaran,” ujar Arrahim, Selasa (9/12).
Baca juga: Momen Hari Anti Korupsi Sedunia, Kejari Ngada Beberkan Penanganan Kasus Korupsi
SPHP Digencarkan, Bantuan Pangan Bertambah Pagu dan Komoditas
Sebagai langkah stabilisasi harga, Bulog mempercepat penyaluran Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Hingga awal Desember, realisasi penyaluran SPHP mencapai 29.270 ton, didistribusikan melalui pasar tradisional, ritel modern, Koperasi Desa Merah Putih, distributor resmi, serta berbagai kanal mitra Bulog.
Selain itu, Bulog juga mempercepat penyelesaian Bantuan Pangan (Banpang) untuk alokasi Oktober–November yang kini mengalami peningkatan jumlah penerima dan jenis bantuan.
Penerima Bantuan Pangan (PBP) Juni–Juli: 605.291 orang
Penerima Bantuan Pangan Oktober–November: 653.746 orang
Komoditas bantuan: Beras 10 kg per bulan dan tambahan minyak goreng 2 liter.
“PBP yang sebelumnya hanya menerima beras, kini mendapatkan tambahan minyak goreng sehingga manfaatnya lebih terasa,” ujar Arrahim.
Bulog berharap langkah ini dapat membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau menjelang Nataru.
Meski NTT bukan daerah sentra produksi, Bulog tetap menjaga komitmen penyerapan hasil petani. Hingga Desember:
Penyerapan gabah setara beras: 6.025 ton dan penyerapan jagung: 334 ton. Jumlah ini dinilai signifikan dan menjadi upaya Bulog dalam menjaga keseimbangan pasokan di tengah fluktuasi produksi daerah.
Bulog Kanwil NTT juga memperkuat kerja sama dengan Pemerintah Daerah, Satgas Pangan, dan berbagai pemangku kepentingan untuk mengantisipasi:penimbunan beras,spekulasi harga, dan potensi gangguan distribusi akibat cuaca ekstrem Desember–Januari.
Arrahim menegaskan bahwa pengawasan di lapangan menjadi kunci agar stabilitas harga tetap terjaga.
“Dengan kesiapan stok dan sistem distribusi yang terjaga, masyarakat tidak perlu khawatir. Bulog berkomitmen penuh menjaga ketersediaan dan keterjangkauan beras, khususnya di NTT,” ungkapnya.
Menghadapi potensi badai, gangguan pelayaran, dan hambatan logistik pada periode puncak hujan, Bulog telah menyiapkan skema penguatan cadangan pangan agar distribusi tetap lancar.
Seluruh langkah ini menjadi bagian dari strategi besar Bulog dalam menjaga ketahanan pangan dan stabilitas harga di NTT menjelang akhir tahun. (Iar)
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News